Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Melakukan Pemotretan


__ADS_3

Sintia meletakan telapak tangannya di wajahnya karena silau secara perlahan Sintia menyingkirkan tangannya dan langsung duduk lalu mengerjapkan matanya beberapa kali.


"aku dimana". monolog Sintia melihat ke sekeliling yaitu sebuah taman yang sangat asri dan sejuk serta di tumbuhi dengan bunga yang begitu indah.


Sintia semakin terkejut saat melihat penampilan yaitu menggunakan gaun putih bersih yang membalut tubuhnya


"ini gaun siapa aku tidak punya gaun ini". monolog Sintia


"kamu sudah bangun". ucap seorang wanita yang berada di sampingnya dan memakainya Sintia sebuah jilbab pashmina putih


"jangan di lepas". ucap wanita itu saat melihat Sintia akan melepas jilbabnya


"aku tidak pantas memakai ini". ucap Sintia


"semua orang pantas dan wajib memakai ini bagi orang muslim". ucap wanita itu lalu berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sintia dan Sintia menerimanya uluran tangan itu


"ayo aku ajak jalan jalan untuk melihat tempat ini". ajak wanita itu lalu berjalan


Sintia mengikuti wanita itu dengan perasaan yang sangat nyaman dan tenang, rasanya Sintia ingin berlama lama di sini


"ini dimana dan kenapa aku bisa berada di tempat ini". tanya Sintia


"tempat ini adalah tempat yang sangat di inginkan banyak orang dan aku membawamu kemari karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu". jawab wanita itu dan mengajak Sintia duduk di sebuah bangku


"mengatakan apa". tanya Sintia yang sangat penasaran dan wanita itu tersenyum manis


"aku suka tempat ini dan aku tidak bisa meninggalkan tempat ini sampai kapanpun karena sekarang di sinilah rumahku". ucap wanita itu sambil menggenggam tangan Sintia


"aku mempunyai seorang anak dan suami, Sintia aku ingin kamu merawat anakku dan jadilah pendamping hidup untuk suamiku". ucap Sintia


"hah". cengoh Sintia


"aku sangat menyayangi mereka dan aku ingin anakku memiliki ibu yang baik seperti mu dan suamiku memiliki pendamping seperti mu". sambung wanita itu


"Ken kenapa kamu tidak kembali saja ke rumah suamimu jika memang kamu menyayangi mereka apa tempat ini lebih penting dari mereka". ucap Sintia dan menarik tangannya, wanita itu terkekeh saat mendengar ucapan mereka


"aku memang menyayangi mereka tetapi aku sudah tidak bisa berada di sisi mereka sampai kapanpun walaupun mereka menangis aku tetap tidak bisa bersama mereka" ucap wanita itu

__ADS_1


"dan pada dasarnya suamiku adalah milikmu". ucap wanita


"apa maksudmu". ucap Sintia sambil menatap tajam wanita itu


"maafkan aku Sintia". ucap wanita itu


"aku akan terus mendatangi sampai kamu berada di sisi mereka". ucap wanita itu lalu berdiri dan meninggalkan Sintia


"hey hey tunggu". teriak Sintia sambil mengejar wanita itu tetapi tiba tiba ada sebuah cahaya yang membuatnya silau sehingga membuat Sintia tergelincir


"aaaa". teriak Sintia lalu membuka matanya dan memegang dadanya


Sintia menatap sekitar dan ternyata dirinya berada di kamarnya.


"apa maksud dari mimpi tadi dan siapa wanita itu". monolog Sintia sambil mengeratkan pelukannya


ceklek


Zahra masuk ke kamar Sintia dengan menggunakan mukenah, Zahra yang sedang berdo'a langsung berlari ke kamar Sintia saat mendengar teriakkan Sintia


"aku bermimpi Zahra". jawab Sintia sambil menyerahkan gelas pada Zahra


"nona bermimpi apa sehingga berteriak seperti itu". tanya Zahra "saya harap nona tidak bermimpi saat nona mengalami pelecahan pada malam nona di jual". monolog Zahra karena dulu saat pertama kali dia bekerja pada Sintia, Zahra sering mendengar Sintia berteriak pada malam hari dan ternyata Sintia mengalami mimpi di mama dia kehilangan kehormatanya dan itu membuat Sintia harus ke psikiater setiap minggunya hingga Sintia berhenti bermimpi saat dia menjadi model dan mulai terbiasa dengan kehidupannya.


