
Sarah mengehentikan langkah nya,ia merasa terkejut dengan perkataan bi Ani,ia berpikir sejenak,bahwa memang dua bulan ini ia belum datang bulan,ia pun tak mengingat ke sana.
Sarah membalikkan tubuhnya kebelakang, menghadap bi Ani. "Iyah Bi,tapi saya kan sudah bilang,kami melakukannya memakai pengaman,jadi tidak mungkin kan?" Sarah terlihat panik, walaupun ia mencoba untuk menggubris kecurigaan nya itu.
"Tapi non,apa tidak lebih baik di cek saja dulu,bibi takut kalau memang kecurigaan bibi itu benar." bi Ani nampaknya masih ingin meyakinkan.
"Terus bagaimana bi,nggak mungkin kan aku ngecek ke dokter,aku nggak mau ada yang lihat aku nanti." ucap Sarah.
"Kalau begitu,bibi akan beli alat tes kehamilan dulu ke apotek,bagaimana non?" tanya bi Ani.
"Eemm,ya udahlah terserah bibi." Sarah menjadi Semakin panik.
"Mau beli apa ke apotek?" ucap Sari,ibu dari Sarah.
Sarah dan bi Ani terkejut saat Sari tiba tiba datang,ia tak tau kalau sari akan pulang hari ini.
"Ma-mama kapan pulang?" tanya Sarah gugup.
"Baru saja,tadi mama dengar sedikit, katanya bi Ani mau ke apotek,mau beli obat buat siapa bi?" tanya Sari.
"Itu anu Bu,non Sarah lagi nggak enak badan, makanya saya mau beliin obat,gitu Bu." bi Ani pura pura tersenyum.
"Oh ya sudah,saya mau istirahat dulu." ucap Sari yang langsung pergi ke kamar nya.
("Mama benar benar sudah tidak peduli lagi sama aku,bahkan walaupun bibi bilang aku lagi nggak enak,nggak ada sedikit pun dia merasa khawatir atau menanyakan keadaan ku,jadi aku harus menyalahkan siapa,jika memang aku kekurangan kasih sayang dari nya, semuanya seperti mimpi buruk untuk ku,bahkan aku harus mendengar pertengkaran mereka saat sedang ada di rumah,aku benar-benar stress kalau seperti ini,belum lagi masalah ku, entahlah aku sangat sangat merasa sendiri.") batin Sarah.
("Non Sarah pasti sedih, karena Bu Sari cuek padanya,saya sebenarnya kasian sama non Sarah,tapi harus bagaimana lagi.") batin bi Ani.
__ADS_1
"Jadi, bagaimana non?" bi Ani memelankan suaranya.
"Beli aja Bi,tapi jangan sampai mama tau yah,dan kalau udah beli, langsung antar ke kamar ku,aku mau istirahat dulu di kamar." ucap Sarah yang langsung ke kamar nya.
Saat masuk ke dalam kamar nya, Sarah langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur,ia menatap langit langit kamar,ia memegang perut nya.
("Tidak mungkin kan ada janin di dalam perut ku ini,eemm coba aku lihat beberapa pengertian dokter, apakah ada kemungkinan bisa hamil,jika memakai pengaman.") batin Sarah.
Sarah pun mengambil handphone nya,ia melihat di sebuah aplikasi beberapa penjelasan dari sebuah video atas sesuatu yang menjadi pertanyaan nya.
Sarah membulatkan matanya, ketika ia mengetahui kebenaran yang terjadi, ternyata walaupun saat berhubungan memakai pengaman,tapi banyak kejadian di antara nya yang bisa hamil bahkan mereka pun tidak menyadari nya.
Sarah mematikan videonya,ia memegangi dadanya yang merasa semakin berdetak kencang.
