Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Kabar Bahagia


__ADS_3

"mas kenapa nginap di hotel". tanya Sintia yang merasa heran saat tiba tiba suaminya mengajak dirinya menginap di hotel


"tidak apa apa sayang, mas hanya ingin ada suasana yang berbeda dan agar hatimu merasa senang, jangan sedih lagi, mas yakin nanti pasti di dalam sini akan ada malaikat kecil kita". ucap Ilham sambil mengusap perut Sintia


"jadi mas ingin kamu tersenyum lagi, oke". ucap Ilham dan mencium dahi istrinya


"mas sebaiknya kita pulang saja ya, tidak enak sama ayah apalagi ayah baru sampai tapi kita malah pergi". ucap Sintia


"sudah jangan di pikirkan, ayah tidak masalah lagian di rumah ada ibu hmmm". ucap Ilham dan membawa Sintia ke dekat jendela


"lihat indah bukan suasana malam jika di lihat dari sini". ucap Ilham dan melingkarkan tangan di perut Sintia lalu meletakkan dagunya di bahu Sintia


"iya mas". jawab Sintia dan meletakan tangannya di atas tangan suaminya yang memeluk dirinya


Ilham mengendong Sintia dan meletakan di ranjang, Ilham juga membaringkan tubuhnya di samping Sintia


"tidurlah sayang ini sudah malam". ucap Ilham


sedangkan di tempat lain Umar dan Marwah sudah sampai di pesantren milik orang tua Marwah yang kini di urus oleh kakaknya Marwah yang bernama Rifky sedangkan Kedua orang tua Marwah sudah meninggal, Abahnya Marwah meninggal setelah pernikahannya sedangkan uminya menyusul satu bulan setelah meninggalnya suaminya.


"mas aku janji tidak akan mengulanginya lagi, kita pulang saja ya". ucap Marwah karena dia sangat takut dengan abangnya sedangkan dulu dia berani nakal karena abangnya sedang melanjutkan pendidikan di Kairo


Umar tidak menanggapi ucapan istrinya tetapi Umar malah mengenggam tangan istrinya menuju dalam dan ternyata Rifky sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"assalamualaikum bang". ucap Umar


"waalaikumussalam, ayo masuk". ucap Rifky sambil menatap kearah adiknya


mereka bertiga masuk ke dalam rumah, Rifky membawa mereka ke dalam kamar untuk beristirahat terlebih dahulu apalagi ini masih menujukan pukul dua pagi.


"sebaiknya kalian berdua istirahat ini masih pagi". ucap Rifky dan Umar menanggukan kepalanya


setelah kepergian Rifky mereka memilih untuk beristirahat apalagi Umar yang merasa begitu lelah. saat Umar sudah tertidur Marwah sama sekali tidak bisa tidur memikirkan akan seperti apa dia tinggal di sini bersama abangnya.


Lima bulan kemudian


huek


huek


huek


huek


Ilham yang selesai melakukan sholat tahajud segera mengahampiri istrinya yang sedang berada di kamar mandi. Ilham melihat istrinya yang terduduk di lantai kamar mandi yang masih menggunakan mukenah bahkan Sintia merasa mual ketika sedang melakukan sujud dan sebisa mungkin menahan agar tidak muntah dan ketika selesai salam Sintia langsung berlari ke kamar mandi


huek

__ADS_1


huek


Ilham memijat tengkuk Sintia dan juga menyeka keringat yang bercucuran di wajah istrinya. Ilham melepaskan mukenah Sintia dan meletakan di keranjang pakaian Kotor


huek


huek


"mual mas hiks". ucap Sintia yang sudah meras lemas tapi perutnya masih terasa mual


"sayang kenapa bisa seperti ini, apa kamu salah makan". tanya Ilham dan memijat dahi Sintia


"tidak tau". ucap Sintia sambil memejamkan matanya


"masih mual". tanya Ilham dan Sintia mengelengkan kepalanya


Ilham mengedong Sintia yang sudah terlihat lemas dan membawa Sintia ke ranjang. setelah itu Ilham pergi ke dapur untuk membuatkan teh untuk istrinya. saat Ilham kembali ke kamar dia tidak melihat keberadaan istrinya


huek


huek


Ilham langsung berlari ke kamar mandi dan saat sampai di sana Ilham melihat istrinya yang terlihat lemas dan begitu pucat yang tergeletak di lantai


"sayang bangun". ucap Ilham sambil menepuk pipi istrinya


dokter Amira memeriksa Sintia yang masih lemas walaupun dia sudah sadar dari pingsannya.


"apa yang kamu rasakan Sintia". tanya Amira


"aku merasa pusing dan mual Mba". jawab Sintia


"kapan terakhir kali datang bulan". tanya Amira


"satu bulan yang lalu mba dan bulan ini belum datang bulan dan seharusnya satu minggu yang lalu sudah datang bulan". jawab Sintia dan Amira menganggukkan kepalanya


"apa istri saya baik baik saja dok". tanya Ilham


"jika dilihat dari gejalanya Sintia sedang mengandung". jawab Amira dan Sintia langsung memegang perutnya


"benarkah dok". tanya Sintia


"iya dan lebih untuk memastikan di cek pakai tespeck dan pergi ke dokter kandungan". jawab Amira


"ini kamu bisa mengeceknya". Amira memberikan sebuah tespeck yang ada di tas kerjanya


Sintia menerima tespeck itu.

__ADS_1


"kalau begitu saya pulang dulu". pamit Amira


setelah kepergian dokter Amira, Sintia langsung mengecek. Sintia merasa tangannya menunggu hasilnya. Sintia membekab mulutnya saat melihat garis dua


"mas". ucap Sintia dan menunjukkan pada Ilham yang sejak tadi menemaninya


"Alhamdulillah sayang". ucap Ilham dan memeluk Sintia sedangkan Sintia meneteskan air matanya


cup


cup


cup


cup


Ilham membenamkan ciuman di seluruh wajah Sintia


"besok kita ke dokter kandungan untuk mengecek kesehatan dia". ucap Ilham dan Sintia menanggukan kepalanya


Ilham mensejajarkan wajahnya dengan perut istrinya


"assalamualaikum calon anak yang Sholeh dan Sholehah, baik baik di perut bunda ya". ucap Ilham dan mencium perut Sintia


setelah melakukan itu Ilham berdiri kembali dan memegang wajah Sintia, Ilham mendekatkan bibirnya ke bibir Sintia


huek


Sintia membekap mulutnya dan berjalan ke kamar mandi, sesampainya di kamar mandi Sintia hanya memuntahkan cairan bening. waktu sudah tiba bahkan sampai selesai sholat subuh Sintia tidak bisa tidur karena bolak balik ke kamar mandi. Ilham mencium dahi Sintia sedangkan Sintia terbaring di ranjang


"anak Abi dan bunda jangan buat bunda kelelahan ya, lihat bunda sudah lemas jadi jangan buat bunda mual lagi ya". ucap Ilham dan mengusap perut Sintia


"usap terus mas rasanya nyaman dan rasa mualnya hilang". ucap Sintia dan Ilham menanggukan kepalanya


Ilham terus mengusap perut Sintia sambil bersholawt hingga terdengar dengkuran halus dari istrinya, Ilham yang melihat itu terseyum.


ini aku kasih bonus visual


...visual Ilham...



...visual Sintia...



...visual Ari remaja...

__ADS_1



__ADS_2