Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Sintia bangun dari tidurnya dan waktu sudah menunjukkan pukul dua sore, saat Sintia bangun ternyata om Bagaskara sudah tidak ada di samping, Sintia turun dari ranjang dan turun ke bawah tetapi saat sampai di ruang tamu terasa sepi


"Zahra". panggil Sintia


"Zahra". Sintia memanggil zahra lagi dan menuju dapur tetapi Zahra tidak ada di sana


"Zahra kamu dimana". panggil Sintia lagi


"aneh kenapa rasanya sepi sekali kemana semua orang". monolog Sintia lalu mengambil minuman kaleng di kulkas kemudian mengambil cake dan duduk di kursi lalu Sintia memakan cake itu


Sintia mengambil ponselnya dan menghubungi Zahra tetapi tidak di angkat oleh Zahra kemudian Sintia mencoba menghubungi Thomas dan lagi lagi juga tidak di angkat oleh Thomas.


"coba telepon om Bagaskara". monolog Sintia


"berdering". ucap Sintia


"di tolak, tumben sekali om Bagaskara tidak mengangkat telepon dariku". ucap Sintia lalu meletakkan ponselnya di meja makan


setelah selesai Sintia berjalan menuju kolam renang dan duduk di pinggir kolam renang, Sintia memainkan air kolam


ting


"Om Bagaskara"


nanti jam tujuh malam ada yang akan menjemputmu dan pakailah baju yang saya letakan di atas nakas"


Sintia membaca pesan itu sambil mengkerutkan keningnya


"om Bagaskara mau mengajak ku kemana". monolog Sintia


^^^"Anda"^^^


^^^baik om^^^


"seperti enak untuk berenang". ucap Sintia lalu menuju kamarnya dan memakai pakaian renang, setelah memakainya Sintia langsung kembali ke kolam renang dan langsung masuk ke kolam renang


"hmmm segarnya". monolog Sintia


setelah selesai berenang Sintia kembali ke kamarnya dan langsung membersihkan dirinya, Sintia melilitkan handuk di tubuhnya dan mengambil paper yang berada di atas nakas dan mengambil dress berwarna hitam


Sintia meletakan dress itu di ranjang dan berjalan menuju meja rias, Sintia mengambil lotion dan mengaplikasikan di tangan dan kakinya. selanjutnya Sintia memakai pelembab di wajahnya kemudian Sintia mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang belum kering.


Sintia mengambil dress itu dan memakainya setelah memakainya Sintia bercermin di depan cermin.

__ADS_1


...



contoh dress yang di pakai Sintia...


"dulu aku begitu malu mengenakan pakaian seperti ini tapi sekarang aku berpakaian minim bahkan fotonya yang memakai bikini tercetak di majalah dan tersebar di media sosial.


Sintia yang tidak ingin memakai make up tebal lebih memilih memoles sedikit wajahnya. Sintia mengambil tasnya dan keluar ternyata seseorang yang di tugaskan om Bagaskara sudah berada di depan mansion.


"silahkan masuk nona". ucap supir itu


setelah Sintia masuk supir itu menjalankan mobilnya sedangkan Sintia menatap jalanan


ting


*om Bagaskara*


sudah di perjalanan


^^^*Anda*^^^


^^^sudah om, memang ini mau kemana^^^


*om Bagaskara*


^^^*Anda*^^^


^^^baiklah om^^^


setelah membalas pesan dari Bagaskara, Sinta memasukan ponselnya ke dalam tas yang dia bawa. mobil itu memasuki sebuah taman yang sangat luas. setelah mobil berhenti Sintia turun dari mobil dan menatap ke sekeliling yang terlihat sepi.


"pak ini tidak salah tempat". tanya Sintia


"tidak nona ink ada pesan untuk nona". supir itu memberikan sebuah kertas


...*ikuti panah merah*...


setelah membaca pesan itu Sintia mencari sebuah panah merah saat menemukannya Sinta langsung mengikuti setiap tanda panah merah hingga di sampai di sebuah danau yang sangat gelap hanya ada cahaya bulan. Sintia mulai mengantuk tengkuknya karena takut tetapi saat di akan membalikkan badannya lampu yang ada di sama menyala.


