Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
54.Mulai menata hati


__ADS_3

("Entah menyesal atau tidak,tapi yang pasti aku merasa beruntung karena mengenal mu, walaupun pertemuan kita terkesan singkat,namun yang pasti sepertinya tuhan tidak pernah salah dalam menentukan takdir.") batin Nadira.


"Kenapa malah diam,apa pertanyaan ku membuat mu tersinggung,atau ada yang salah? tanya Reyhan saat Nadira terdiam.


"Eemm sepertinya aku tidak perlu menjawab,karena jika aku menyesal,mungkin aku sudah pergi jauh sejak lama." ucap Nadira.


("Alhamdulillah yaa Allah, walaupun ia tak secara langsung berbicara jika dia menerima pernikahan ini,tapi mendengar jawaban dari nya membuat ku yakin,jika aku tak perlu khawatir lagi dan tak perlu meragukan nya lagi,semoga saja suatu saat nanti, akan tumbuh cinta di hati nya") batin Reyhan.


"Eemm Ra,maafin Abah yah,aku nggak tau kalau ternyata dia pesan kamar hotel buat kita,aku juga ngerti kok pasti kamu nggak nyaman tidur satu kamar dengan ku seperti ini." ucap Reyhan.


Yah, setelah makan malam bersama tadi, tiba tiba abah Reyhan memberi tahu jika ia sudah memesan satu kamar untuk mereka di sebuah hotel.


Mau tidak mau Reyhan dan Nadira pun harus menginap di sana karena mereka tak mau jika orang tua nya kecewa jika mereka menolak.


"Nggak papa kok,aku mengerti,mungkin mereka berharap lebih pada kita, aku sadar kok jika mereka memang tidak salah, hanya saja,aku yang masih belum siap." ucap Nadira.


"Jangan di paksakan jika memang belum siap,aku juga tidak akan memaksamu,yang paling penting sekarang adalah,aku sangat bersyukur karena kamu mau menerima ku menjadi suamimu,itu sudah cukup untuk saat ini." Reyhan menyibakkan rambut Nadira.


"Kamu mau bersabar kan, menunggu ku sampai lulus sekolah nanti?" ucap Nadira, sepertinya dia sudah mulai membuka hatinya.


"Aku akan siap menunggu sampai kapanpun,sampai kamu siap." Reyhan mengelus rambut Nadira,ia pun tersenyum.


("Sepertinya aku harus segera memikirkan cara untuk memutuskan hubungan ku dengan Arfan,walau Reyhan mengizinkan ku untuk melanjutkan dengan syarat yang dia bilang,tapi lebih baik jika aku menyudahinya saja.") batin Nadira.


"Mau tidur sekarang?" tanya Reyhan, Nadira pun mengangguk. "Ya udah kalau gitu,kamu tidur di sini yah,biar aku tidur di sofa." ucap Reyhan,ia takut jika Nadira tidak nyaman.


"Nggak papa kok,kalau kamu mau tidur di sini." ucap Nadira tiba tiba.

__ADS_1


Reyhan terkejut dengan ucapan Nadira,ia tak menyangka Nadira akan berkata seperti itu,namun perkataan Nadira sangat membuat nya bahagia, walaupun hanya sebuah ucapan,tapi itu berarti Nadira sudah mulai menerima nya.


"Terimakasih." ucap Reyhan sambil tersenyum.


Nadira pun membaringkan tubuhnya,di ikuti oleh Reyhan,kini mereka saling bertatapan,mata keduanya saling bertemu,mereka sedang menyatukan hati yang mulai terbuka, walaupun belum sepenuhnya,namun mereka akan tetap berusaha untuk bisa menjalani rumah tangga nya dengan baik mulai saat ini, sampai akhirnya mereka terlelap dengan sendirinya.


***


Pagi Hari


Pagi pagi sekali,Desi pamit kepada adiknya, untuk pulang ke rumah dulu,karena ia harus bersiap siap untuk berangkat sekolah, walaupun mungkin sebenarnya Adit ingin selalu di temani kakaknya,tapi ia pun harus mengerti dan tak boleh egois.


