Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
30.Gugup


__ADS_3

Reyhan pun tersadar,untung saja mereka berada di kursi belakang,jadi tidak ada yang melihat mereka berpelukan seperti itu.


"Ma-maaf aku hanya tidak ingin kamu terjatuh." Reyhan gugup.


"Terimakasih." ucap Nadira,ia membenarkan posisi duduknya.


("Duh, untung saja kita duduk di belakang,kalau di depan,bisa bisa temen temen pada curiga lagi,mau jawab apa nanti.") batin Nadira,dia melihat ke kanan kiri.


"Sama sama." ucap Reyhan yang juga sedikit gugup.


Beberapa saat kemudian,mereka sampai di panti asuhan,Bu Neni masuk terlebih dahulu ke dalam panti sedangkan para murid menunggu di luar, setelah sang pengurus panti datang,Bu Neni pun menjelaskan maksud kedatangan nya ke panti tersebut,pengurus panti pun sangat senang dan berterimakasih kepada semuanya.


"Terimakasih banyak untuk semuanya,bantuan dari adik adik semua saya terima dengan senang hati, terimakasih sudah membantu anak anak yang tinggal di panti ini." ucap ibu pengurus panti.


"Kami sangat senang bisa membantu anak anak di panti ini Bu,semoga saja anak anak di sini pada sehat semua nya." ucap bu Neni.


"Ini Bu, sedikit bantuan dari kami semoga bisa bermanfaat untuk anak anak." Reyhan memberikan amplop berwarna coklat pada pengurus panti.


"Ibu terima yah nak, semoga kalian semua,di berikan Rezky yang lebih." ucap ibu pengurus panti sambil mengambil amplop tersebut.


"Aamiin Bu,makasih atas do'anya." ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Baiklah,kita semua pamit yah Bu." ucap Bu Neni.


"Iyah Bu, silahkan." ucap ibu pengurus panti.


Setelah beberapa lama mereka di sana, semuanya pun langsung kembali lagi k sekolah,lalu semuanya langsung pulang ke rumah nya masing masing.


***


Sari baru saja bangun dari tidurnya,ia keluar dari kamarnya menuju ke dapur, ternyata di dapur Bi Ani Sedang memasak ia pun langsung menghampiri nya.

__ADS_1


"Bi,Sarah masih di kamar nya,?" tanya Sari.


"Iyah Bu." ucap bi Ani sedikit ragu.


"Bibi udah belikan dia obat kan, katanya tadi dia nggak ada nak badan?" tanya Sari.


"U-udah Bu." ucap bi Ani gugup.


"Kamu kenapa sih bi,saya tanya kok malah gugup gitu." ucap Sari.


"Nggak apa apa Bu." ucap Bu Ani.


"Oh Iyah,lagi masak apa bi?" tanya bi Sari,tidak mau memperpanjang.


"Masak gulai Bu,buat makan malam, sebentar lagi saya juga pulang,udah sore soalnya,nanti saya titip non Sarah yah Bu!" ucap bi Ani.


"Dia udah besar,bisa jaga diri sendiri,bibi nggak usah khawatir." ucap Sari.


("Bu Sari seperti tidak peduli dengan non Sarah,pantas saja non Sarah kurang kasih sayang, walaupun memang apa yang dilakukan nya itu salah,tapi jika non Sarah,di didik dan di rangkul pasti dia akan menjadi anak yang baik.") batin bi Ani.


"Kamu mau ke mana sore sore begini?" tanya Sari.


"Sarah mau ke rumah temen dulu mah sebentar,nggak papa kan?" tanya Sarah.


"Jangan malam malam pulang nya! mama juga mau ada pemotretan lagi besok di luar kota,jadi mama bentar lagi berangkat,kamu nggak apa-apa kan mama tinggal lagi?" ucap Sari.


