
"Cerita nya panjang,dan sekarang aku nggak bisa jelasin semuanya karena aku juga harus buru buru ke rumah sakit nanti,dan lebih baik kita bicara di tempat yang lebih privat aja,gimana?" ajak Desi.
"Ya udah,nanti malem kita jemput kamu." ucap Nadira.
("Sepertinya ada hal serius yang mau Desi sampai kan, sebaiknya aku jangan banyak tanya dulu.") batin Nadira.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Desi, Reyhan langsung menghentikan mobilnya.
"Makasih yah Rey,Ra,udah mau nganterin." ucap Desi.
"Sama sama,nanti kita jemput jam setengah delapan malam yah." ucap Nadira.
"Iyah,kalian hati hati di jalan." ucap Desi,ia pun langsung masuk ke dalam rumah nya.
Sebelum berangkat,Nadira berpindah duduk di depan,di samping Reyhan, setelah itu Reyhan pun langsung mengendarai mobilnya.
"Ra,apa yang mau Desi bicarakan sama kita?" tanya Reyhan,karena ia hanya mendengarkan pembicaraan Nadira dan juga Desi dari tadi.
"Aku belum tau,tapi sepertinya dia mau membicarakan hal yang serius." ucap Nadira.
"Ya sudah,eemm mau mengobrol di mana nanti malam?" tanya Reyhan.
"Di cafe Seruni aja,nanti aku pesan privat room." ucap Nadira, Reyhan pun hanya mengangguk.
***
Sementara di tempat lain,terlihat Sarah baru saja pulang dari sekolah,saat ia masuk ke dalam rumah nya,ia melihat orang tuanya sedang duduk berdua, sepertinya mereka baru saja membicarakan hal yang serius.
"Ada apa ini?" tanya Sarah bingung.
Mereka hanya saling terdiam,dan itu malah semakin membuat Sarah bingung. "Kenapa pah?" tanya Sarah.
__ADS_1
"Untuk sementara,mama sama papa akan tinggal terpisah,kamu mau ikut papa atau mama?" ucap Dani.
"Hah,maksud papa apa,kalian ingin bercerai?" Sarah terkekeh mendengar nya.
"Entahlah,tapi untuk saat ini memang lebih baik begini, sampai mama kamu bisa menentukan pilihan nya, karena sampai saat ini mama kamu yang belum bisa menentukan pilihan nya,papa hanya memberikan dia ruang untuk berpikir." ucap Dani.
"Pilihan? maksud nya apa pah, pilihan apa?" Sarah masih belum mengerti.
"Papa hanya memberikan pilihan antara papa atau pria itu,sudah cukup selama ini papa diam dan membebaskan mama mu untuk bertindak semaunya,tapi saat ini kesabaran papa sudah habis,papa sudah tak sanggup lagi jika harus terus menerima kenyataan kalau mama kamu memiliki hubungan dengan pria lain." ucap Dani.
"Jadi, maksud papa,mama selingkuh?" Sarah membulatkan matanya,ia tak percaya dengan apa yang di katakan papa nya.
"Stop mas,kamu jangan kasih tau masalah ini, seharusnya sebagai orang tua kamu seharusnya bisa merahasiakan masalah ini,karena ini urusan kita berdua,Sarah nggak usah tau!" Sari membentak Dani.
"Kenapa? apa karena kamu malu dengan perbuatan mu sendiri, justru seharusnya kamu bisa menjaga harga dirimu sebagai orang tua,tidak sepantasnya kamu memberikan contoh yang tidak baik untuk anak kita." Dani tak mau kalah dari Sari.
"Aku kecewa sama mama,mama bukan hanya gagal jadi seorang ibu buat aku tapi mama juga sudah gagal jadi seorang istri,aku benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mama." Sarah berdiri, kemudian ia berlari ke arah kamar nya.
"Kamu dengar sendiri kan apa yang anak kita katakan! sebaiknya kamu bisa berpikir jernih,aku kasih kamu waktu satu bulan untuk berpikir, setelah itu kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau." ucap Dani,ia pun langsung pergi dari rumah.
Sarah menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur,ia menelungkup kan tubuhnya,ia menenggelamkan wajah nya sambil menangis, sungguh kepala nya terasa pecah kali ini,yang harus terus memikirkan masalah keluarga nya.
Beberapa saat Sarah menangis di bawah bantal,ia menumpahkan segala kesedihan nya, setelah cukup tenang, ia pun langsung duduk sambil menghapus air matanya.
Sarah menghela nafas panjang berkali kali agar ia bisa sedikit lebih tenang,dan setelah ia lebih tenang,Sarah pun langsung berdiri.
Sarah berniat untuk berganti pakaian,namun seketika ia berhenti saat baru saja membuka korslet yang menutupi bagian perut nya.
Kini perut nya sudah terlihat membesar,dan itu semakin membuat nya merasa bingung. "Aku harus bagaimana, semua nya terasa berat untuk ku, apakah aku akan siap melahirkan anak ku tanpa seorang ayah, hiks hiks hiks." Sarah menangis terisak,ia merasa hidupnya sangat hancur saat ini.
("Tapi aku harus tetap melahirkan anak ini,apa pun yang terjadi,karena dia tidak berdosa,aku yang akan menerima resiko nya,karena walau bagaimanapun dia adalah darah daging ku,aku akan menjaga nya dengan baik, walaupun mungkin papa akan kecewa dengan apa yang aku sudah lakukan.") batin Sarah.
__ADS_1
***
Sore Hari
Nadira sedang menyiram tanaman bunga di depan rumah nya menggunakan selang,ia begitu senang melakukan pekerjaan nya ini.
Namun saat ia sedang asyik menyiram sambil sesekali bersenandung tiba tiba ada sebuah mobil yang membunyikan klakson di depan rumah nya.
Tak lama kemudian, asisten rumah tangga nya pun langsung datang untuk membuka kan pintu gerbang,dan Nadira tentunya sangat tau mobil siapa yang datang tersebut.
"Arfan..." ucap Nadira pelan,ia memperhatikan mobil Arfan yang parkir di halaman rumah nya.
Arfan yang melihat Nadira pun langsung menghampiri nya. "Hei sayang,kamu sedang apa?" tanya Arfan.
"Aku lagi nyiram tanaman." jawab Nadira.
("Kebetulan Arfan kesini, sebaiknya sekarang aku harus bicara serius dengan nya,aku harus memutuskan hubungan ku dengan nya,karena kini aku sudah menikah dengan Reyhan,dan selain itu, ternyata aku baru sadar,aku menerima nya dulu hanya karena sebatas mengagumi ketenaran nya saja saat di sekolah,bukan karena cinta.") batin Nadira.
"Kenapa? apa ada yang aneh,? bagaimana kalau kita masuk dulu,biar enak ngobrol nya?" tanya Arfan,saat Nadira memperhatikan nya.
"Hmmm lebih baik kita ngobrol di bangku taman aja,gimana?" ucap Nadira,ia sadar kalau saat ini ia adalah istri orang,dan tidak mau memasukkan laki laki sembarangan ke dalam rumah nya.
"Eemm oke!" jawab Arfan, walaupun ia agak bingung.
Beberapa saat kemudian, mereka pun kini sudah berada di bangku taman, awalnya mereka hanya saling terdiam,namun Nadira mencoba untuk memberanikan diri memulai pembicaraan.
"Fan?" panggil Nadira.
"Iyah." jawab Arfan.
"A-aku." Nadira terlihat gugup,walau bagaimanapun ia merasa bingung harus kasih alasan apa.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih, gugup gitu, ngomong aja!" Arfan terlihat sangat penasaran.