
Setelah selesai mandi Sintia langsung turun ke bawah dan membuat sarapan sendiri, hari ini Sintia berniat untuk mie karena semenjak menjadi model karena dia harus menjaga bentuk tubuhnya agar tetap ideal. Sintia menambahkan cabai yang begitu banyak sehingga membuatnya tergoda dengan mie tersebut. Sintia menghirup aroma dari mie itu
"sudah lama sekali aku tidak memakan ini mie ini, kelihatan sungguh enak sekali". monolog Sintia lalu menikmati mie tersebut dan Sintia memejamkan matanya saat kuah mie itu melewati tenggorokannya
Zahra yang masuk ke dapur melihat Sintia menikmati mie itu dengan nikmat bahkan Zahra dapat melihat sedikit senyum yang tercetak di bibir indah Sintia, Zahra langsung duduk di depan Sintia
"habis darimana Zahra". tanya Sintia sambil memasukkan mie ke dalam mulutnya
"habis mengantarkan sarapan untuk Thomas nona". jawab Zahra dan Sintia hanya menganggukan kepalanya
setelah selesai makan Sintia langsung membereskan mangkuk yang di gunakan serta mencuci alat masak yang dia gunakan awalnya Zahra yang akan membereskan tetapi Sintia melarangnya.
"nona". panggil Zahra
"iya". jawab Sintia sambil mengelap tangannya yang basah
"tuan Bagaskara sudah setuju tidak akan menganggu nona dalam dua Minggu ini". ucap Zahra dan Sintia langsung terseyum
"benaran". tanya Sintia
"benar nona tapi tuan Bagaskara mengingatkan kepada nona jangan sampai lupa memasang KB". sambung Zahra dan Sintia menganggukkan kepalanya
"Thomas di mana". tanya Sintia
"ada di depan nona". jawab Zahra
Sintia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil tas serta ponselnya Kemudian menghampiri Thomas yang sedang mengelap mobil
"Thomas". panggil Sintia
__ADS_1
"iya nona". jawab Thomas
"antarkan saya ke rumah sakit". ucap Sintia
"baik nona". jawab Thomas lalu membukakan pintu penumpang dan Sintia langsung masuk
Thomas melajukan mobilnya ke rumah sakit yang sering Sintia datangi setiap bulannya, setelah sampai di rumah sakit Sintia langsung berjalan menuju ke ruangan dokter Selin karena sebelum berangkat Sintia sudah membuat janji dengan dokter Selin. setelah sampai di depan ruangan dokter Selin , Sintia langsung mengetuk pintu dan ketika mendapatkan jawaban Sintia langsung masuk
"silahkan duduk nyonya Sintia". ucap dokter Selin sambil tersenyum dan Sintia langsung duduk di hadapan dokter Selin
"terima kasih dok". ucap Sintia
"ingin memasang KB lagi". tanya dokter Selin dan di anggukan oleh Sintia, dokter Selin yang selama ini sering memasangkan KB untuk Sintia
"apa tuan Bagaskara belum menginginkan anak sehingga nyonya Sintia harus memasang KB lagi". tanya dokter Selin karena yang dokter Selin tau Sintia adalah isteri dari tuan Bagaskara, saat pertama kali mereka datang tuan Bagaskara mengatakan bahwa Sintia adalah istrinya dengan alasan Bagaskara belum menginginkan anak sehingga menyuruh Sintia untuk memasang KB, bukan tanpa alasan Bagaskara memperkenalkan Sintia sebagai istrinya karena alasan adalah dokter Selin hanya mau memasang KB kepada pasangan suami-isteri.
