
"semoga keperluannya lancar". ucap ustadz Ilham
"aamiin, kalau begitu saya permisi dulu mau melihat lihat pesantren ini sambil mengenang masa masa mondok, assalamualaikum". ucap Gus Maulana
"waalaikumussalam". jawab ustadz Ilham
"ustadz Ilham beruntung bisa ngobrol sama Gus Maulana". ucap ustadz Zaki
"Gus jadi itu Gus Maulana". tanya ustadz Ilham
"iya itu tadi Gus Maulana calon suami Ning Aida tadi barusan melamar Ning Aida dan mereka akan menikah dua minggu lagi". jawab ustadz Zaki
ustadz Ilham dan ustadz Zaki berjalan menuju kantor sedangkan Gus Maulana berhenti di saung dan duduk di sana
"ternyata sudah banyak perubahan di pesantren ini, dulu waktu aku di sini tidak ada saung ini". ucap Gus Maulana sambil melihat para santri putra yang sedang belajar di sana
Aida yang berjalan melewati saung itu menatap Gus Maulana dengan tajam hingga akhirnya terlintas ide jahil untuk menjahili Gus Maulana yang sedang duduk di atas jembatan. Aida mengambil batu dan melempar batu itu ke air.
byur
air itu sukses mengenai Gus Maulana dan Aida langsung berlari menjauh dari sana agar tidak ketahuan tetapi gus Maulana melihat punggung Adia.
"Ning". monolog Gus Maulana sambil mengusap wajahnya yang terkena air kolam dan mengusap bajunya
Gus Maulana berdiri dan kembali ke ndalem selatan untuk mengganti pakaiannya.
sedangkan di tempat lain Sintia yang sudah sampai di TK Mulia hari turun dari mobilnya sambil menunggu Ari, senyum Sintia terbit saat melihat Ari yang berjalan ke arah
"assalamualaikum bunda". ucap Ari dan mencium tangan Sintia
"waalaikumussalam anak pintarnya bunda". jawab Sintia
Sintia menjalankan mobilnya di perjalanan pulang Ari bercerita pada Sintia bahwa tadi gurunya meminta untuk bercerita tentang ibu mereka dan Ari bercerita bahwa dia punya dua ibu, yang pertama umi Kania yang itu ibu yang melahirkannya tetapi umi meninggalkan Ari setelah melahirkan Ari kemudian Ari punya bunda Sintia yang bisa memberikan dia kasih sayang seorang ibu.
"Bunda tau waktu Ari cerita punya dua ibu dan guru Ari mengatakan apa ayah Ari poligami gitu bunda". ucap Ari
"poligami itu apa bunda". tanya Ari
"hmmm poligami itu jika seorang pria punya istri dua". jawab Sintia dan Ari menanggukan kepalanya seperti mengerti
"berarti Abi poligami dong bunda". tanya Ari
"Abi tidak poligami Ari kan Abi menikahi bunda ketika umi Ari sudah tidak ada". jawab Sintia dan dalam hati semoga Ari tidak bertanya jauh tentang poligami
__ADS_1
"memang dalam Islam boleh yang bun punya istri dua". tanya Ari dan Sintia memijat dahinya
"nanti Ari tanya sama Abi saja ya soalnya bunda kurang paham". jawab Sintia dan Ari menanggukan kepalanya
setelah sampai rumah mereka turun dari mobil
"assalamualaikum mba". ucap seorang pria
"waalaikumussalam" jawab Sintia
"saya tukang AC dan saya datang kemari untuk membenarkan AC di rumah mba". ucap pria itu
"maaf ya mas suami saya tidak ada di rumah jadi saya tidak bisa mengizinkan mas untuk masuk , apa mas bisa datang kemari nanti lagi saat suami saya ada di rumah". jawab Sintia
"tidak bisa mba soalnya saya harus pindah dan tadi suami mba sudah menelpon saya kalau sudah sampai rumah di suruh masuk saja". jawab pria
