
..."untuk Mas Ilham...
...mas hatiku sakit dan hancur saat dirimu lebih memilih dengan wanita lain, aku sangat mencintaimu sejak duduk di bangku SMA tetapi kamu hanya menganggapku sebagai adikmu, ini perasaan ku padamu mas. aku harap ketika mas membaca dan menerima surat ini mas sudah menikah dengan perempuan yang ingin mas nikahi yaitu Sintia. mas aku punya satu rahasia yang sulit aku katakan dan maafkan aku mungkin setelah mas membaca surat ini mas akan kecewa padaku....
...sakit hati yang aku alami ketika mas melamar Sintia membuat mu gelap mata, seminggu sebelum pernikahan mas dan Sintia aku mendengar bahwa kakaknya Sintia terlilit hutang dan tau mas apa yang aku lakukan saat mendengar itu. aku yang sangat ingin menikah dengan mu, aku menyarankan pada kakaknya Sintia untuk menjual Sintia ke rumah bordil dan itu semua di setujui oleh kakaknya bahkan aku meminta untuk mengatakan pada keluarga mu bahwa Sintia menjual dirinya demi hidup enak hingga akhirnya keluarga mu percaya dan kita menikah. aku sangat senang saat kita sudah menikah tetapi aku harus berjuang untuk mendapatkan cintamu, satu tahun perjuangan akhirnya kamu mencintai ku tetapi saat kamu mencintai ku, bayang bayang Sintia menghantuiku mas dan sejak saat itu hidupku di penuhi rasa bersalah dan tidak ada ketenangan karena saya menghancurkan hidup orang lain. hingga akhirnya setiap malam aku berdo'a agar kalian di persatukan kembali dan saat kehamilan ku masuk ke delapan bulan aku menceritakan apa yang aku lakukan pada Sintia kepada orang tuaku maupun orang tuamu mas tetapi aku tidak berani berkata jujur padamu karena takut kamu membenciku....
...mas maafkan dan ampunilah aku jika kamu sudah membaca surat ini, maafkan aku telah. menghancurkan masa depan calon istrimu....
...aku tulis surat ini sebelum aku melahirkan karena aku tau aku tidak bisa bertahan, sebenarnya dokter mengatakan jika aku mempertahankan kandungan ini karena berakibat pada nyawaku tetapi aku memilih mempertahankan bayi ini, mungkin itu adalah karma untukku atas apa yang aku lakukan pada Sintia...
...salam maaf dari Kania"...
setelah membaca surat itu Ilham memijat dahi karena bingung harus bereaksi seperti apa karena masih tidak menyangkal Kania yang pendiam seperti itu bisa melakukan hal gila itu karena cinta.
"ya Allah Kania apa yang kamu lakukan". monolog Ilham
"kenapa kamu melakukan ini bahkan menghancurkan kehidupan seseorang". ucap Ilham sambil menatap foto foto dirinya bersama Kania di kamar itu. ya setelah Ilham mencintai Kania, Kania sering memasang foto mereka berdua di kamar itu bahkan dari foto waktu mereka masih kecil. Ilham menghirup udara
"mas memaafkan mu Kania, mungkin yang kamu lakukan juga karena mas tidak tau jika kamu mencintai mas, andai mas tau perasaan mu ini sejak lama dan berusaha membalasnya, mungkin hidup Sintia tidak hancur". monolog Ilham.
Ilham berdiri dan meletakan surat itu di Salah satu laci dan keluar dari kamar itu. Ilham membuka pintu kamarnya bersama Sintia. Ilham menaiki ranjang dan menatap Sintia yang tidur memeluk Ari.
"maafkan aku Sintia hidupmu hancur karena aku tidak mengetahui perasaan seseorang terhadap ku". ucap Ilham dan meletakan tangannya di atas tangan Sintia yang memeluk Ilham.