Setelah pamit,Desi pun langsung keluar dari ruangan tersebut, ketika ia sedang berjalan, seorang suster pun mengapa nya.


"Kok pulang nya sendirian sih,laki laki yang bersama mu semalam kemana? saya kira dia menghina juga di sini." ucap suster sedikit heran.


("Laki laki,siapa? padahal semalam aku kan sendirian ke sini.") batin Desi.


"Itu loh, yang badannya tinggi,pakai jas,eemm wajah nya ganteng juga sih walaupun mungkin bukan seusia mu tapi masih kelihatan muda." ucap suster.


"Mungkin suster salah orang,dia sepertinya keluarga pasien lain,bukan orang yang saya kenal sus." ucap Desi.


("Apa jangan jangan orang itu emang mau nanya nanya aja,dia kesini bukan untuk jenguk Adit,eemm sudahlah,lagian juga saya tidak perlu ikut campur urusan orang lain.") batin suster tersebut.


"Eemm Iyah kali, mungkin saya salah orang." ucap suster tersebut,ia tak mau memperpanjang.


"Ya udah,saya Titip Adit yah sus,saya mau pulang dulu." ucap Desi, suster tersebut pun hanya mengangguk.

__ADS_1


Setelah itu,Desi pun langsung berjalan ke arah luar, walaupun sebenarnya ia masih penasaran dengan laki laki yang di sebut oleh suster tadi,namun sepertinya ia sedang buru buru,ia takut kesiangan karena harus sekolah.


Desi pulang menggunakan ojek agar ia bisa cepat sampai rumah,ia sangat takut kesiangan karena sebenarnya ia bangun kesiangan tadi.


"Makasih yah bang,ini ongkos nya." Desi memberikan beberapa lembar uang pada tukang ojek tersebut, setelah itu ia langsung masuk ke dalam rumah nya.


Rumah minimalis yang terlihat sepi itu,kini jadi tak terurus semenjak adik nya harus di rawat di rumah sakit,apalagi akhir akhir ini,Desi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit untuk menemani adik nya.


Melihat rumah nya yang terlihat berantakan membuat tangan Desi gatal ingin segera membersihkan nya.


"Eemm kayaknya keburu deh nyapu sama ngepel dulu, soalnya ini udah kotor banget." ucap Desi saat melihat kondisi teras nya.


Tanpa pikir panjang Desi pun langsung menyapu dan juga mengepel rumah serta teras rumah nya, walaupun ia tak banyak menghabiskan waktu di rumah,tapi setidaknya ia ingin sekali melihat rumahnya rapi dan bersih.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga,aku harus siap siap ke sekolah sekarang." Desi mengelap keringat di dahinya, setelah itu ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak lama kemudian,ia pun selesai membersihkan diri nya, setelah itu ia langsung bersiap siap memakai seragam, menyisir rambut,dan memakai sedikit bedak bayi di wajah nya, setelah itu ia keluar dari rumahnya, sebelum itu ia tak lupa mengunci pintunya terlebih dahulu.


"Angkot nya mana sih lama banget." Desi melihat kanan kiri,ia menunggu angkutan umum yang lewat.


Tit...tit... tit...


Suara klakson mobil yang berhenti tepat di depan Desi, membuat nya terkejut.


"Mau saya antar?" tanya seorang pria di dalam mobil.


"Eemm tidak perlu,saya naik angkot aja." ucap Desi cuek.

__ADS_1


"Sepertinya kamu akan kesiangan kalau terus menunggu angkot yang lewat." ucap pria tersebut.


("Kayaknya Iyah juga sih,kalau aku nunggu angkot lebih lama lagi bakal kesiangan,tapi masa harus ikut dia sih,ini juga kenapa sih tiba tiba nggak ada angkot yang lewat.") batin Desi.


__ADS_2