
"akhirnya kamu datang juga Sintia". ucap Bagaskara dengan senyum yang mengembang dan membuka pintu tetapi senyum itu langsung luntur saat yang ada di depannya bukanlah Sintia
"kenapa malah suaminya, hmmm tapi tidak masalah akan aku buat dia meninggalkan mu Sintia, sudah salah besar kamu menyuruh suami datang". monolog Ilham dalam hati
"maaf sebelumnya ada urusan apa tuan menyuruh istri saya datang ke hotel malam malam seperti ini". tanya Ilham dan berjalan masuk ke dalam kamar hotel
"untuk menghabiskan malam yang indah seperti yang kita lakukan setiap hari". ucap Bagaskara dengan senyum simpul karena Bagaskara berpikir bahwa pria di depannya ini pasti akan jijik pada Sintia
"tuan sudah tau bukan jika Sintia itu sudah menikah lalu kenapa malah mengajaknya bertemu". tanya Ilham dan Bagaskara menatap Ilham dengan sinis
"ya saya tau tapi asal kamu tau mungkin kamu suaminya tapi aku lebih dulu yang menikmatinya". ucap Bagaskara
"apa kamu mau lihat Bagaimana istrimu menikmati setiap sentuhan yang aku berikan padanya sebelum menikah dengan mu". sambung Bagaskara
Bagaskara memutar video itu dan menunjukkannya pada Ilham Kemudian Ilham mengambil ponsel tersebut
"tujuh tahun lamanya kami melakukan ini". ucap Bagaskara dengan bangga
"saya tidak peduli apa yang di lakukan Sintia selama tujuh tahun ini ,yang saya pedulikan adalah dia yang sekarang bersama saya dan saya tidak akan membiarkan siapapun mengusik istri saya ataupun membahas masa lalu". ucap Ilham
"jadi saya peringatkan pada tuan jangan menganggu istriku lagi dan hapus Vidio ini karena saya yakin Vidio ini tidak hanya di ponsel ini saja". sambung Ilham dan menghapus video yang ada di ponsel Bagaskara dan mengembalikan ponsel itu
"lagian tuan apa tidak malu memaafkan kelemahan seseorang untuk kepuasan anda dan juga Sintia lebih cocok menjadi anak anda, mungkin tuan melakukan ini karena tuan tidak memiliki anak perempuan jadi tidak tau apa yang di rasakan Sintia ataupun orang tuanya, mungkin jika tuan memiliki anak perempuan tuan tidak akan melakukan hal ini selama tujuh tahun karena pasti tuan tidak ingin Putri tuan di lakukan seperti Sintia". ucap Ilham dan Bagaskara tertampar dengan perkataan Ilham
"saya hanya minta balasan apa yang sudah saya lakukan untuknya jika malam itu aku tidak membelinya dari rumah bordil itu maka Sintia akan memuaskan nafsu banyak pria dan juga aku sudah membuatnya menjadi seorang model yang sangat terkenal, semua itu membutuhkan banyak biaya". ucap Bagaskara
__ADS_1
"berapa uang yang tuan keluarkan pada Sintia akan saya ganti dan setelah itu jangan pernah tuan menganggu Sintia ataupun membeberkan ke sosial media apa yang terjadi pada Sintia selama tujuh tahun ini". ucap Ilham
"ustadz seperti mu tidak akan mampu membayar uang yang sudah aku keluarkan untuk Sintia selama ini". ejek Bagaskara
"sebutkan saja nominal dan nomor rekening tuan". ucap Ilham
"tiga puluh miliar itu belum yang lain". jawab Bagaskara dan menyebutkan nomor rekeningnya
ting
Bagaskara membuka ponselnya dan terkejut saat ada uang masuk sebesar tiga puluh satu miliar
"saya rasa itu sudah cukup bukan dan saya minta tuan jangan menggangu Sintia, jika tuan tetap menganggu Sintia ataupun membuka aib serta masa lalu Sintia saya bisa melakukan apapun untuk melindungi istri saya". ucap Ilham
"saya juga tua tuan seorang mafia bukan". sambung Bagaskara
"urusan kita sudah selesai saya permisi assalamualaikum". ucap Ilham dan meninggalkan Bagaskara.
pyar
Bagaskara melempar ponselnya Karen emosi bahwa ada pria yang mau menerima Sintia walaupun sudah tau apa yang di lakukan Sintia
"argh"
bugh
__ADS_1
bugh
Bagaskara meninju dinding untuk meluapkan emosinya karena tidak terima karena Sintia sudah memiliki suami bahkan suaminya menerima tanpa melihat keburukannya, duku dia berpikir Sintia akan selalu bersamanya.
Ilham mengendarai mobil menuju menuju pesantren untuk melakukan rapat agenda ujian para santri. setelah sampai pesantren Ilham turun dan langsung berjalan menuju ruang para pengajar.
jam sebelas malam para pengajar baru selesai melakukan rapat dan Ilham langsung menuju mobilnya.
"ustadz Ilham". panggil Aida
"ada apa Ning". jawab Ilham
"apa ustadz tidak malu menikahi model itu maksud saya diakan berpakaian seksi ya walaupun sekarang menggunakan pakaian tertutup tetapi foto fotonya yang di media sosial masih bisa di lihat orang". ucap Aida
"kenapa harus malu istri saya tidak melakukan perbuatan yang melukai hati orang lain dengan perkataannya dan masalah foto yang ada di sosial media sebentar lagi juga sudah tidak ada bahkan orang orang tidak akan bisa menemukan fotonya". jawab Ilham
"maaf ini sudah malam istri dan anak saya pasti sudah menunggu saya , saya pamit pulang Ning, assalamualaikum". ucap Ilham langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Aida
"waalaikumussalam". jawab Aida yang menatap nanar mobil Ilham yang sudah menghilang dari gerbang pesantren
"Aida apa yang kamu lakukan malam malam seperti ini di luar". ucap Abah
"tidak bah Aida hanya mencari udara saja". jawab Aida
"ayo masuk". perintah Abah
__ADS_1
Adia mengikuti Abah yang masuk ke dalam ndalem. Ilham yang baru sampai di rumah langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Sintia yang sedang tertidur lelap. Ilham mengganti pakaiannya lalu menyusul Sintia ke dalam alam mimpi