("Bagaimana ini,aku menjadi semakin panik,tapi aku harus bagaimana, sekolah ku tinggal semester akhir dan itu sekitar enam bulan lagi,jika aku benar-benar Hamil, bagaimana aku menyembunyikan kehamilan ku,tidak tidak,aku tidak boleh panik dulu, semuanya belum jelas,aku belum tentu hamil,ini hanya karena aku panik saja melihat video tadi.") batin Sarah.
Sarah pun berdiri,ia mondar mandir menunggu bi Ani yang sedang ke apotek depan. "Kenapa bibi lama banget sih, padahal apotek nya deket kan." Sarah sudah sangat gelisah.
"Masuk bi." Sarah yakin kalau yang mengetuk pintu adalah bi Ani.
Dan benar saja,bi Ani pun membuka pintu dan menutup nya kembali pelan pelan. "Ini non, cepetan,bibi mau lihat hasilnya." ucap bi Ani,ia memelankan suaranya.
"Tapi kunci dulu pintunya Bi,aku mau ke kamar mandi dulu." ucap Sarah.
"Iyah non." bi Ani pun langsung mengunci pintunya.
Sementara Sarah langsung masuk ke kamar mandi,ia buang air kecil yang ia tampung di cawan kecil, setelah itu ia menggunakan alat testpack itu,ia menunggu selama tiga menit, untuk melihat hasilnya keluar.
__ADS_1
"Semoga aja garis satu." ucap Sarah sudah sangat gelisah.
"Gimana non?" ucap bi Ani dari luar kamar mandi.
"Belum bi, sebentar lagi." ucap Sarah yang sedang panik.
Hasilkan pun sudah keluar,Namun,sarah belum melihatnya,ia masih membalikkan alat testpack itu. "Duh, lihat nggak yah,aku takut,tapi kalau nggak lihat aku juga penasaran." gumam Sarah,ia menggigit bibir bawahnya.
Sarah pun akhirnya membalikkan alat testpack nya,namun ia masih memejamkan matanya,ia masih sangat gelisah.
"Satu,dua,tiga." Sarah membuka matanya.
Sarah membulatkan matanya,ketika mengetahui jika hasilnya adalah garis dua,ia pun menutup mulutnya tak percaya, tubuhnya tiba-tiba lemas,ia ambruk terjatuh ke lantai, sampai tak sadarkan diri.
Bi Ani yang mendengar suara di kamar mandi,ia pun langsung membuka nya,karena kebetulan memang tidak di kunci dari dalam.
Bi Ani tampak nya terkejut melihat Sarah yang sudah tergeletak di atas lantai kamar mandi,bi Ani pun langsung membantu Sarah bangun,tapi ia melihat hasil testpack yang ada di dekat tangan Sarah yang sepertinya terjatuh saat Sarah pingsan tadi.
"Ya Allah,non Sarah beneran hamil, bagaimana ini?" Bi Ani benar benar bingung,ia tak tau harus bagaimana.
Bi Ani pun mengangkat tubuh Sarah dari kamar mandi,ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, setelah itu ia menyimpan hasil testpack itu di laci meja,supaya tidak ada yang mengetahui nya.
"Non bangun non." bi Ani menggoyang goyangkan tubuh Sarah yang masih belum sadarkan diri.
"Duh bagaimana ini,non Sarah belum sadar juga,tapi kalau aku Panggil Bu Sari,aku takut dia akan curiga, apalagi dia pasti sekarang lagi istirahat,dia kan paling nggak mau kalau istirahat nya di ganggu,kalau begitu,aku cari minyak kayu putih dulu,semoga saja non Sarah bisa langsung sadar." bi Ani pun langsung mencari kayu putih di sekitar kamar,dan untung saja ia menemukan nya di laci.
Bi Ani pun langsung menempelkan botol kayu putih itu ke dekat lubang hidung Sarah, agar Sarah cepat sadar,dan benar saja,tak lama kemudian,Sarah pun langsung tersadar.
__ADS_1
"Non,apa non pusing?" tanya bi Ani.
"Iyah bi,aku agak pusing."Sarah memegang kepalanya, kemudian ia mencoba untuk bangkit dari tidurnya.