Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
63.Butuh Saran


__ADS_3

"Mbak Desi nggak kenapa-napa pak,dia hanya demam saja,sepertinya juga belum ada asupan makanan ke dalam perutnya,tapi agar kondisi nya cepat pulih sebaiknya malam ini mbak Desi di sini dulu, sampai kondisi nya kembali normal." ucap suster.


"Baik sus,kalau begitu saya titip Desi di sini sebentar,saya mau belikan makan di luar!" ucap Dani.


"Iyah pak, sekarang saya akan pindahkan mbak Desi ke ruang inap,nanti bapak tinggal menyusul saja,jika bapak tidak tau ruangan nya nanti bisa tanyakan ke petugas administrasi sekalian mengurus nya." ucap suster.


"Baik sus." Dani pun langsung berjalan ke luar untuk membeli makanan.


***


Nadira sedang bersandar di dipan kasur kamar nya,ia masih membayangkan kejadian tadi,ia masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya, padahal ini sudah malam,namun Nadira belum bisa memejamkan matanya.


Saat Nadira sedang melamun, tiba-tiba ponselnya berdering, ketika ia mengetahui siapa yang menelepon nya,Nadira pun langsung mengangkat nya.


"Assalamualaikum Ra?" ucap Reyhan di balik telpon.


"Waalaikumsallam." jawab Nadira.


"Kenapa pesan ku tidak di balas,aku sangat khawatir padamu?" tanya Reyhan.


"Maaf,aku tidak mendengar ada pesan masuk tadi." jawab Nadira.


"Kamu lagi melamun yah,kenapa belum tidur,ini sudah malam Ra?" tanya Reyhan lembut.


"A-aku." ucap Nadira,ia bingung harus menjawab apa,tapi sebenarnya ia juga butuh seseorang untuk mendengarkan apa yang ia rasakan saat ini.


("Apa aku ceritakan saja yah sama Reyhan,dia kan suami ku,aku juga butuh saran dari nya.") batin Nadira.


Suara Reyhan tidak terdengar lagi, entah kenapa, sedangkan Nadira masih melamun.


"Buka pintu gerbang nya Ra,aku ada di depan!" ucap Reyhan.

__ADS_1


Reyhan ternyata sangat khawatir dengan kondisi Nadira, sehingga ia pun langsung mendatang rumahnya.


"A-apa? kamu ada di depan?" Nadira langsung turun dari tempat tidur,ia berjalan ke arah jendela dan membuka gorden nya.


"Iyah,ayo buka pintu gerbang nya!" Reyhan melambaikan tangannya ke arah jendela kamar Nadira.


"I-iyah tunggu sebentar,aku ke bawah dulu, telponnya matiin yah!" ucap Nadira ia pun langsung bergegas ke depan.


Nadira membuka pintu rumahnya yang sudah terkunci, ia pun langsung berjalan ke depan untuk membuka pintu gerbangnya.


Namun saat Nadira menghampiri Reyhan,Reyhan terkejut melihat Nadira yang hanya memakai baju tidur dengan bahan tipis selutut yang memperlihatkan tubuhnya yang indah.


Untung saja Reyhan memakai jaket,ia pun langsung memakaikan jaket nya ke badan Nadira. "Lain kali jangan pakai baju seperti ini jika keluar rumah,aku hanya mengizinkan mu memakai pakaian seperti ini jika di kamar saja!" ucap Reyhan,ia memperingatkan.


"Ta-tapi kenapa?" tanya Nadira,ia gugup saat Reyhan memakaikan jaket ke badannya.


"Aku nggak rela orang lain lihat keindahan tubuh mu, karena hanya aku yang boleh melihatnya, ingat yah,ayo masuk!" Reyhan mencolek hidung Nadira, setelah itu merangkul pundak nya sambil berjalan ke dalam rumah.


"Mama sama papa udah tidur?" tanya Reyhan saat melihat rumah sepi.


"I-iyah." ucap Nadira gugup.


Reyhan pun melihat Nadira yang sepertinya canggung saat ia rangkul seperti itu,ia pun langsung melepaskan tangannya saat sudah sampai di dalam rumah.


