Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Welcome Indonesia


__ADS_3

sepatu Sintia yang berjalan di bandara Soekarno Hatta seakan akan mengema di sana. Sintia, Bagaskara dan Zahra sudah berada di Indonesia. berita kedatangan model yang sangat cantik dan body yang di inginkan semua orang menyebar bak wabah sehingga banyak wartawan yang sudah menunggu kedatangan mereka di luar Bandara.


Bagaskara yang melihat itu langsung mengisyaratkan kepada anak buahnya untuk berjaga jaga, sesampainya di luar Bandara Sintia sudah di kelilingi oleh banyak warta.


"mba Sintia datang ke Indonesia untuk menetap atau hanya berlibur". tanah wartawan


"menetap". jawab Sintia


"apa tidak rugi meninggalkan London sedangkan disana karir mba Sintia sedang melejit".


"tidak karena saya yakin saya juga bisa membangun karir saya di Indonesia lagian asal saya dari Indonesia". jawab Sintia


"maaf untuk semaunya kami baru datang jadi kalian bisa melakukan wawancara di lain hari karena kami butuh istirahat". ucap Bagaskara


Bagaskara membawa Sintia ke dalam mobil dan saat sudah berada di dalam mobil Sintia bisa bernafas lega, yang semua orang tahu Bagaskara adalah manajer Sintia tanpa mereka ketahui bahwa Bagaskara dan Sintia memiliki hubungan sebagai penghangat ranjang.


untuk Zahra, Bagaskara sudah menyuruh anak buahnya untuk mengantar Zahra ke rumahnya. setelah sampai di apartemen Sintia langsung merbahkan tubuhnya di ranjang.


"tidak di London atau di Indonesia sama saja , wartawan selalu genjar mencari berita". monolog Sintia


"itu sudah wajar karena itu tugas mereka". ucap Bagaskara


"tapi om bisakan menunggu hari besok tidak perlu terburu buru apalagi baru keluar dari bandara". ucap Sintia


"saya akan pulang ke rumah, nanti sore Pelayan akan datang sedangkan Zahra satu minggu lagi karena orang tua masih rindu padanya". ucap Bagaskara


"hmmm". gimana Sintia yang menutup matanya


sedangkan di sebuah warung para ibu ibu sedang bergosip dan menonton tv yang menayangkan berita Sintia si model hot akan tinggal di Indonesia


"hey ibu ibu aku juga ingin anakku bisa menjadi model seperti Sintia itu pasti duitnya akan banyak". ucap Bu Maryam

__ADS_1


"tapi bu anak ibu kan pakai baju muslim masak mau ibu suruh menjadi model seperti Sintia yang hanya menggunakan dalaman saja (yang di maksud adalah bikini)". jawab Bu Lastri pemilik warung


"iya pasti itu Sintia juga tidak suci apalagi aku lihat manajer laki laki pasti udah sering di tidur tuh". ucap Bu janah yang iri pada setiap model karena anaknya gagal menjadi model


"hus Bu janah jangan gitu belum tentu yang ibu bicarakan benar kan belum tentu Sintia seperti yang ibu katakan". ucap Bu Minah


"pasti Bu Jannah ini irikan karena setiap ada gosip model ibu bilang begitu karena iri anak ibu tidak bisa jadi model". goda Bu tuminah


"enak saja siapa yang iri, lihat itu Sintia foto fotonya yang beredar hanya pakai dalaman saja". jawab Bu Jannah yang tidak terima di katakan iri


"tapi Sintia itu model yang banyak prestasinya di London pasti di Indonesia juga akan banyak prestasi". ucap Bu Lastri


"iya itu aku fansnya, andai anak ku tidak memakai pakaian Muslim sudah aku jadikan model". ucap Bu Maryam


"sebaiknya seorang Muslim adalah menutup auratnya ibu ibu". ucap Ilham yang mendengar percakapan ibu ibu itu


"eh ustadz Ilham calon mantu, kapan nih melamar anak saya si Aisyah, Aisyah itu pintar agama Lo pak ustadz apalagi dia juga guru ngaji pasti bakalan bisa mendidik Ari". ucap Bu Maryam


