Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
38.Canggung


__ADS_3

"Nggak papa kok,ayo kita gabung bersama mereka,maaf jika aku membuat kalian khawatir,aku sepertinya mules,jadi agak lama ke toilet nya." ucap Sarah,ia berpura pura tersenyum.


"Apa tidak ada hal yang ingin kau bicarakan,aku harap kau bisa sedikit lebih tenang jika kau menceritakan nya?" tanya Reyhan.


"Ti-tidak,aku tidak apa apa." ucap Sarah gugup.


"Baiklah ayo,kalau begitu!" ucap Reyhan,mereka pun langsung berjalan menghampiri yang lainnya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun bergabung bersama yang lainnya, terlihat Arfan memalingkan wajahnya saat Sarah dan juga Reyhan menghampiri nya.


"Kamu dari mana saja Sar,kamu nggak papa kan?" tanya Nadira cemas.


"Nggak papa,maaf sepertinya aku agak enak badan,aku nggak ikut naik wahana yah,aku duduk saja di sana,biar aku tunggu kalian sampai selesai main." ucap Sarah.


"Ya sudah kalau begitu,kamu istirahat aja yah,kita ke sana dulu." ucap Desi.


"Eemm,aku di sini aja yah,kalian main aja,aku temenin Sarah di sini." ucap Nadira.


"Ya udah,ayo Rey kamu ikut kita aja yah." ucap Susi,ia menggandeng tangan reyhan.


"I-iyah." ucap Reyhan gugup,ia pun langsung mengikuti mereka, sedangkan Sarah dan Nadira duduk di bangku yang ada di sana.


Nadira menatap Sarah,ia sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Sarah,ia merasa bahwa apa yang di alami oleh Sarah begitu berat.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Sarah, ketika melihat Nadira melihat nya.


"Nggak papa,maafkan aku bila kamu tidak nyaman dengan ku." ucap Nadira.


"Santai aja,aku hanya sedikit heran,eemm bagaimana hubungan mu dengan Arfan?" tanya Sarah tiba tiba.


Sarah hanya penasaran, sebenarnya hubungan yang bagaimana yang ia jalani dengan Arfan, mengingat dirinya yang hanya dijadikan untuk pemuas nafsu nya saja oleh Arfan.


"Ba-baik." Nadira pura pura tersenyum.


"Apa kau mencintai nya,apa kau bahagia dengan hubungan kalian?" tanya Sarah lagi.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Nadira sedikit heran,kenapa Sarah bertanya hal tersebut.


"Jangan khawatir,aku hanya ingin tau saja,kau sendiri tau kan,kalau aku berteman baik dengan pacar mu itu!" ucap Sarah, mencari alasan yang tepat.


"Aku tak tau bagaimana perasaan ku padanya sekarang,jika aku harus jujur padamu,aku tak tau apakah aku mencintai nya atau tidak." Nadira menghembuskan nafas nya.


"Kenapa begitu, bukankah kalian sudah lama berhubungan,dan pasti kau sangat mencintai nya." ucap Sarah.


"Aku berhubungan dengan nya awalnya hanya Karena dia sering meminta bantuan padaku soal pelajaran di sekolah,dan dari sejak itu,kami pun semakin dekat,dan hingga sekarang, hubungan kami tetap seperti itu,tak ada yang spesial, makanya aku tak tau apakah aku mencintai nya atau tidak." Nadira mengungkapkan perasaan nya.


"Lalu,kenapa kamu masih berhubungan dengan nya,jika kamu pun tak tau bagaimana perasaan mu?" tanya Sarah.


"Aku hanya bingung harus bagaimana,kalau pun aku putus dengan nya,aku bingung apa alasan nya,karena dia selalu berlaku baik padaku." ucap Nadira.


("Dira cukup beruntung,dia tidak berpacaran berlebihan seperti ku,aku sangat menyesal telah melakukan nya,aku juga merasa bersalah karena menghianati Nadira,karena berpacaran dengan Arfan tanpa sepengetahuan nya.") batin Sarah.