"Aku hanya takut kamu kedinginan di luar tadi." ucap Reyhan.


Nadira pun tidak menjawab,ia masih menunduk. "Nggak papa kan aku nginep di sini?" tanya Reyhan.


"Nginep?" Nadira terkejut.


"Iyah,memang nya kenapa,ini kan sudah malam,masa aku harus pulang lagi ke rumah?" Reyhan mencari alasan.

__ADS_1


"Ya udah boleh,ayo!" Nadira berjalan terlebih dahulu ke kamar nya, sementara Reyhan mengikuti nya sambil tersenyum, entah kenapa ia merasa senang melihat Nadira yang sedang salah tingkah seperti itu.


Kini mereka pun sampai di dalam kamar, Nadira duduk di sofa,di ikuti oleh Reyhan di samping nya, awalnya mereka hanya terdiam karena bingung harus bagaimana memulai pembicaraan nya.


"Kalau kamu nggak keberatan,boleh aku tau sebenarnya ada apa, antara kamu dan Desi tadi,apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Reyhan serius.


("Mungkin ini saatnya aku untuk menceritakan semuanya pada Reyhan,aku hanya ingin dia memberikan saran,karena aku sangat bingung sekarang, bingung sebenarnya apa yang aku rasakan,kenapa hatiku bisa sakit saat mengetahui sahabat ku tidur dengan Arfan,apa aku masih ada perasaan pada Arfan,atau aku hanya kecewa pada sahabat ku sendiri.") batin Nadira.


Karena Nadira ingin semua nya cepat selesai,ia pun menceritakan semuanya pada Reyhan,dari mulai Desi yang memberitahunya kalau ia bekerja menjadi wanita malam untuk membiayai pengobatan adik nya.


Reyhan terkejut mendengar kebenaran nya,ia pun tak menyangka jika ternyata Desi bisa terjerumus dalam pekerjaan itu, padahal ia melihat Desi adalah wanita yang sangat baik.


Namun Reyhan pun mengerti saat Nadira memberi tahu apa sebabnya, walaupun Reyhan juga tak membenarkan apa yang di lakukan Desi sekalipun itu untuk kebaikan.


"Tapi bukan hanya itu yang membuat aku kecewa Rey." ucap Nadira setelah memberi tahu Reyhan.


"Lalu? tanya Reyhan penasaran.


"Ternyata Desi sudah tidur dengan Arfan,hiks hiks hiks." Nadira menangis terisak.


Reyhan tak tau harus bagaimana,namun untuk menenangkan Nadira,ia pun memeluk Nadira dengan penuh kasih sayang sambil mengusap rambut nya.


"Aku nggak tau kenapa hati ku sakit saat Desi mengatakan itu Rey,hatiku sakit, hiks hiks hiks." Nadira bersandar di dada bidang Reyhan sambil di peluk.


"Apa kamu masih punya perasaan sama Arfan?" tanya Reyhan tiba-tiba.


Nadira terdiam,ia juga tak tau apa yang sebenarnya ia rasakan,namun entah kenapa ia merasa sedikit lega saat sudah menceritakan semuanya pada Reyhan.


"Kamu tidak perlu menjawab nya,tapi aku akan pastikan bahwa hatimu tidak lagi untuk nya,aku yakin itu." ucap Reyhan tiba-tiba.


Entah kenapa Reyhan sangat yakin,jika Nadira tidak lagi mencintai Arfan,namun walaupun tidak benar,ia sudah bertekad akan membuat Nadira menjadi milik nya seutuhnya,karena ia tidak rela jika Nadira jatuh ke tangan pria seperti Arfan.

__ADS_1


"Ada aku di sini,kamu tidak perlu khawatir,aku tak akan pernah membuat mu kecewa,aku berjanji akan menjaga mu, yang sudah terjadi, biarlah terjadi,tapi yang pasti aku akan melindungi mu dari siapapun, semoga dengan adanya kejadian ini,kamu menjadi sadar bahwa Arfan bukan laki laki yang baik untuk wanita baik seperti mu." Reyhan mengelus rambut Nadira.


__ADS_2