Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Berita Pernikahan Yang Menyebar


__ADS_3

"Kania". ucap Ilham


"mas". ucap Kania sambil tersenyum


"aku minta maaf, aku mohon maafkan aku mas". sambung Kania


"mas sudah memaafkan mu Kania". ucap Ilham


Kania terseyum saat Ilham mengatakan bahwa dia sudah memaafkan dirinya


"semoga bahagia mas". ucap Kania lalu menghilang


Ilham membuka matanya dan melihat kesamping pemandangan yang dia lihat adalah putranya dan Sintia yang masih tertidur sangat lelap. Ilham melihat jam yang masih menunjukkan pukul tiga pagi memutuskan untuk bangun dan mengambil air wudhu untuk melakukan sholat tahajud. setelah selesai sholat Ilham lebih memilih untuk membaca Al-Qur'an sambil menunggu waktu subuh tiba.


Sintia yang mendengar orang yang mengaji langsung membuka matanya dan Sintia melihat Ilham yang sedang khusyuk mengaji


"suara mengajimu membuat ku selalu tenang mas Ilham dari dulu sampai sekarang". monolog Sintia sambil memandangi Ilham


"aku masih tidak percaya akan di pertemukan kembali dengan mu bahkan menikah dengan mu mas tapi aku takut kamu akan malu memiliki istri seperti ku jika suatu saat ada seseorang yang mengetahui apa yang aku lakukan selama tujuh tahun ini". monolog Sintia


"aku takut perbuatan ku akan membuat namamu buruk di mata orang lain". Sintia menatap sendu ke arah Ilham


"sungguh aku takut akan hal itu dan akan berujung penyesalan mas".


Ilham menghentikan mengajinya saat merasa di perhatikan oleh seseorang dan benar saat dia menoleh Ilham melihat Sintia yang menatapnya dengan diam. Ilham meletakkan Al-Qur'an di atas meja lalu menghampiri Sintia.


"ada apa". tanya Ilham


"tidak ada apa apa". jawab Sintia


"tapi aku lihat ada sesuatu yang kamu sembunyikan". ucap Ilham


"benaran tidak ada". jawab Sintia

__ADS_1


Ilham membangunkan Ari saat waktu subuh sudah tiba sedangkan Sintia sudah siap dengan mukenah, mereka bertiga melaksanakan sholat dengan khusyuk.


berita pernikahan Sintia langsung menyebar begitu saja sehingga membuat banyak orang yang memuji Sintia yang bisa menikah dengan seorang ustadz tetapi lebih banyak yang menghujat Sintia karena menganggap kasihan pada ustadz Ilham harus menikah dengan seorang wanita yang tidak menutup auratnya bahkan fotonya terpapang di setiap sosial media bahkan foto itu di nikmati oleh banyak orang dengan gratis.


berita pernikahan Sintia sampai di telinga Bagaskara. Bagaskara meremas ponselnya saat melihat Sintia yang menggunakan hijab dan duduk di sampaikan seorang pria, dan foto itu di ambil ketika pengajian semalaman. pikirkan Bagaskara melayang saat Sintia menolaknya beberapa lalu.


"jadi ini alasan mu menolak sentuhan ku Sintia". ucap Bagaskara


"ternyata kamu ingin menikah ya, sungguh tidak tau diri kamu Sintia". monolog Bagaskara


pyar


Bagaskara melempar gelas yang ada di depan untuk meluapkan emosinya saat tau Sintia lebih memilih menikah di bandingkan melayani dirinya.


"jadi gara gara pria itu kau berani melawanku, kita lihat saja Sintia apa yang akan di lakukan oleh suamimu itu ketika tau bahwa selama tujuh tahun ini kamu dengan suka rela menjadi pemuas nafsu". ucap Bagaskara dan terseyum miring


"aku rasa suami ustadz mu itu akan jijik dengan mu". sambung Bagaskara


Bagaskara membuka ponselnya dan memutar sebuah video, Bagaskara terseyum saat Melihat video tersebut.


sebuah Video yang Bagaskara putar adalah video saat dirinya dan Sintia melakukan hubungan badan, di video itu tidak menampakan wajah Bagaskara tetapi hanya wajah Sintia saja yang terlihat serta di akhir video ada foto foto Sintia saat bugil yang di ambil oleh Bagaskara ketika selesai melakukan itu tanpa sepengetahuan Sintia bahkan Sintia tidak tau jika Bagaskara merekam kegiatan mereka.