"Kenapa melamun?" tanya Nadira heran,ia meminum minuman yang ia pegang.


"Nggak apa apa,eemm lantas bagaimana dengan Reyhan, sepertinya aku tertarik dengan sepupu mu itu,apa dia sudah punya pacar?" tanya Sarah tiba tiba.


"Maaf maaf,apa pertanyaan ku membuat mu terkejut?" Sarah panik, ketika Nadira tersedak.


"Enggak,aku saja yang tidak hati hati minum nya." Nadira pura pura tersenyum.


"Lalu bagaimana?" Sarah masih sangat penasaran.


"Aku tidak tau dia punya pacar atau tidak,aku tidak terlalu tau banyak tentang nya." Nadira mencari alasan yang masuk akal.


"Yah,sayang sekali." Sarah menghembuskan nafasnya.


("Duh, kayaknya Sarah suka deh sama Reyhan, bagaimana ini,aku gak mungkin kan kalau bilang kalau Reyhan suamiku,tapi aku juga nggak suka kalau banyak wanita yang menyukai nya,bahkan kebanyakan mereka orang yang dekat dengan ku,aku bingung harus menjawab apa.") batin Nadira.


Cukup lama mereka berada di sana,setelah cukup puas dengan permainan nya, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah nya.


Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil,satu persatu sahabat Nadira pun di antar pulang ke rumah nya.

__ADS_1


"Eemm,mobil mu ada di rumah Reyhan yah,jadi sekarang,kamu ikut sama kita." ucap Nadira.


"Iyah," jawab Sarah.


Kini hanya tersisa Reyhan,Arfan, Nadira dan juga Sarah yang berada di dalam mobil tersebut,kini mereka pun sampai di depan rumah Nadira,Arfan buru buru turun dari mobil,dari tadi ia hanya terdiam,ia sangat merasa tak nyaman dengan kehadiran Sarah di sana.


"Ra,aku langsung pulang yah." ucap Arfan.


"Nggak mampir dulu?" tanya Nadira basa basi.


"Nggak deh kayanya,udah sore juga, bentar lagi malem." ucap Arfan.


"Ya udah,hati hati di jalan!" ucap Nadira.


"Oke,gue balik dulu yah Rey." ucap Arfan pada Reyhan yang melihat ke arah na,namun ia sama sekali tidak melihat ke arah Sarah.


Arfan langsung menaiki mobilnya,tanpa berpamitan dengan Sarah, Reyhan dan Nadira pun sedikit heran dengan tingkah keduanya,karena yang mereka tau,Arfan dan juga Sarah berteman baik,tapi sejak saat tadi, mereka seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


Arfan pun mengendarai mobilnya, mereka melihat kepergian mobil Arfan yang mulai menjauh dari tempat tersebut.


"Sar,kamu sama Arfan nggak lagi musuhan kan?" tanya Nadira.


"Eemm,ada sedikit masalah,tapi kamu tidak perlu khawatir,itu hanya masalah kecil." ucap Sarah,ia tak mau Nadira juga Reyhan curiga.


"Eemm terus,kamu mau langsung pulang atau bagaimana?" tanya Nadira.


"A-aku langsung pulang aja kayaknya." ucap Sarah sedikit gugup,ia pun tak mau merepotkan Reyhan lagi jika ia harus menginap lagi di rumah nya.


"Ya sudah kalau begitu aku masuk ke dalam yah,aku mau mandi, lengket banget badanku nggak enak, Rey,aku masuk dulu." ucap Nadira sedikit gugup saat melihat ke arah Reyhan.


"Iyah." ucap Sarah.


Nadira pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah nya, sedangkan Reyhan dan Sarah langsung berjalan ke arah rumah nya.


"Kamu yakin mau pulang sekarang?" tanya Reyhan, mengingat kejadian semalam,saat Sarah akan bunuh diri.

__ADS_1


__ADS_2