Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Kamu Adalah Takdirnya


__ADS_3

"Umi hari Ari datang membawa seseorang". ucap Ari sambil memegang nisan ibunya


"Umi kenalin ini Bunda Sintia, Ari senang sekarang karena Ari punya Bunda seperti anak lainnya bahkan Ari bisa merasakan rasanya di suapi sekarang jadi Ari sudah tidak penasaran lagi, dulu Ari hanya bisa diam saat melihat teman teman Ari di manja oleh ibu mereka". ucap Ari khas suara anak lima tahun sedangkan Sintia menetes air mata saat mendengar ucapan Ari


"saat tapi pagi kakek mengatakan bahwa Abi punya hadiah ulang tahun untuk Ari yang akan membuat Ari bahagia dan Umi tau hadiah dari Abi adalah Abi membawakan Ari seorang Bunda". sambung Ari


Sintia menghapus air matanya dan ikut jongkok di makam Kania dan mengusap kepala Ari.


"Bunda ini rumah Umi, Umi tidak pernah pulang kata Abi jika Ari kangen Umi maka Ari harus datang kemari untuk mendo'akan Umi dan Ari pernah bertanya pada Abi kenapa umi di tutup tanah lalu Abi jawab karena Allah sangat sayang pada umi dan Allah tidak ingin umi merasakan kekejaman di dunia". ucap Ari


"jadi selama ini Ari hanya tinggal bersama Abi". tanya Sintia dan Ari menanggukan kepalanya


"Umi tenang saja Ari tidak akan pernah melupakan umi walaupun Ari sudah punya bunda, nanti Abi, bunda dan Ari akan selalu mendo'akan umi agar umi berada di surganya Allah". ucap Ari


"ayo bunda kita do'akan umi". ajak Ari


Sintia ikut mengadakan telapak tangan dan mengaminkan apa yang di ucapkan Ari


"aku sudah lupa cara mendo'akan jadi aku hanya bisa menggunakan bahasa Indonesia, mba Kania semoga amal ibadah mba di terima di sisi Allah dan maaf aku telah menikah dengan suami mba". ucap Sintia dan mengusapkan telapak tangan di wajahnya dan saat itu juta Sintia melihat wanita yang ada di dalam mimpinya terseyum padanya dan melambaikan tangannya lalu menghilang


"wanita itu apa dia mba Kania, apa selama ini yang datang kedalam mimpiku jika wanita itu adalah mba kania berarti anak laki laki dan pria itu adalah Ari dan mas Ilham, jadi mimpi itu adalah sebuah pertanda". monolog Sintia


"bunda ayo pulang, sebentar lagi adzan Dzuhur". ajak Ari


sepanjang perjalanan pulang Sintia hanya diam saja dan mencerna arti mimpinya serta yang tiba tiba dirinya menikah dengan Ilham, sesampainya di halaman rumah Sintia melihat Ilham yang akan keluar

__ADS_1


"Abi mau kemana". tanya Ari


"Abi ingin menyusul kalian karena akan Dzuhur dan waktunya sholat". jawab Ilham


suara adzan berkumandang, mereka berdua masuk ke dalam rumah dan mengambil wudhu sedangkan Sintia hanya diam saja si depan kran


"bunda ayo segera wudhu nanti kita sholat berjamaah seperti yang Ari inginkan sholat dengan orang tua yang lengkap". ucap Ari


"Ari sebaiknya segera ke teman sholat dan mengambil tempat nanti Abi dan bunda menyusul". ucap Ilham dan Ari menanggukan kepalanya


"a aku lupa caranya berwudhu". ucap Sintia


"akan mas ajarkan". jawab Ilham


Sintia mengikuti gerakan Ilham dan intruksi Ilham ketika Sintia membasuh wajahnya, Sintia merasakan ketenangan dan kesejukan. setelah selesai Sintia membaca do'a setelah wudhu mengikuti apa yang Ilham baca.