"sudah sudah, ustadz Ilham mau cari apa". tanya Bu Lastri


"cari kangkung sama tempe Bu Lastri". jawab ustadz Ilham


"buruan nikah ustadz biar ada yang Masakin". goda Bu Lastri


"belum ada yang bisa geser posisi ibunya Ari". jawab ustadz Ilhan dan matanya tidak sengaja menatap ke arah tv yang menyiarkan berita tentang Sintia dan saat itu juga ustadz Ilham langsung memalingkan wajahnya


"astaghfirullah, kenapa kamu berubah seperti itu Sintia dulu aku kenal dengan mu bukan seperti itu sekarang banyak foto foto mu yang memakai pakaian yang tidak layak di lihat banyak orang". monolog Ilham dalam hati


"ini ustad Ilham kangkung dan tempenya". ucap Bu Lastri sambil menyerahkan belanja ustad Ilham


"berapa Bu". tanya Ilham

__ADS_1


"delapan ribu". jawab Bu Lastri


"ini Bu". ustadz Ilham Menyerahkan uang pas.


"assalamualaikum ibu ibu". ucap ustadz Ilham


"waalaikumussalam ustadz". jawab ibu ibu


setelah kepergian ustadz Ilham mereka kembali bergosip terutama Bu Jannah dan Bu Maryam yang saling adu mulut tentang anak siapa yang lebih panas menjadi istrinya ustadz Ola sedangkan ibu ibu yang lain hanya jadi penonton.


"Bu Jannah Bu Maryam sebaiknya jangan terlalu menghayal karena sudah banyak gosip yang beredar bahwa ustadz Ilham dekat dengan Ning Aida". ucap Bu Lastri


"Ning Aida anak kiyai Usman pemilik pesantren Ar Rahman". tanya Bu Maryam


"iya, saya sering lihat ustadz Ilham berkunjung ke ndalem dan sempat mengobrol ta'aruf dengan kiyai Usman". jawab Bu Lastri


"Bu Lastri benaran ini gak bohongkan". tanya Bu Jannah


"tidak Bu , waktu itu saya dengar saat mengantarkan belanjaan umi Khadijah, kali sudah bahas ta'aruf pasti untuk Ning Aida mau siapa lagi anak kiyai Usman yang perempuan hanya Ning Aida yang lain laki laki". jawab Bu Lastri


"saya percaya dengan omongan Bu Lastri soalnya saya juga sering lihat Ning Aida mengantarkan Ari pulang dan jika ada keperluan di pesantren pasti Ning Aida yang memanggil ustadz Ilham kan selama ini yang kita tau jika kiyai Usman ada keperluan dengan ustadz lainnya pasti menyuruh santri putra". timpa Bu Minah


"sangat ingat waktu itu juga saya ketemu sama Ning Aida, terus saya tanya Ning mau nikah sama ustadz Ilham dan jawaban Ning Aida do'akan saja Bu". sambung Bu Minah


"pasti ustadz Ilham juga tidak akan menolak nikah dengan Ning Aida apalagi dia masih sepupu almarhum istrinya ustadz Ilham dan sudah jelas Ning Aida dari keluarga yang baik baik". ucap bus Lastri


namanya ibu ibu kalau sudah berkumpul pasti bergosip sedangkan Ning Aida yang lewat tidak sengaja mendengar obrolan ibu ibu itu tersenyum saat mereka mengatakan bahwa ustadz Ilham akan menikah dengan dirinya, Ning Aida juga tidak lupa menyapa mereka dan para ibu ibu membalas sapaan Ning Aida serta menghentikan obrolan mereka saat tau yang menyapa mereka adalah orang yang menjadi bahan gosip mereka.


di balik cadar yang Aida gunakan senyumnya tidak luntur sama sekali saat memasuki pesantren dan menuju ndalem, Aida ingin meminta kepada abahnya untuk menjodohkannya dengan ustadz Ilham karena selama ini dia ustadz berusaha mengambil hati ustadz Ilham tetapi tidak di lirik sama sekali. jadi Aida pikir jika abahnya yang meminta maka ustadz Ilham pasti tidak akan menolak karena selama ini ustadz Ilham selalu mengikuti perintah abahnya.


sesampainya di ndalem Aida mencari Abah dan uminya terapi tidak menemukan mereka lalu ada pengabdi ndalem yang menemuinya dan mengatakan pada Aida bahwa orang tuanya ada kunjungan ke pesantren yang ada di Jawa barat selama dua minggu. Aida yang mendengar itu menggelar nafasnya dan terpaksa menunda menyampaikan ke inginnya

__ADS_1


__ADS_2