Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
39.Makanan Pedas


__ADS_3

Nadira pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah nya, sedangkan Reyhan dan Sarah langsung berjalan ke arah rumah nya.


"Kamu yakin mau pulang sekarang?" tanya Reyhan, mengingat kejadian semalam,saat Sarah akan bunuh diri.


"Aku yakin Rey, makasih kamu udah mau nolongin aku,aku benar benar tak bisa mengontrol diriku semalam." ucap Sarah.


"Sama sama." ucap Reyhan.


Sebenarnya Reyhan masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Sarah,namun ia juga tak bisa memaksa nya untuk berterus terang,karena Sarah juga punya hak untuk tidak menceritakan masalah pribadi nya kepada orang lain.


Setelah sampai di depan rumah Reyhan, mereka pun masuk terlebih dahulu ke dalam,karena Sarah pun ingin mengambil barang yang masih berada di kamar tamu,setelah itu ia langsung pamit kepada Ambu dan Abah,karena sudah mau menerima nya di rumah tersebut.


"Om,Tante,Sarah pamit pulang yah, terimakasih sudah mengizinkan saya menginap semalam." ucap Sarah.


"Iyah nak,kamu hati hati di jalan yah,lain kali kamu main lagi kesini." ucap Ambu dengan ramah.


"Iyah,makasih yah Tante,saya pamit." ucap Sarah, setelah itu ia langsung keluar dari rumah tersebut,dengan di antar oleh Reyhan sampai ke depan.


"Hati hati!" Reyhan melambaikan tangannya saat Sarah akan menaiki mobilnya.


Saat mobil yang Sarah tumpangi sudah melaju jauh, Reyhan pun kembali masuk lagi ke dalam rumah nya, ketika melihat Reyhan masuk Ambu pun langsung menghampiri nya.


"Apa kamu teh sudah bertanya,apa masalah si neng itu, sampai dia mau bunuh diri?" tanya Ambu.


"Sepertinya dia tidak mau orang lain tau Ambu, sebaiknya,kita doakan saja,semoga dia akan baik baik saja,dan tindak mengulangi nya lagi." ucap Reyhan.


"Iyah Rey,semoga saja,ya sudah kamu mandi gih,anak Ambu yang ganteng ini baru matahari,seharian main di luar." Ambu menekan hidungnya.


"Nih harum nih." Reyhan menggoda Ambu nya,sambil terkekeh.


"Rey,cepat mandi!." titah Ambu.


"Iyah Ambu,Rey mandi." ucap nya,ia pun langsung masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


***


Sementara di tempat lain,saat Sarah baru saja saya di rumah nya, terlihat bi Ani baru saja keluar dari rumah nya,mungkin ia akan pulang karena hari sudah cukup sore.


"Non Sarah dari mana saja, kenapa baru pulang,non Sarah menginap di mana semalam,bibi pagi pagi buta ke sini non tidak ada di rumah." ucap bi Ani,ia terlihat cemas.


"Aku menginap di rumah teman bi,bi Ani mau pulang?" tanya Sarah.


"Iyah non,tadi bibi sudah masak,kalau mau makan,non tinggal ambil saja di meja makan yah." ucap bi Ani.


"Iyah Bi,eemm mama sudah berangkat lagi?" tanya Sarah.


"Sudah non." ucap bi Ani.


"Terus,papa belum pulang juga?" tanya Sarah lagi,bi Ani pun menggeleng.


"Mereka memang tidak ada yang peduli padaku." Sarah menghembuskan nafasnya. "Aku masuk dulu bi." Sarah pun melangkah kan kakinya.


"Bagaimana keadaan non Sarah, apakah non baik baik saja, bibi khawatir non akan berbuat nekat setelah mengetahui non hamil." ucap bi Ani.


