
Tujuh tahun kemudian
Ilham dan istrinya beserta si kembar sedang menuju ke pesantren milik orang tau Ning Aida karena hari ini ada acara kelulusan santri, Ilham sebagai salah satu guru di sana tentu saja mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut. Mobil Ilham memasuki area pesantren.
"Ehsan Sahal". Teriak seseorang anak laki laki yang menghampiri mereka
"Gus Fathan". Ucap Eshal
"Gus Farhan juga ada di sini". Tanya Eshal
"Iya tentu karena di sini rumah kakek dan nenek jadi kalau ada acara Fathan pasti ada di sini". Jawab Fathan
Ilham dan Sintia terseyum saat melihat mereka berinteraksi
"Assalamualaikum Tante om". Ucap Fathan
"Waalaikumussalam Gus Fathan". Jawab Ilham dan Sintia secara serempak
"Panggil Farhan saja". Ucap Farhan yang tidak suka jika di tambahi Gus
"Om Tante Farhan ajak Ehsan dan Eshal main ya". Ucap Fathan
"Boleh". Jawab Ilham
"Ayo". Ajak Fathan
"Abang Eshan ayo". Ajak Eshal
"Abang mau ikut Abi saja". Jawab Wahan
Eshal menatap kedua orang tuanya dan saat mendapatkan anggukan eshal terseyum dan mengikuti langkah Gus Farhan. Ilham dan Sintia berjalan memasuki aula acara
"Assalamualaikum Gus Ning". Ucap Ilham dan Sintia secara bersamaan
"Wassalamu'alaikum". Jawab Ning Aida dan Gus Ilham
"Hay Ehsan". Sapa Ning Aida
"Eshal mana". Sambung Ning Aida
"Dibawa gus Fathan". Jawab Eshan singkat
"Acara sudah mau di mulai ayo duduk". Ajak gus Maulana
Mereka semua duduk di tempatnya masing-masing sedangkan Ning Aida mencari putranya yaitu fajar, bukan tanpa alasan Aida mencari putranya karena fajar sangat mirip seperti Gus Maulana yang begitu nakal saat masih kecil. Saat ini yang Aida takutkan adalah fajar bertemu dengan Eshal dan berujung membuat Eshal menangis.
__ADS_1
"Cari siapa istriku". Tanya gus Maulana saat melihat istrinya seperti mencari sesuatu
"Cari fajar mas". Jawab Ning Aida
" Mungkin dia bersama teman temannya". Jawab Gus Maulana
"Mas aku hanya takut fajar menjaili Eshal kamu tau anak itu senang sekali membuat Eshal menangis". Ucap Aida
"Kang tolong Carikan fajar jika bertemu segera suruh kemari". Ucap Gus Maulana pada seorang pengabdi ndalem
"Iya Gus". Jawabnya
"Sudah jangan khawatir sebentar lagi fajar kesini". Ucap gus Maulana dan Ning Aida menanggukan kepalanya
sedangkan di tempat lain Gus Fathan sedang mengajak Eshal duduk di depan ndalem.
"Eshal tunggu sebentar ya". ucap Gus Fathan
"iya Gus". jawab Eshal
Eshal menatap langit yang begitu cerah dan tiba tiba dia merasakan ada seseorang mengendongnya.
"Gus fajar turunkan Eshal". ucap Eshal sambil memukul pundak Gus fajar
"Eshal gak mau sama fajar Eshal maunya sama Gus Farhan hiks hiks". ucap Eshal
"karena Gus fajar suka jahatin Eshal". jawab Eshal dan akan turun dari saung tapi fajar mencegahnya
"ya karena Eshal sukanya main sama Fathan" jawab Gus fajar
Eshal yang masih menangis berusaha mengelap air matanya
bugh
"Abang jahat kenapa Abang suka buat Eshal nangis". ucap Gus Fathan sambil memukul lengan Abang
"ayo Eshal". ajak Gus fathan dan mengandeng tangan Eshal tapi fajar menahan satu tangan Eshal
"Abang lepas lihat eshal semakin menangis, kalau gak di lepas eshal laporin ke abi dan umi". ancam Fathan
"tidak takut". jawab fajar sambil mengeluarkan sebuah gelang dan di pasang di tangan Eshal
"Gus fajar". panggil seseorang
"iya kang Ahmad". jawab fajar dan menghadap ke kang Ahmad
__ADS_1
"Gus fajar di suruh ke aula".
"baik kang, kang Ahmad duluan saja". jawab fajar
"iya Gus".
saat fajar membalikan badannya ternyata sudah tidak ada adiknya dan juga Eshal. akhirnya fajar berjalan menuju aula saat sampai di Aula fajar melihat Eshal yang sudah duduk di pangkuan bundanya dan fajar melihat gelangnya yang di pakaikan tadi.
"Abang dari mana". tanya Gus Maulana
"dari kolam". jawab fajar
"ngapain". tanya Gus Maulana
"lihat ikan abi". jawab fajar
"lihat ikan atau membuat Eshal menangis". ucap Gus Maulana dan fajar hanya tersenyum
fajar menatap adiknya yang sedang menjulurkan lidahnya
"sudah perhatikan jangan ribut". ucap Gus Maulana.
mereka hidup bahagia dengan keluarganya masing-masing. ustad Ilham bersama Sintia serta ketiga anaknya putra pertama Muhammad Arifin anak dari almarhum istri pertama Ilham lalu mereka berdua memiliki si kembar yang di beri nama Ehsan Muhammad Kabir dan Eshal Latifah Shanum, kehadiran si kembar membawa kebahagian dalam keluarga mereka
sedangkan Ning Aida hidup bahagia bersama suaminya walaupun awalnya Sintia terpaksa menikah dengan Gus Maulina dan mereka memiliki tiga anak, anak yang pertama di bernama Muhammad fajar, yang kedua Fatimah Jasmine dan yang ketiga Muhammad Fathan Ibrahim.
bonus Visual
...visual Eshan umur tujuh tahun...
...visual Eshal tujuh tahun...
...visual Fajar empat belas tahun...
...visual Fathan delapan tahun...
...visual Fatimah dua belas tahun...
__ADS_1