Sintia melihat om Bagaskara kata keluar dari balik pohon dengan membawa kue ulang dengan angka 27 serta di ikuti Zahra, Thomas dan para pelayan yang ada di mansionya. Bagaskara menginginkan senyumannya saat melihat Sintia yang masih terdiam.


"kenapa melamun". tanya om Bagaskara

__ADS_1


"jadi kalian semua ada di sini". tanya Sintia


"iya nona kami semua membantu tuan Bagaskara menyiapkan ulang tahun nona". jawab Zahra


"buat harapan dan tiup lilinnya". ucap Bagaskara


"aku ingin hidupku seperti tujuh tahun yang lalu". do'a Sinta dalam hati lalu meniup lilinnya dan di iringi tepuk tangan oleh semua orang


"selamat ulang tahun nona, semoga do'a yang nona ucapkan bisa terkabul". bisik Zahra sambil memeluk Sintia dan di balas oleh Sintia


"selamat ulang tahun nona". ucap serempak para pelayan


Zahra mengambil kue dari tangan tuan Bagaskara.


"silahkan kalian nikmat hidangan yang ada di sini". perintah Bagaskara


"siap tuan".


Sintia terseyum saat melihat kebahagiaan mereka di setiap ulang tahunnya Karena setiap dia ulang tahun om Bagaskara selalu merayakan ulang tahun bersama orang orang yang ada di mansion.


"terima kasih om". ucap Sintia


"tidak e berterima kasih bukannya setiap ulang tahun mu kita merayakannya." ucap Bagaskara


"hadiah kali ini om sudah mengurus semua tentang mu di dunia model agar dua hari lagi kita bisa kembali di Indonesia dan saya sudah menyuruh orang untuk membersihkan apartemen dan juga mengisi keperluan dapur agar saat sampai tinggal di tempati". ucap Bagaskara


"benarkah om dua hari lagi pulang ke Indonesia". tanya Sinta dengan binar bahagia dan di anggukan oleh Bagaskara


Bagaskara dapat melihat kebahagiaan di mata Sintia saat mendengar akan kembali ke Indonesia


"semoga saja saat di Indonesia kamu tidak bertemu dengan orang orang yang ada di masa lalu mu sehingga membuat mu sedih Sintia dan untuk kakakmu aku sudah membereskannya tujuh tahun lalu". monolog Bagaskara dalam hati


malam itu mereka semua menikmati pesta ulang tahun termasuk Sintia yang juga menikmati pesta itu dengan senyuman tidak seperti tahun tahun sebelumnya yang hanya melihat mereka menikmati pesta. saat sudah sampai di mansion Bagaskara melihat Sintia yang tertidur nyenyak di sampingnya.


"Zahra tolong buka pintunya biar saya mengendong Sintia". perintah Bagaskara pada Zahra


"baik tuan". Zahra langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mansion dan kamar Sintia


Bagaskara mengendong Sintia, setelah sampai di kamar Bagaskara meletakan Sintia dengan pelan di atas ranjang lalu melepas heels Sintia dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Sintia. Bagaskara keluar dari kamar Sintia dan masuk ke ruang kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang harus Bagaskara selesaikan. setelah Bagaskara keluar Zahra masuk ke kamar Sintia dan meletakan tas Sintia di meja rias. Setelah meletakkan tas Zahra memilih keluar dan masuk ke kamarnya.


Zahra merebahkan tubuhnya di ranjang


"hari ini aku melihat kebahagiaan di mata nona saat tuan mengatakan mereka akan kembali ke Indonesia". monolog zahra

__ADS_1


Zahra mengambil ponselnya dan menghubungi orang tuanya lalu mengatakan bahwa dia akan kembali ke Indonesia, Oran tua Zahra sangat bahagia saat anaknya akan pulang karena sudah hampir enam tahun Zahra berada di London


__ADS_2