"rasanya begitu nyaman dan kenapa dulu aku dengan bodohnya meninggalkan semua ini karena menganggap dunia tidak adil karena telah membuatku di jual oleh kakakku". monolog Sintia


Sintia dengan tenang mengikuti gerakan Ilham yang menjadi iman dan ini adalah untuk pertama kalinya dia melaksanakan sholat setelah tujuh tahun meninggalkannya, dulu Zahra pernah mengajaknya tetapi Sintia selalu menolak dengan alasan "aku adalah wanita kotor dan penuh dosa". Sintia meneteskan air matanya setiap dia melakukan sujud.


Sintia segera menghapus air mata ketika selesai sholat, Ilham memutar badannya dan menyodorkan tangannya pada Sintia lalu Sintia mencium tangan Ilham, Aripun melakukan hal yang sama


pertama Ilham berdo'a untuk Kania dan setelah itu Ilham berdo'a untuk pernikahan mereka dan tidak lupa Ilham mendo'akan Sintia agar kembali di jalan yang benar. setelah itu berdo'a Ilham mendudukkan kepalanya


"Sintia aku janji tidak akan mengungkit masa lalu dan apa yang kamu lakukan selama tujuh tahun ini, aku hanya akan membimbing mu kembali ke jalan yang benar secara perlahan dan membuat mu lupa apa yang telah terjadi padamu selama tujuh tahun ini". monolog Ilham dalam hati

__ADS_1


"apa pernikahan kita adalah jawaban dari mimpi yang aku alami dan bayangamu yang aku lihat setelah selesai sholat, semoga sana dalam pernikahan ini banyak berkah yang kita dapat". sambung Ilham


malam hari pun tiba, Sintia menggunakan gamis putih yang senada dengan baju yang Ilham gunakan, secara perlahan Sintia menggunakan hijabnya. setelah selesai menggunakan hijab Sintia mengambil lipstik tetapi sebelum Sintia mengaplikasikan ke bibirnya Ilham menahan tangan Sintia.


"jangan memakai itu apalagi itu warna merah". larang Ilham dan mengambil lipstik di tangan Sintia.


"Abi bunda". teriak Ari saat masuk ke kamar mereka


"bagaimana penampilan Ari". tanya Ari


"perfect". jawab Sintia


Abi mengajak Sintia dan Ari keluar dari kamar, warga sekitar yang belum tau Ari menikah lagi menatap Sintia, mereka bertanya ada hubungan apa ustadz Ilham dengan model seksi itu. Sintia menundukkan kepalanya saat semua orang menatapnya.


"bapak bapak ataupun ibu ibu yang ada di sini saya mau menyampaikan sesuatu, acara pengajian ini saya lakukan untuk meminta do'a untuk pernikahan ku dan Sintia". ucap Ilham dan mereka semua tercengang bahkan para ibu ibu berbisik kenapa seorang ustadz memilih menikah dengan mode seksi itu daripada Ning Aida padahal rumor mereka yang akan menikah sudah tersebar luas.


"dan pernikahan kami di laksanakan di pesantren milik Abah bahkan Abah, ummah, Ning Aida dan beberapa pengurus pesantren menjadi saksi pernikahan kami". sambung Ilham


"ustadz kenapa menikah dengan modal seksi itu daripada Ning Aida apa ustadz tidak takut jika dia bekas orang lain". ucap salah satu ibu ibu


"jodoh saya bersamanya Bu dan janganlah mengatakan sesuatu yang belum tentu itu benar dan jadinya fitnah bu". jawab ustadz Ilham dengan senyuman dan ibu ibu tadi langsung diam


"Ning Aida kenapa Ning biarkan ustadz Ilham menikah dengan model seksi itu". bisik ibu ibu tadi


"mau bagaimana lagi Bu mungkin seperti itu jalannya". jawab Aida

__ADS_1


"tapi aku masih tidak terima model itu yang menikah dengan ustadz Ilham, aku akan mendesak Abi untuk meminta ustadz Ilham menikahiku tidak apa apa jadi istri keduanya, dan aku rasa pernikahan mereka tidak bertahan lama apalagi ustadz Ilham pasti menginginkan istri yang berpakaian tertutup sedangkan dia pakaian saja seksi dan fotonya ada dimana mana mungkin malam ini memakai gamis karena di paksa ustadz Ilham". monolog Aida dalam hati


__ADS_2