__ADS_1
malam itu mereka tidur dengan tenang. tetapi di tempat lain Ning Aida tidak bisa tidur saat keinginannya di tolak oleh Abahnya. tadi setelah pulang dari rumah Ilham, Aida langsung mengutarakan ke inginnya tetapi Abah menolaknya dengan mentah, apalagi Abah mengatakan bahwa Abah akan tetap melanjutkan perjodohannya dengan Gus Maulana. Aida meneteskan air matanya
"kenapa sesakit ini rasanya dan kenapa menolak keinginanku , bukannya Abah selalu menuruti ke ingin ku sejak kecil dan ini untuk pertama kalinya Abah menolak keinginan ku hiks hiks". ucap Aida
"Aida". panggil ummah
"ummah kenapa sakit sekali rasanya". ucap Aida
"di sini Aidalah yang salah, kenapa Aida mencintai orang yang belum halal untuk Aida". tanya Ummah
"Aida mencintai ustadz Ilham karena saat itu Aida melihat ustadz Ilham memperlakukan mba Kania seperti ratu dan mba Kania yang sering menceritakan sumainya jadi Aida ingin memiliki suami yang seperti ustadz Ilham dan saat itu mulai tumbuh rasa cinta Aida untuk ustadz Ilham". jawab Aida
"Aida dengarkan ummah, sekarang Aida harus perasaan Aida untuk ustadz Ilham apalagi sekarang ustadz Ilham sudah punya istri lagi dan Aida juga akan di kamar oleh Gus Maulana". ummah berusaha menasehati putrinya itu
"tapi bagaimana jika gus Maulana tidak seperti ustadz Ilham yang memperlakukan istrinya seperti ratu ummah". tanya Aida
"Aida ummah yakin Gus Maulana akan memperlakukan Aida dengan baik, Abah tidak mungkin menjodohkan Aida dengan sembarang pria". ucap Ummah
"tapi waktu kecil Gus Maulana pernah mengerjai Aida dengan ular mainan bahkan Gus Maulana mengunci Aida di gudang dan tidak hanya itu Gus Maulana sering mengambil bekal milik Aida". ucap Aida
"itukan masa anak anak Gus Maulana juga sudah minta maafkan sama Aida". tanya umah dan Aida menanggukan kepalanya
"sudah sekarang tidur sudah malam". perintah umah
__ADS_1
Aida merbahkan dirinya di ranjang, setelah itu umah keluar dari kamar Aida.
"apa aku harus melupakan ustadz Ilham". monolog Aida
umah memasuki kamarnya dan melihat suaminya yang bersandar di ranjang
"aku gagal mendidik Aida umah bahkan Aida berani mencintai Ilham sampai bertahun tahun". ucap Abah
"sudah bah , umah yakin Aida bisa mengendalikan perasaannya dan tidak melakukan hal hal buruk". ucap Umah
"semoga saja dengan perjodohan ini Aida dapat melupakan Ilham dan semoga saja Gus Maulana memperlakukan Aida dengan baik". ucap Abah
"umah rasa Aida akan menerima Gus Maulana tadi Aida tanya apa gus Maulana bisa seperti Ilham yang memperlakukan istrinya". ucap umah
"yang membuat Aida ragu itu karena dulu Gus Maulana sering mengerjai Aida". sambung umah
Abah masih ingat dulu waktu kecil Aida selalu pulang menangis karena di kerjai oleh gus Maulana dan selalu mengadukan perbuatan Gus Maulana agar di hukum oleh abahnya. sejak kecil Gus Maulana mondok di pesantren milik Abah
"abah masih ingat saat Aida mengadukan perbuatan Gus Maulana". ucap Abah
"iya dulu Gus Maulana sangat nakal hingga kedua orang tuanya memondokkan Gus Maulana di sini karena jika di pesantrennya sendiri sering membully santri lain menggunakan nama orang tuanya". ucap umah
gelapnya malam membuat semua orang untuk beristirahat dengan tenang agar badan kembali dengan fit dan bisa menjalankan aktifitasnya masing masing ke esokan paginya
__ADS_1