("Kasian sekali non Sarah,ia pasti sangat terpukul dengan kenyataan yang ia hadapi, walaupun mungkin ia bersalah telah melakukan nya,tapi sepertinya dia juga sangat menyesal,aku penasaran apakah den Arfan tau kalau non Sarah hamil, sepertinya aku harus lebih memperhatikan non Sarah,saat ini ia sedang hamil dan pasti ia lebih sensitif.") batin bi Ani.


Bi Ani pun langsung pergi dari rumah tersebut, walaupun ada rasa kasian terhadap Sarah yang harus tinggal sendirian dalam kondisi nya saat ini,namun ia tak ada pilihan lain,karena ia hanya bertugas sampai sore saja di rumah tersebut.


Sementara di dalam rumah,Sarah sepertinya merasa lapar karena ia belum makan,ia pun langsung berjalan ke arah meja makan.


Namun baru saja ia makan sesuap,perut nya merasakan mual,ia pun langsung berhenti makan karena memang perutnya tak menerima makanan yang ia makan tadi.


"Kenapa mual gini sih, aku seperti nya ingin makan yang pedas pedas,tapi beli di mana,sebentar lagi malam,nggak mungkin kan kalau aku keluar malam malam,hmm lebih baik aku mandi saja dulu,biar ku pikirkan lagi nanti." Sarah memegangi perutnya, kemudian ia berjalan ke arah kamar nya.


Beberapa saat kemudian,saat Sarah sudah selesai membersihkan diri nya, tiba-tiba ia mendengar suara klakson mobil dari luar,ia pun langsung keluar dari kamar nya, melihat siapa yang datang.


"Hai sayang,papa pulang." ucap Dani,papa Sarah.

__ADS_1


Berbeda dengan Sari yang terlihat cuek dengan Sarah, sebenarnya Dani terlihat lebih perhatian pada Sarah di bandingkan dengan Sari, setidaknya jika sedang ada di rumah, Dani bisa memberikan perhatiannya sebagai seorang ayah pada Sarah,tidak seperti mama nya yang lebih cuek,yah walaupun keduanya sama sama sibuk dengan pekerjaan nya.


"Papa." Sarah memeluk Dani.


"Hmm anak papa sepertinya baru selesai mandi." Dani mencium bau sabun mandi.


"Kok papa tau sih." ucap Sarah.


"Iyah dong,sini duduk." ucap Dani,ia mengajak Sarah untuk duduk di samping nya.


"Papa bawa apa?" tanya Sarah,saat papa nya meletakkan sebuah bungkus makanan di atas meja.


"Papa bawa seafood." ucap Dani.


"Pedes nggak?" tanya sarah lagi.


"Pedes sayang,memang nya kenapa, bukannya kamu kurang suka sama seafood." ucap Dani merasa heran.


"Sarah boleh makan kan pah,Sarah lagi pengen makan yang pedes." ucap Sarah, sepertinya ia sudah ngiler hanya dengan membayangkan nya saja.


"Boleh,kalau kamu mau,makan aja." ucap Dani sambil tersenyum.


Sarah pun langsung mengambil piring di dapur, kemudian ia makan dengan lahap,Dani sampai tak percaya melihat nya,karena yang ia tahu Sarah jarang sekali makan seafood.


"Pelan pelan sayang makannya!" ucap Dani.


"Ini enak banget pah,papa beli di mana?" ucap Sarah,sambil terus memakannya.


"Di tempat biasa." ucap Dani,ia begitu ngiler melihat Sarah yang makan dengan begitu lahap nya.


"Nanti beliin lagi yah pah,enak soalnya!" Sarah tersenyum.


"Iyah,dari dulu juga kalau memang papa tau kamu suka seafood pasti papa beliin,tapi kan waktu itu kamu selalu nggak pernah makan kalau papa beli." ucap Dani.

__ADS_1


"Mulai sekarang,Sarah suka pah,hehehe." Sarah terkekeh.


"Dasar,anak papa ini memang agak aneh sekarang." Dani mencolek hidung Sarah.


__ADS_2