Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Kebebasan Sementara


__ADS_3

sudah tiga Minggu Sintia hidup dengan keinginannya tanpa adanya gangguan dari om Bagaskara ataupun di penuhi oleh jadwal pemotretan, Sintia sangat senang saat om Bagaskara mengundur kedatangan yang awalnya akan kembali dua Minggu lagi tetapi sampai tiga minggu belum datang juga ke London. Sintia duduk di ayunan halaman belakang mansion dengan membaca majalah.


"rasanya senang sekali bisa merasakan kebebasan selama tiga minggu ini". monolog Sintia sambil menatap nawarnya yang Maulia mekar


udara pagi yang sangat menyenangkan bagi Nadia pagi ini sebelum hidupnya kembali seperti semula yang sudah di jalani selama tujuh tahun ini. suara sepatu yang beradu dengan lantai mengema di mansion, langkah kakinya menuju kehalaman belakang karena dia sudah tau pasti Sintia berada di halaman belakang melihat bunga bunga miliknya. senyum pria itu mengembangkan saat melihat punggung Sintia dan pria itu melihat Sintia sedang mengayunkan ayunan tersebut.


"aku rasa kamu menikmati hidup mu dengan baik selama tiga minggu ini". ucap pria itu dan Sintia yang mengenal suaranya langsung menghentikan ayunan itu


"sangat terlihat dengan senyuman di bibir mu yang mengembang apalagi aku tidak pernah melihat senyum indahmu itu". sambung Bagaskara saat sudah berada di depan Sintia


"om sudah datang". ucap Sintia yang terkejut dengan kehadiran om Gunawan, Sintia pikiran om Bagaskara akan menghubunginya ketika akan datang kemari


"ya karena urusan di Indonesia sudah selesai jadi aku kembali kesini dan tentu saja untuk menemui mu". jawab Bagaskara sambal membelai wajah Sintia dan jempol berhenti di bibir pink milik Sintia


"dan tentunya merindukan bibir ini juga". sambung Bagaskara langsung mencium bibir Sintia sedangkan Sintia diam saja tanpa membalas ciuman tersebut


"apa sudah lupa cara berciuman karena sudah tiga Minggu ini tidak melakukannya, biasanya kamu begitu pandai membalasnya". ucap Bagaskara lalu duduk di samping Sintia

__ADS_1


"ti tidak aku hanya terkejut saja karena Om melakukan tiba tiba". jawab Sintia dengan gugup


"hmmm". guman Bagaskara


"balikan badanmu". perintah Gunawan


Sintia yang mendengar perintah itu langsung membalikan badannya dan membelakangi Sintia, Bagaskara mengeluarkan sebuah kalung dan memakaikan kalung itu di leher Sintia setelah memasang kalung itu Bagaskara mengecup pundak Sintia sedangkan Sintia meremang saat Bagaskara mengecup pundak polosnya


"aku dengar kamu ingin kembali ke Indonesia setelah Zahra menyelesaikan kuliahnya". ucap Bagaskara


"kenapa". tanya Bagaskara


"aku merindukan tempat asal ku om apalagi aku sudah meninggalkan Indonesia selama tujuh tahun". jawab Sintia


"baiklah nanti akan aku urus kepulangan mu dan mengurus tempat tinggal mu". ucap Bagaskara


"hmmm om bisakah aku tinggal di apartemen yang dulu saja". ucap Sintia

__ADS_1


"apartemen itu sempit aku akan mencarikan mansion untukmu dan apa kata pengemar mu saat tau seorang model papan atas tinggal di apartemen". ucap Bagaskara


"aku rasa tidak akan jadi masalah". bantah Sintia


Bagaskara yang tidak ingin berdebat dengan Sintia mengajak Sintia untuk masuk ke dalam mansion sedangkan Sintia hanya pasrah saja saat Bagaskara menarik tangannya. saat sampai di dapur sudah banyak makanan yang tertata. Bagaskara mengajak Sintia untuk makan bahkan Bagaskara mengambilkan makanan Sintia begitu banyak.


"makan yang banyak kamu butuh energi yang banyak". perintah Bagaskara


Sintia tau apa yang akan terjadi setelah selesai makan dengan pelan Sintia memakan makanannya dengan pelan apalagi Bagaskara menatapnya dengan intens seakan-akan ingin menerkam sekarang juga. Selesai makan Bagaskara masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan tubuhnya sebentar karena merasa sedikit lelah. Bagaskara memandang langit langit kamar milik Sintia sedangkan Sintia lebih memilih duduk di ruang tv sambil menunggu makan Yanga barusan dia makan turun ke dalam perut. Sintia akan masuk ke kamar lima belas menit lagi sesuai pesan Bagaskara tadi.


setelah lima belas menit Sintia masuk ke dalam kamar saat membuka pintu Sintia melihat Bagaskara yang sudah menunggunya di atas ranjang, Bagaskara menepuk ranjang yang kosong dan Sintia langsung naik keatas ranjang.


"temani aku tidur". perintah Bagaskara dan langsung menarik Sintia ke dalam pelukannya.


Sintia sedikit lega saat Bagaskara hanya memintanya untuk menemani tidur saja tanpa melakukan aktivitas seperti biasanya tadi Sintia sempat berpikir Bagaskara akan menyentuhnya.


"pagi ini aku selamat tapi tidak tau nanti malam". monolog Sintia, saat Sintia sedangkan berkecamuk dengan pikirannya Bagaskara sudah berada di alam mimpi, Sintia tidak berani bergerak dan lebih memilih diam saat berada di dalam pelukan Bagaskara karena Sintia tidak ingin membangun Bagaskara yang sedang tertidur, Sintia takut jika Bagaskara bangun maka dia harus melayaninya apalagi sudah tiga minggu Bagaskara berada di Indonesia pada akhirnya Sintia juga ikut terlelap.

__ADS_1


__ADS_2