
"Jangan jangan,nanti kamu pingsan lagi di jalan, lihat,muka mu pucat begitu,ayo cepat Arfan kenapa masih duduk saja!" Bu Ida tampak khawatir.
"I-iyah Bu." jawab Arfan,mau tidak mau ia pun harus menurut.
Sarah pun langsung berjalan ke luar,di antar oleh Arfan di samping nya,namun ketika sudah berada di luar kelas,Sarah pun menghentikan langkahnya.
"Lepaskan! aku tak sudi di sentuh oleh mu!" Sarah menghempaskan tangan nya,saat Arfan mencoba untuk membantu memapahnya.
"Jangan terlalu percaya diri Sarah,aku hanya mengikuti perkataan Bu guru,lagian bukan kah waktu itu kamu begitu menyukai sentuhan ku,bahkan kau selalu menginginkan lebih,hehehe." Arfan tertawa kecil.
"Diam! jangan bicara seperti itu lagi di depan ku,aku muak mendengar nya." Sarah menatap tajam ke arah Arfan.
"Wih wih wih,kenapa sekarang jadi galak begini,santai aja,aku nggak akan macam macam kok,ini kan di sekolah." Arfan berbisik ke telinga Sarah.
"Lebih baik kamu kembali ke kelas,aku bisa sendiri ke UKS!" Sarah mempercepat langkah nya.
Sementara Arfan,ia menghentikan langkahnya. "Ya sudah lagian aku sudah tidak berminat lagi dengan mu,aku sudah kenyang menikmati tubuh mu itu." gumam Arfan,ia pun langsung membalikkan tubuhnya dan kembali ke dalam kelas.
***
Tet...tet...tet...
Bel pulang pun berbunyi,para siswa telah bersiap siap membereskan buku-buku mereka ke dalam tas nya.
"Sebentar anak anak!" ucap Bu Neni.
"Iyah Bu." ucap murid dengan serentak.
"Jadi begini,dua Minggu lagi kita akan menghadapi ujian,tapi sebelum itu, sekolah kita akan mengadakan kemping,dan ini khusus untuk kelas dua belas agar kita bisa lebih bersemangat saat menghadapi ujian yang akan datang" ucap Bu Neni.
Semua murid langsung bertepuk tangan serentak, sepertinya mereka sangat senang dengan pengumuman kali ini, kemping adalah sebuah hiburan bagi sebagian murid yang menyukai keindahan alam.
"Kapan Bu?" tanya Suci.
"Karena besok hari Minggu,jadi kita akan pergi kemping hari Senin nya, semoga saja dengan belajar sambil bermain di sana,kita bisa lebih bersemangat dalam menjalani ujian." ucap Bu Neni.
"Kita teh berapa hari di sana Bu?" tanya Susi.
"Tiga hari,ibu minta kalian persiapkan diri masing-masing,eemm apa ada yang mau di tanyakan lagi?" ucap Bu Neni.
__ADS_1
"Tidak Bu!" ucap murid dengan serentak.
"Baiklah,kalau begitu,silahkan kalian pulang ke rumah masing-masing! ingat untuk mengganti seragam jika kalian ingin bermain di luar rumah." ucap Bu Neni.
"Baik Bu!" ucap semua murid.
Saat Bu Neni keluar dari kelas tersebut,para murid pun langsung keluar satu persatu, terdengar suara berisik dari beberapa murid yang sedang mengobrol sambil berjalan keluar.
"Euleh euleh, Susi teh seneng pisan bisa kemping lagi." ucap Susi sambil berjalan bersama empat sahabat nya,Reyhan,Desi, Nadira dan juga Suci.
"Iyah yah sus,eemm Rey,di sekolah mu yang dulu,kamu pernah ikut kemping nggak?" tanya Suci.
"Pernah,soalnya dulu aku ikut Pramuka di sekolah." jawab Reyhan.
"Wah nanti bisa minta tolong masangin tenda dong, soalnya aku kurang bisa bikin tenda." ucap Suci.
"Boleh,nanti aku bantu." ucap Reyhan ramah.
