
Kini keduanya sudah sampai di apartemen dan Sintia mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu.
"Zahra lain kali kita ke desa mu lagi ya". ucap Sintia
"iya nona, nona saya mau ke rumah sakit dulu ya lamaran saya dapat balasan dan saya di suruh untuk datang ke rumah sakit". ucap Zahra
"wih selamat Zahra semoga saja bisa langsung bekerja di rumah sakit dokter Zahra". ucap Sintia
"nona tidak apa apa kan di apartemen sendirian". tanya Zahra
"tidak apa apa Zahra, cepatan pergi selagi masih ada kesempatan". perintah Sintia
setelah izin dari Sintia, Zahra langsung berlari menuju lift dan Zahra mencegah lift itu tertutup dengan kakinya setelah itu Zahra langsung masuk. di dalam lift Zahra hanya berdua saja dengan seorang pria. setelah lift sampai di lantai dasar langsung keluar sedangkan pria itu terseyum sambil memandang punggung Sintia.
pria itu berjalan sambil menyunggingkan senyuman dan sambil bersiul lalu menuju ke mobilnya dan melajukan ke sebuah tempat.
Sedangkan Sintia yang mulai merasa bosan lebih memilih untuk berjalan jalan, setelah kejadian itu Bagaskara tidak menemuinya dan juga menghubunginya bahkan Nomornya di blokir oleh Bagaskara. Sintia mengendarai mobilnya sendirian dan berhenti di sebuah restoran, di restoran Sintia memesan seratus box makanan. setelah semua box makanan berada di dalam mobilnya, Sintia melajukan mobilnya dan menghentikan di sebuah gang, Sintia masuk ke gang itu dan memanggil beberapa anak anak untuk membantunya membawa box makanan itu karena mobilnya tidak bisa masuk ke dalam sana.
di sinilah sekarang Sintia berada yaitu di sebuah perumahan yang terbuat dari kardus dan lingkungan yang kotor, kemudian sintiay dan anak anak itu membagikan makanan tersebut kepada orang yang tinggal di sana
"terima kasih nak semoga hidup mu selalu dalam kebahagiaan". ucap seorang nenek nenek
"terima kasih nek atas do'anya". jawab Sintia
"sungguh akan beruntung orang yang bisa mempersunting mu nak, nenek dapat melihat bahwa dirimu orang yang baik". ucap nenek itu sambil mengusap pipi Sintia dan Sintia hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan sang nenek setelah mengatakan itu nenek tersebut meninggalkan Sintia
"anak anak terima kasih sudah membantu kakak membagikan makanannya". ucap Sintia
"sama sama kakak tadi kakak berbicara dengan siapa". ucap salah satu anak
"dengan nenek". jawab Sintia
__ADS_1
"nenek siapa tadi aku lihat kakak berbicara sendirian". ucap anak itu lagi
"kakak tidak bicara sendirian tadi kakak benar berbicara dengan seorang nenek". jawab Sintia
"tapi benar kak apa yang dikatakan Edo tadi, Rara juga lihat kakak berbicara sendirian". ucap Rara
"Rara dan Edo benar kak lagian di tempat kami tidak ada nenek nenek hanya ada anak anak dan ibu ibu". ucap lili
Sintia diam untuk mencerna ucapan anak anak itu dan Sintia memegangi pipinya yang di pegang oleh nenek tadi.
"tapi tadi aku benar sedang berbicara pada seorang nenek tapi kenapa anak anak ini bilang aku bicara sendirian dan mereka juga bilang tidak ada nenek nenek tinggal di sini, lalu tadi aku berbicara dengan siapa, apa aku sedang berhalusinasi". monolog Sintia dalam hati
"hmmm ya sudah ya kakak pulang dulu, lain kali kakak datang kemari lagi". ucap Sintia
"iya kak dan terima kasih untuk makanan". jawab anak anak itu
Sintia berjalan memandang ke depan dan memikirkan ucapan anak anak tadi. saat sampai di tempat dia parkir mobil Sintia terkejut saat tidak melihat mobilnya dan semua barang barangnya ada di dalam mobil.