"belum dok". jawab Sintia
"nama takdir dok". jawab Sintia tetapi di balik kata takdir itu ada masuk lain yang Sinta sampaikan sedangkan dokter menangkapnya adalah Sintia berjodoh dengan tuan Bagaskara
"tapi nyonya yang saya takutkan jika nyonya sering memasang KB apalagi ini sudah hampir tujuh tahun dan nyonya belum pernah mengandung maka yang saya takutkan adalah ketika nyonya ingin memiliki anak maka akan sulit ataupun bisa jadi tidak akan memiliki anak". ucap dokter itu dan Sintia terdiam saat mendengar penuturan dokter Selin
Sintia berusaha tersenyum di hadapan dokter Selin
"Terima kasih atas sarannya dokter Selin karena sudah selesai saya permisi karena harus mengurus jadwal pemotretan". ucap Sintia sambil berpura pura melihat jam di pergelangan tangannya dan juga merasa tidak nyaman dengan pembahasan dokter Selin
"saya permisi dok karena sudah terlambat". ucap Sintia Kemudian berdiri dari duduknya
"iya silahkan nyonya". jawab dokter Selin sambil terseyum
__ADS_1
setelah kepergian Sintia dokter Selin menyandarkan tubuhnya
"mungkin Sintia menikah dengan tuan Bagaskara agar bisa menjadi model yang terkenal, banyak sekarang orang mengunakan berbagai macam cara untuk mencapai tujuannya". monolog dokter Selin
di lorong rumah sakit Sintia berjalan sambil mengusap perutnya dan terdapat kesedihan di matanya saat mendengar penuturan dokter Selin tadi tetapi sedikit kemudian Sintia terkekeh
"lagian aku punya anak atau tidak bukannya tidak masalah dan juga siapa yang mau menikah dengan perempuan seperti yang sudah menjadi ****** pribadi tuan Bagaskara dan aku rasa tidak ada satupun pria yang mau menikah denganku saat dia mengetahui fakta itu". monolog Sintia sambil terkekeh
"setiap pria pasti ingin memiliki istri yang suci dan tidak ternoda sama sekali, ayolah Sintia tidak perlu kamu pikirkan kata kata dokter Selin tadi jugaan tidak ada gunanya". sambung Sintia dan berjalan menuju ke mobilnya saat sampai di depan rumah sakit beberapa orang menghampiri Sintia dan meminta foto bersamanya
"nona Sintia boleh minta foto". tanya salah satu dari mereka dan di anggukan oleh Sintia waktu lima belas menit Sintia habiskan untuk melakukan foto bersama mereka
"nona nona boleh bagi tipsnya". tanya mereka
"tips apa". tanya Sintia
"tips bagaimana bisa menjadi model yang sangat terkenal serta memiliki body yang Bagus seperti ini
Sintia lalu menjawab jika ingin memiliki body yang bagus adalah melakukan perawatan serta olahraga agar tubuh tetap Ideal dan juga menjaga pola makan sedangkan untuk bisa menjadi model Sintia hanya menjawab mungkin saya beruntung bisa menjadi model dan tidak mungkin Sintia menjawab jika dia bisa menjadi model berkat bantuan Om Bagaskara serta membayarnya dengan tubuhnya dan jika menolak om Bagaskara akan mengembalikan ke madam Ela. sedangkan Thomas memfotonya Sintia dan mengirimkan kepada tuan Bagaskara dan setelah itu Thomas mendapatkan balasan untuk menjauhkan Sintia dari para pria.
setelah selesai menjawab dan berfoto bersama mereka Sintia berjalan menghampiri Thomas
"sudah selesai nona". tanya Thomas
"sudah". jawab Sintia dan masuk ke dalam mobil
"nona mau langsung pulang atau pergi ke suatu tempat". tanya Thomas setelah duduk di kursi kemudi
"antar saya ke toko berlian dulu ya." jawab Sintia
__ADS_1
Thomas melajukan mobilnya ke sebuah mall yang ada di London, setelah sampai di mall itu Sintia menggunakan masker sebelum turun agar tidak ada yang menganggunya ketika membeli sebuah perhiasan, Sintia berjalan menuju toko berlian dan diikuti Thomas yang ada di belakangnya. sesampainya di toko Sintia di sambut dengan ramah oleh pelayan toko.