"untung saja aku pernah mengambil ini untuk berjaga jaga jika Sintia memberontak, aku rasa aku tidak akan langsung mengunggah video ini tapi akan aku gunakan untuk membuat Sintia kembali jika dia tidak mau baru aku unggah video ini". ucap Bagaskara dan tersenyum puas


"ayah kenapa terseyum seperti itu". tanya Alex yang tiba tiba masuk ke dalam ruangannya


"tidak ada". jawab Bagaskara lalu memasukkan ponselnya


"ayah sudah lihat berita Sintia yang menikah". tanya Alex dan Bagaskara menanggukan kepalanya


"Alex senang akhirnya ayah melepaskan Sintia karena waktunya Sintia bahagia ayah dan sudah cukup tujuh tahun dia menjadi simpan ayah". ucap Alex


"hmmm". guman Bagaskara

__ADS_1


sedangkan di rumah Ilham, Sintia yang melihat berita di tv hanya diam saja apalagi saat tv itu menayangkan komentar komentar pedas untuk dirinya.


"sudah jangan hiraukan berita itu". ucap Ilham


"tapi mereka benar mas, aku tidak pantas untuk mu sebaiknya kita akhiri saja pernikahan ini". ucap Sintia


Ilham mengambil remote di tangan Sintia dan mematikan tv tersebut


"aku yang menjalani pernikahan ini dan aku tidak mempermasalahkan tentang dirimu Sintia, yang aku inginkan mulai sekarang kamu secara perlahan merubah dirimu seperti dulu lagi". ucap Ilham yang duduk di samping Sintia dan memegang pundak Sintia


"dengar aku tidak ingin kamu menoleh kebelakang aku hanya ingin kamu terus melihat ke depan". sambung Ilham


"apa kamu tidak melihat Ari yang begitu bahagia saat dirimu datang ke rumah ini, Ari begitu menyayangi dirimu sebagai bundanya". ucap Ilham


"apa kamu ingin melukai Ari dengan kepergian mu". tanya Ilham dan Sintia bingung harus merespon apa


"Sintia mungkin kita di takdir untuk bersama jika tidak bertakdir maka kita tidak akan di pertemukan kembali setelah tujuh tahun kita hidup dengan kehidupan kita masing masing". ucap Ilham


"tapi mereka akan menganggap mas Ilham bodoh karena menikah dengan wanita yang tidak bisa menjaga auratnya". ucap Sintia


"Ilham di depan banyak wartawan". ucap Fatimah pada sang putra dan menatap Sintia dengan tajam


"wartawan". tanya Ilham


"ya karena di rumah ini ada seorang model jadi mereka datang kemari untuk mencari berita tentang model itu". Sindir Fatimah lalu meninggalkan mereka berdua


"kami tunggu sini dan jangan keluar ya". perintah Ilham dan meninggalkan Sintia


saat Ilham sudah di luar rumah kata wartawan langsung menyerang Ilham dengan berbagai macam pertanyaan.


"maaf anda adalah seorang ustadz kenapa menikah dengan model seksi itu atau anda hanya ustadz gadungan". tanya salah satu wartawan


"kenapa aku bisa menikah dengan Sintia itu karena takdir mungkin yang jadi permasalahan kalian di sini adalah pakaian Sintia yang Kalian anggap tidak pantas menikah dengan saya bukan, akan saya jawab saya tidak mempermasalahkan cara berpakaian Sintia selama ini tetapi ketika dia sudah menjadi istri saya maka saya akan membimbingnya untuk menutup aurat dan Sintia juga mau memperbaiki dirinya". ucap Ilham

__ADS_1


"dan setiap orang pasti akan berada di sebuah fase ingin memperbaiki dirinya". lanjut Ilham


Ilham berusaha menjawab pertanyaan wartawan dengan baik ketika ada pernyataan yang menjatuhkan Sintia , Ilham berusaha membela Sintia.


__ADS_2