Terlihat Nadira dan juga Desi hanya memperhatikan mereka mengobrol sambil berjalan,entah kenapa mereka sedang memikirkan beberapa hal,Nadira maupun Desi mempunyai banyak pertanyaan yang sedang mengganjal di hati nya.
"Dira,Desi,kalian berdua ini kenapa sih diem aja dari tadi,kita bertiga teh pada heboh,eh kalian malah diem." Susi diam diam memperhatikan keduanya.
"Enggak kok,aku cuma lagi inget sama adik aku aja,eemm kayaknya aku pulang duluan yah,nggak papa kan?" ucap Desi.
"Kamu langsung ke rumah sakit?" tanya Susi.
"Nggak,aku pulang dulu ke rumah, soal nya baju ganti aku semuanya udah aku cuci tadi pagi di rumah,jadi,di rumah sakit udah nggak ada baju ganti lagi." ucap Desi.
"Des,kamu pulang bareng kita aja yah!" ajak Nadira.
"Ng-nggak usah,aku bisa naik angkot kok." jawab Desi sedikit gugup.
"Nggak papa Des,kita kan searah,kamu pulang bareng kita aja yah." ucap Reyhan.
("Duh gimana yah,tapi kalau aku nolak lagi, takut nya mereka malah curiga kalau aku ada apa apa,ya udah lah ikut aja.") batin Desi.
"Ya udah,aku ikut kalian." jawab Desi.
"Eemm ya udah atuh,ayo Ci kita yang nggak searah nggak di ajak." Susi menepuk pundak Suci.
__ADS_1
"Kalau kalian mau ikut juga boleh kok,nanti aku anterin dulu,gimana?" tanya Nadira.
"Hehehe bercanda,nggak kok,lagian aku teh kan di jemput, Suci juga sama." Susi terkekeh.
"Beneran?" Nadira merasa tidak enak.
"Iyah Ra,kita udah ada yang jemput." ucap Suci.
Tak lama kemudian, mobil yang menjemput Susi dan juga Suci pun datang.
"Tuh dia,baru aja di omongin mobilnya udah dateng." Susi menunjuk mobil yang menjemput nya.
"Yang jemput aku juga Dateng tuh,ya udah duluan yah." ucap Suci.
Susi dan Suci pun pulang terlebih dahulu, semenjak Nadira, Reyhan,dan Desi masih berada di sana.
"Pulang yuk!" ucap Reyhan.
Mereka pun langsung naik ke dalam mobil, Reyhan sengaja menyuruh Nadira untuk duduk di belakang agar menemani Desi.
"Nggak papa nih,kamu jadi kayak supir kita?" ucap Desi.
"Hehehe,siap nyonya,saya siap mengantar." ucap Reyhan sambil terkekeh.
"Dasar!" Nadira hanya geleng-geleng melihat keduanya.
Setelah di dalam mobil, Nadira melihat ke arah Desi.
"Des,apa ada yang kamu sembunyikan dari kita?" tanya Nadira tiba tiba.
"Ma-maksud nya?" Desi gugup.
"Aku melihat sikap mu berbeda, apalagi ketika melihat aku dan juga Reyhan, sebenarnya kamu kenapa?" tanya Desi.
("Duh gimana yah,apa aku bilang aja,kalau aku udah tau pernikahan mereka,tapi bagaimana kalau mereka jadi salah paham,atau malah marah,tapi aku yakin Nadira akan terus bertanya,aku juga sepertinya tidak bisa menyimpan ini terlalu lama lagi.") batin Desi.
"Eemm kalau kamu ada waktu,nanti malam kita ketemu,aku mau menjelaskan semuanya,hanya kita bertiga saja." ucap Desi.
"Kenapa nggak sekarang?" tanya Nadira penasaran.
__ADS_1
"Cerita nya panjang,dan sekarang aku nggak bisa jelasin semuanya karena aku juga harus buru buru ke rumah sakit nanti,dan lebih baik kita bicara di tempat yang lebih privat aja,gimana?" ajak Desi.