"aku bermimpi berada di sebuah taman yang indah dan aku bertemu dengan seorang wanita". ucap Sintia sambil menatap Zahra yang duduk di hadapannya


"dan anehnya wanita itu meminta ku untuk merawat anak dan menjadi pendamping suaminya". sambung Sintia


"anehkan zat jika memang dia menyayangi keluarga seharusnya dia kembali bersama keluarga bukan memilih berada di taman itu dan saat aku ingin mengejar ada sebuah cahaya yang sangat silau sehingga membuat ku tergelincir dan setelah itu aku terbangun". ucap Sintia sedangkan Zahra yang mendengarkan cerita Sintia hanya diam saja tidak tau harus memberi respon apa


"sebaiknya nona tidur lagi ini masih jam dua dan besok pagi nona harus melakukan pemotretan untuk pertama kalinya di Indonesia". ucap Zahra


"pemotretan". tanya Sintia


"iya tadi tuan Bagaskara menghubungi dan memberikan jadwal pemotretan mu , sebenarnya tuan Bagaskara sudah mengirimkan pesan pada nona tetapi nona tidak aktif, dan saat aku akan memberi tahu pesan tuan yang di kirimkan ke saya ternyata nona sudah tertidur jadi aku tidak tega membangunkan nona". ucap Zahra


Sintia mengambil ponselnya dan benar saja banyak panggilan dan pesan dari om Bagaskara, salah satu pesennya adalah jadwal pemotretan. Sintia membalas pesan Bagaskara

__ADS_1


*Anda*


Maaf Om tadi Sintia lelah dan tertidur jadi tidak tau jika om menghubungi Sintia dan terima kasih sudah mengurus jadwal pemotretan Sintia


ting


^^^*om Bagaskara*^^^


^^^tidak masalah kali ini om maafkan tetapi jangan di ulangi lagi, Sintia taukan jika om tidak suka di abaikan jika pesan atau panggilan dari om tidak di respon^^^


*Anda*


iya om


^^^*om Bagaskara*^^^


^^^istrilah karena pagi nanti sudah mulai melakukan pemotretan^^^


setelah membalas pesan dari om Bagaskara, Sintia membaringkan kembali tubuhnya di ranjang sedangkan Zahra kembali ke kamarnya


ke esokan paginya Sintia dan Zahra sudah berada di lokasi pemotretan yaitu di sebuah kolam renang karena kali ini Sintia harus melakukan pemotretan pakaian renang


"nona Sintia, saya senang anda berada di Indonesia dan bisa menjadi model di perusahaan saya". ucap Viki


"saya juga senang bisa bekerja sama dengan anda pak Viki". jawab Sintia sambil membalas jabatan tangannya


"kali ini kamu melakukan pemotretan berpasangan". ucap Viki dan Sintia hanya menanggukan kepalanya


"Silahkan nona ganti pakaian karena sebentar lagi pemotretan akan di mulai". ucap Viki


Sintia masuk ke ruang ganti dan memakai pakaian renang, Sintia menatap dirinya di cermin, pakaian renang itu tampak ketat sekali di tubuh Sintia yaitu dimana bagaimana dadanya sangat terlihat dan hanya menutupi sebagian kecil dari asetnya dan sedangkan bagaimana bawahnya berbentuk segitiga yang hanya menutupi aset bawahnya. Sintia mengambil jubah dan keluar dari ruang ganti dan saat kembali ke lokasi Sintia melihat pak Viki berbicara dengan seorang pria yang juga menggunakan jubah


"Sintia ini Ken yang akan menjadi pasangan fotomu nanti". ucap pak Viki


"Hay saya Ken". ken memperkenalkan dirinya


"Sintia". jawab Sintia

__ADS_1


__ADS_2