
Setelah menemui para wartawan Ilham kembali masuk ke dalam rumah
"kamu lihat Ilham belum lama dia di sini banyak wartawan yang datang kemari". ucap Fatimah pada putranya
"ibu itu sudah wajar apalagi Sintia seorang model yang pasti wartawan akan mencari berita tentangnya". jawab Ilham
"Ilham kenapa kamu lebih memilih untuk menikahinya padahal dia lebih memilih untuk di hukum cambuk dan ibu kurang setuju kamu menikah dengannya selama ini banyak perempuan baik yang mau menikah dengan mu". ucap Fatimah
"ibu dulu setuju dan merestui saat aku akan menikah dengan Sintia lalu kenapa ibu sekarang tidak bisa menerima Sintia, ibu bukan ibu sudah tau jika Sintia tidak menjual dirinya tetapi di jual oleh kakaknya bukannya Kania sudah memberitahu ibu". ucap Ilham
"Bu Terima Sintia ya dan Ilham mohon jangan ungkit apa yang terjadi padanya, Ilham yakin Sintia tidak mau ada dalam posisi itu, ya mungkin selama ini semua orang melihat Sintia sangat bahagia karena menjadi model yang terkenal dan sukses tapi kita tidak tau apa yang di rasakan Sinta dan dia inginkan Bu, waktu Ilham bertemu dengannya untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun tidak bertemu di sana Ilham lihat banyak kesedihan di mata Sintia." sambung Ilham
"ibu juga perempuan pasti bisa merasakan apa yang di rasakan Sintia jika ibu ada di posisi Sintia, jadi Ilham mohon ibu terima Sinta secara perlahan ya". ucap Ilham
"lihat saja nanti jika dia tidak membuat masalah ataupun mempermalukan kita". jawab Fatimah
"Sintia pasti akan menjadi menantu yang baik dan juga bunda untuk Ari, ibu lihat sendirikan Ari begitu cepat merima kehadiran Sintia". ucap Ilham
"hmmm". guman Fatimah
drt
drt
drt
drt
Ilham mengambil ponselnya yang bergetar di dalam sakunya, Ilham menatap bingung nomor yang tidak di kenal, padahal selama ini Ilham tidak pernah memberikan nomornya ke sembarang orang kecuali nomor yang satunya yaitu nomor untuk di lingkungan kerja.
__ADS_1
"nona Sintia gawat perusahaan BeautyVes sudah mengetahui jika nona sudah menikah dan tadi mereka menghubungiku untuk membayar uang pinaltinya nona". ucap Zahra di seberang sana saat panggilan di angkat
Zahra yang tidak tau alamat rumah Sintia dan suaminya memutuskan untuk menelpon nomor yang di gunakan Sintia malam itu karena Sintia sendiri belum membeli ponsel lagi setelah mobil serta barang barang yang dia tinggal di dalam mobil.
"saya suaminya dan tolong katakan padanya perusahaan BeautyVes bahwa saya yang akan membayar uangnya, buatlah janji pertemuan pada perusahaan itu". jawab Ilham
"eh maaf saya kira nona Sintia, hmmm sebenarnya masalahnya bukan itu saja". ucap Zahra sambil menggaruk tengkuknya karena malu langsung bicara begitu saja
"masalah apa". tanya Ilham
"hmm semua orang yang berkerjasama dengan nona membatalkan kontrak karena mereka lebih memilih model yang belum menikah, jika seperti itu maka akan sangat sulit bagi nona untuk mendapatkan kerja sama lagi dan itu merusak citra nona sebagai model". jawab Zahra
"dan satu lagi tadi pagi tuan Bagaskara datang kemari dan berpesan pada saya nona harus menemui tuan Bagaskara segera jika tidak tuan Bagaskara akan membuat skandal besar untuk nona". sambung Zahra
"siapa Bagaskara". tanya Ilham
"dimana dia menyuruh Sintia untuk menemuinya". tanya Ilham
"di hotel angkasa kamar dua pulau jam delapan malam". jawab Zahra
"baiklah katakan padanya Sintia akan menemuinya". ucap Ilham lalu mematikan sambungan teleponnya
"siapa Bagaskara kenapa dia meminta Sintia untuk menemuinya di hotel dan itupun malam hari". monolog Ilham
Ilham melangkah kakinya ke ruang tv dan Ilham dapat melihat Sintia yang sedang bermain bersama Ari di sana Ilham dapat melihat Ari yang begitu bahagia.