"Aku udah biasa di tinggal mama sama papa,jadi, sepertinya tidak apa apa,aku udah bisa sendiri,aku pamit mah." Sarah langsung berjalan pergi dari tempat tersebut, walaupun wajah nya terlihat sendu.


Bi Ani memperhatikan wajah Sari yang melihat langkah Sarah yang menuju ke luar. "Maaf Bu kalau saya lancang,tapi Apa ibu nggak ada waktu buat non Sarah Bu, sepertinya non Sarah kekurangan kasih sayang orang tua nya,ibu sibuk dengan karir ibu sebagai model,bapak sibuk mengurusi bisnisnya,non Sarah sepertinya tidak ada tempat untuk meluapkan kasih sayang nya." ucap bi Ani.


"Nggak bisa bi,bibi tau sendiri kan,urusan saya banyak,lagian saya kerja kan buat Sarah juga,saya yang biayain dia sekolah mahal,dia mau apa apa saya juga selalu menuruti nya,jadi saya menyibukkan diri karena dia bi,lagian bibi tau sendiri kan,kalau saya berada di rumah,pasti selalu ribut sama mas Dani,saya capek bi." ucap Sari.

__ADS_1


"Ya sudah,bibi cuma kasian saja melihat non Sarah yang sepertinya sangat ingin ibu dan bapak ada sedikit waktu untuk nya,dia juga butuh kualiti Time bersama orang tua nya, apalagi dia kan sudah beranjak remaja,dan sebentar lagi dewasa,dia pasti sangat membutuhkan support sistem dari orang orang terdekat nya." ucap bi Ani.


Sarah tertegun mendengar perkataan bi Ani,ia sebenarnya menyadari kalau memang ia jarang ada waktu untuk Sarah,bahkan mereka seperti hidup masing-masing,tidak seperti keluarga utuh pada umumnya.


("Apa memang aku yang terlalu sibuk yah,tapi harus bagaimana lagi,aku juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku,aku butuh pekerjaan ku ini untuk menghilangkan kepusingan ku,akan rumah tangga ku yang sudah di ujung tanduk,aku tidak mau kalau sampai aku menyerah dan memintanya cerai karena kelakuan suami ku.") batin Sari.


"Ya sudah bi,nanti saya akan atur jadwal untuk berlibur bersama Sarah, sekarang saya harus siap siap,saya harus berangkat lagi." ucap Sari.


"Iyah Bu." ucap bi Ani.


***


Di dalam mobil,Sarah tampak nya sangat bingung,tadi ia mengajak Arfan untuk ketemuan,tapi ia bingung sendiri, bagaimana ia menjelaskan pada kekasih nya itu,kalau ia sedang hamil.


Namun Sarah tak mau terlalu memikirkan nya, yang terpenting sekarang ia bisa bertemu dulu dengan Arfan.


Beberapa saat kemudian,ia sampai di sebuah restoran,ia sengaja memilih ruangan VVIP agar bisa menjaga privasi nya,karena apa yang akan dia bicarakan ini sangat lah penting,dan tidak boleh ada satu orang pun yang mengetahui nya.


"Hai sayang." ucap Arfan,ia baru saja masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut.


"Hai." ucap Sarah gugup.


Arfan duduk di sebelah Sarah. "Kamu tadi kenapa sayang,kok nggak masuk sekolah?" tanya Arfan.


"A-aku." Sarah gugup.


"Kamu kenapa sih,apa kamu sakit." Arfan menyentuh kening Sarah. "Tapi nggak panas kok." Arfan sedikit heran.


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu!" Sarah terlihat gugup.


"Kenapa sih,ada apa? kenapa kamu gugup gini?" Arfan semakin heran.

__ADS_1


"Arfan,apa kamu beneran sayang sama aku?" tanya Sarah.


"Kamu ini kenapa sih, yah jelas aku sayang sama kamu,kita kan udah pacaran lama,jadi,kamu tidak perlu mempertanyakan nya lagi." Arfan merasa bingung dengan pertanyaan Sarah.


__ADS_2