"astaga Sintia kenapa tadi kamu bisa lupa tidak mengunci mobilnya dan meninggalkan kuncinya di dalam mobil". ucap Sintia sambil menepuk kening dan membuang nafasnya dengan kasar
"Hay cantik sendirian saja". goda salah satu pria dan Sintia mundur saat orang itu akan memegangnya
"cantik jangan jual mahal dong kami bisa memuaskan mu". ucap pria lainnya
bugh
bugh
bugh
ketiga pria itu meringis saat Sintia menendang area pribadinya, Sintia langsung berlari dan melepas heelsnya dan ketiga pria itu masih mengejar Sintia. sekuat tenaga Sintia berlari dan langkah Sintia memasuki sebuah pesantren, Sintia terus berlari sampai di Salah satu bangun
__ADS_1
brugh
Sintia menabrak seseorang dan saat itu tali baju yang di pundak Sintia lepas satu. Sintia yang masih memejamkan matanya , mengkerutkan dahinya saat tidak merasakan sakit.
"astagfirullah". pekik seseorang sehingga membuat Sintia membuka matanya dan saat itu juga ustadz Ilham mendorong Sintia dan orang yang melihat mereka langsung menutup matanya saat salah satu aset Sintia hampir terlihat karena talinya lepas
"astaghfirullah ustadz Ilham apa yang kamu lakukan nak". ucap ummah langsung melebarkan sarung yang dia bawa untuk menutupi tubuh Sintia, ummah berjalan saat ke bangun itu saat mendengar benda jatuh dan pekik seseorang
"tadi saya lihat ustadz Ilham zina dengan perempuan ini ummah". ucap santri yang memergoki mereka
"tunggu tunggu saya dan ustadz Ilham tidak berzina". ucap Sintia
"tidak berzina bagaimana tadi jelas jelas saat melihat mba dan ustadz Ilham sedang berada di posisi yang sangat intim bahkan mba sudah setengah telanjang, apa jadinya jika saya tidak datang, mungkin mba dan ustadz Ilham Sudah benar benar melakukan zina di pesantren ini". ucap santri tadi
"ummah ini tidak seperti yang ummah lihat". ucap ustadz Ilham
sedangkan di depan sudah banyak santri berkumpul bahkan mereka berbisik-bisik mengenai ustadz Ilham, Abah dan Ning Aida yang sudah sampai di sana bertanya pada ummah apa yang terjadi dan Abah memijat. dahinya.
kini ustad Ilham dan Sintia sudah berada di ndalem
"Abah aku yakin ustadz Ilham melakukan itu dan Aida yakin perempuan ini yang sengaja menggoda ustadz Ilham agar di nikahi". ucap Ning Aida dan menatap tajam pada Sintia sedangkan Sintia bisa merasakan perempuan yang barusan berbicara tadi tidak menyukainya
"hmm maaf saya rasa di sini ada kesalahpahaman, tadi saya di kejar oleh beberapa preman dan saya bingung hingga akhirnya saya berlari masuk ke sini dan tidak sengaja menabrak ustadz ini dan masalah saya yang hampir telanjang itu karena tali pada baju saya lepas". Sintia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
"ya iyalah di kejar preman orang pakaiannya saja seperti itu pasti sudah tidak suci lagi". ucap Aida
"Aida". bentak Abah
"benar seperti itu kejadiannya ustadz Ilham". tanya Abah
"iya bah tadi saya baru selesai memulangkan peralatan olahraga dan tertabrak olehnya". jawab ustadz Ilham
__ADS_1
"tapi semua orang percaya kalian sudah melakukan zina dan kalian harus menikah". ucap Abah
"tidak bisa seperti itu Abah, perempuan ini pasti senang jika bisa menikah dengan ustadz Ilham yang pandai agama dan kasihan ustadz Ilham menikah dengan ahli neraka". ucap Aida yang tidak terima karena dia sangat mengungkapkan menikah dengan ustadz Ilham