"Abi kemari ayo main bersama Bunda". ajak Ari lalu berlari ke arah Abinya dan menarik tangan Abinya untuk menghampiri Sintia yang sedang duduk di lantai.
"Ari sudah lama mainnya sama bunda". tanya Ilham
__ADS_1
"sudah Abi". jawab Ilham
"tadi Abi lihat nenek sedang membuat puding susu kerusakan Ari, sekarang Ari temui nenek ya, Abi ingin berbicara sama bunda". ucap Ilham
"baik Abi". jawab Ari dan meninggalkan Abinya
Ilham memberitahu Sintia bahwa tadi Zahra menelpon dan mengatakan jika perusahaan BeautyVes meminta uang pinalti, Ilham memberitahu Sintia bahwa dia yang akan membayarnya karenanya sekarang dirinya adalah tanggung jawab Ilham. Ilham juga mengatakan bawah semua orang membatalkan kerjasama dengannya dan akan mengakibatkan dia kesulitan untuk mencari job
"sebenarnya aku tidak suka di dunia model jikapun aku tidak mendapatkan job lagi itu tidak masalah". jawab Sintia memang karena selama ini dia menjadi model untuk melupakan permasalahan dan memiliki rutinitas yang akan membuat lupa dengan kesedihannya.
"dan satu lagi Zahra bilang tuan Bagaskara meminta mu untuk menemuinya". ucap Ilham dan saat itu Sintia meremas bola yang dia pegang, Ilham memperhatinkan tangan Sintia yang meremas bola itu
"jika boleh tau siapa tuan Bagaskara". tanya Ilham dan Sintia langsung menatap Ilham, lagi lagi Ilham melihat kesedihan di mata Sintia
"jika kamu tidak mau memberitahu tidak apa apa jangan di paksakan jika membuat mu sedih". ucap Ilham lalu memegang tangan Sintia yang meremas bola itu lalu mengusapnya dan Ilham terseyum pada Sintia
"dia yang merenggut kesuciaanku". jawab Sintia lalu memalingkan wajahnya, Ilham menghentikan usapan saat mendengar jawaban Sintia dan melanjutkan usapan lagi untuk memberikan ketenangan pada Sintia saat bahu Sintia bergetar
"sudah jangan di teruskan". ucap Ilham lalu membawa Sintia ke dalam pelukannya
"maaf telah membuat mu sedih". ucap Ilham dan Ilham menyesal karena telah membuat Sintia mengingat malam itu jika andai tau pertanyaan akan membuat Sintia sedih Ilham tidak akan menanyakan soal Bagaskara. Ilham memberanikan dirinya mencium puncak kepalanya Sintia sedangkan Sintia diam saja saat di peluk oleh Ilham karena merasa nyaman.
"untuk apa dia meminta Sintia menemuinya , apa dia memiliki rencana jahat pada Sintia, jika benar aku tidak akan membiarkan itu terjadi aku akan melindungi Sintia dan tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya". monolog Ilham dalam hati
"maafkan aku Sintia dulu aku dan keluarga ku langsung percaya pada perkataan kakakmu tanpa mencari kebenaran lebih dulu, andai dulu aku mencari kebenarannya dan melanjutkan pernikahan kita maka hidup mu tidak akan sehancur ini, senyum yang kamu tunjukkan di media sosial begitu sempurna sehingga membuat semua orang iri pada kehidupan mu". sambung Ilham dan meneteskan air matanya, Ilham mengusap punggung Sintia.
💙💙💙
tinggalkan dukungan yuk, like,komen dan hadiah itu semua gratis, jika kalian memberikan dukungan maka akan membuat aku lebih semangat untuk update 😊😊😊
__ADS_1