Bukan Pacar Rahasia

Bukan Pacar Rahasia
62.Demam


__ADS_3

"Sama sama Des,yang penting kamu nggak papa kan." Dani merasa lega melihat kondisi Desi sekarang.


"Des? dari mana om tau nama asliku?" tanya Desi,ia merasa heran karena Dani tau nama aslinya.


"Sa-saya..." ucap Dani pelan.


"Jangan bilang, kalau selama ini om mencari tau tentang ku!" Desi curiga dengan Dani.


"Sebentar,saya akan jelaskan semuanya,tapi saya mohon,kamu jangan berpikiran macam-macam,saya hanya ingin lebih mengenalmu,itu saja!" ucap Dani.


"Katakanlah!" ucap Desi,ia ingin mendengar penjelasan Dani.


Dani menjelaskan semuanya,saat ia mengikuti Desi waktu itu ke rumah sakit,dan tak sengaja suster menceritakan tentang Desi yang kebetulan ada di sana saat ia masuk ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


"Jadi,om sudah tau?" Desi terkejut mendengar cerita Dani.


"Yah,dan saat saya tahu semuanya,entah kenapa saya semakin ingin lebih mengenal mu,saya tak tau kau mau percaya atau tidak,namun jujur saja,saya tidak bisa melupakan mu begitu saja." Tatapan Dani lembut.


"Aku tak tahu harus menjawab apa,tapi jujur saja aku malu jika kau sudah mengetahui latar belakang ku,bahkan aku sendiri malu dengan itu." Desi tersenyum getir.


"Kau tak perlu malu,karena justru aku bangga dengan mu,kamu sanggup menjalani kehidupan tanpa orang tua,dan itu memang tidak mudah." ucap Dani.


"Aku bahkan malu dengan diri ku sendiri,dan mungkin om cuma kasihan padaku." ucap Desi.


"Kamu nggak apa-apa kan?" Dani khawatir melihat Desi.


"Aku nggak papa om,lebih baik om pulang saja, terimakasih sudah mengatakan ku!" Desi memijit pelipisnya yang terasa pusing.

__ADS_1


Desi terlihat sangat lemas, karena memang ia belum makan dari siang,saat tadi di restoran pun,ia tak memakan apapun karena kejadian nya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan.


Wajah Desi memerah, keningnya pun berkeringat, membuat Dani semakin khawatir.


"Badanmu panas sekali,kita ke rumah sakit yah!" Dani menempelkan tangannya di kening Desi.


"Nggak usah om,aku baik baik saja." Desi menolak, namun sepertinya ia sudah tak kuat menahan tubuhnya.


Desi yang awalnya ingin berdiri, ternyata ia tak cukup kuat untuk menopang tubuhnya, akhir ia pun ambruk ke lantai,Dani yang melihatnya pun menjadi panik.


Dani membantu Desi bangun,karena Desi yang sudah sangat lemas,ia pun hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Dani.


Karena takut Desi kenapa-napa,Dani pun berniat membawa Desi ke rumah sakit,ia pun membopong tubuh Desi ke dalam mobil nya,dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,Dani pun sampai di rumah sakit,ia langsung membawa Desi ke ruang UGD,dan kebetulan suster yang waktu itu sempat bertemu dengan Dani pun ada di sana,karena Dani membawa Desi ke rumah sakit tersebut,ia pun langsung menangani Desi.


"Mbak Desi nggak kenapa-napa pak,dia hanya demam saja,sepertinya juga belum ada asupan makanan ke dalam perutnya,tapi agar kondisi nya cepat pulih sebaiknya malam ini mbak Desi di sini dulu, sampai kondisi nya kembali normal." ucap suster.


__ADS_2