"oh begitu ya mas, kalau boleh tau siapa nama suami saya yang menelpon mas". tanya Sintia sedangkan pria itu tanpa bingung menjawab pertanyaan dari Sintia
"Ari masuk ke dalam rumah dulu ya". ucap Sintia dan Ari langsung masuk ke dalam rumah
"Erik ya namanya yang menelpon mas". tanah Sintia
"iya mba". jawab pria itu dan jawaban yang diberikan pria itu membawa Sintia tau bahwa pria yang ada di hadapannya bukanlah orang baik
"ada apa mba". ucap salah satu bapak itu dan pria yang ada di hadapannya langsung berlari begitu saja
"tadinya saya mau minta tolong untuk membawa pria yang ada di hadapannya saya ke satpam kompleks seperti dia seorang penipu yang berkedok tukang servis AC". jawab Sintia
"seperti iya mba tadi pagi rumah Bu tukiyem kerampokan dan anak perempuannya di perkosa dan dari keterangan bu tukiyem ada tukang servis AC". jawab salah bapak
"kalau begitu saya telepon satpam kompleks". ucap bapak satunya
bapaknya untuk menyebutkan ciri ciri pria yang dia lihat tadi yang hampir sama dengan ciri ciri yang di sebutkan Bu tukiyem
"mba hati hati ya di rumah sebaiknya di kunci sampai ustadz Ilham kembali takutnya orang tadi kembali lagi ke sini".
"iya pak tadi untung saja ada bapak bapak yang lewat sini, soalnya tadi saya curiga pada orang itu dengan gerak geriknya". ucap Sintia
"kami pamit mba assalamualaikum".
"wassalamu'alaikum".
Sintia langsung mengunci pintunya
__ADS_1
"untung Allah masih melindungi mu dan aku masih ingat pesan mas Ilham tadi pagi jangan memasukkan pria lain ketika dia tidak di rumah". ucap Sintia sambal mengusap dadanya
Sintia menghampiri telepon rumah yang berbunyi
"assalamualaikum Sintia". ucap Ilham di seberang sana
"waalaikumussalam mas". jawab Sintia
"Sintia kamu baik baik sajakan di sini mas merasa gelisah". ucap Ilham
"Sintia baik baik saja mas tapi tadi ada penipu yang mengaku sebagai servis AC mas". jawab Sintia
"kamu tidak di celaikan". tanya Ilham dengan khawatir
"tidak mas tadi dia sempat masak masuk katanya sudah di izinkan oleh mas tapi karena aku curiga aku tanya siapa nama suamiku dia bingung terus aku bilang namanya Erik dan dia langsung ia saja dan kebetulan ada warga yang lewat aku langsung memanggil warga dan pria itu langsung berlari". Sintia menjelaskan
"syukurlah kamu baik baik saja". ucap Ilham
"iya mas tapi kata warga tadi yang jadi korban Bu tukiyem dan anaknya di perkosa mas". jawab Sintia
"mas langsung pulang sekarang mas takut orang itu kembali ke rumah". ucap Ilham langsung menutup teleponnya
Ilham yang meminta ustadz Zaki untuk mengantikan mengajar karena dia harus pulang. Ilham mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
ting
tong
"assalamualaikum mas pulang". ucap Ilham yang sudah sampai rumah
"waalaikumussalam". jawab Sintia dan mencium tangan Ilham
"syukurlah kamu baik baik saja". ucap Ilham dan langsung memeluk Sintia
"mas ini di luar malu jika di lihat orang". ucap Sintia karena sebenarnya dia masih canggung pada Ilham jika harus melakukan kontak fisik seperti ini.
Ilham membawa Sintia masuk ke dalam rumah dan menyerahkan paperbag
"apa ini mas". tanya Sintia
"ponsel untuk mu biar muda mas menghubungi mu". jawab Ilham,
setelah mengantarkan orang tuanya kebandaraan Ilham mampir ke toko ponsel untuk membelikan Sintia ponsel baru ke pesantren untuk mengajar
__ADS_1