Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Penyebab Keguguran


__ADS_3

setelah dua hari di rawat akhirnya Sintia di perbolehkan pulang. Ilham langsung membawa Sintia ke kamar dan menyuruh istrinya untuk istirahat.


"untuk sekarang jangan terlalu capek ingat kata dokter harus banyak istirahat". ucap Ilham


"iya mas". jawab Sintia


"mas tinggal ke dapur sebentar". ucap Ilham dan Sintia menanggukan kepalanya


setelah Ilham keluar dari kamar, Sintia memegang perutnya dan masih tidak percaya bahwa dia bisa hamil tetap sayangnya dia keguguran tanpa dia tau bahwa dia sedang hamil.


"setelah tujuh tahun aku ingin hamil dan Allah mengabulkan doa tapi Allah juga mengambil kembali janinnya". Sintia terseyum getir saat mengingat itu.


saat sedang melamun ibu mertua masuk dan Sintia melihat ibu mertuanya tanpa berbicara


"kamu tidak mengatakan pada Ilham bagaimana kamu bisa jatuh". ucap Marwah


"aku bukan orang yang ingin membuat hubungan anak dan ibunya hancur". ucap Sintia


"syukurlah". ucap Marwah


"aku bisa hamilkan Bu dan bisa memberikan cucu untuk ibu tapi sayangnya ibu sendiri yang membuat cucu ibu hilang dalam perut ku". ucap Sintia dan Marwah hanya bisa diam saja


"andai ibuku monolong mungkin sampai saat ini dia masih ada dalam perutku tapi ibu mengabaikan panggilan ku". sambung Sintia

__ADS_1


"Bu aku juga tidak menginginkan dalam lingkaran hitam itu dan aku sudah berhenti dan kembali ke jalan yang benar tapi mengapa ibu tidak bisa menerima ku Bu, andai ibu yang ada di posisi ku apa yang akan ibu lakukan". tanya Sintia


"i ibu tidak tau jika kamu hamil". ucap Marwah


"maaf Bu aku ingin istirahat, ibu bisa keluar". ucap Sintia bukan dia tidak menghormati ataupun membenci ibu mertuanya hanya saja ada rasa kecewa dalam dirinya Sintia.


ibu mertuanya bisa menerima dan memaafkan Kania orang yang sudah membuatnya masuk kedalam lingkaran hitam tapi kenapa pada dirinya yang notabennya korban tidak bisa menerima dirinya dan berujung membuat dirinya kehilangan anaknya.


Marwah keluar dari kamar dan berpapasan dengan putranya yang membawa semangkuk bubur.


"ibu habis melihat keadaan Sintia". ucap Marwah


"ibu tidak mengatakan sesuatu yang akan membuat Sintia sakit hati kan Bu". tanya Ilham


setelah mengatakan itu Ilham masuk ke dalam kamar dan memberikan bubur itu pada istrinya karena dari tadi malam istrinya itu tidak mau makan. Sintia menghabiskan bubur yang di buat oleh suaminya itu. setelah selesai makan Ilham membrikan obat pada istrinya.


"assalamualaikum Abi bunda". ucap Ari yang ada di ambang pintu kamarnya mereka yang baru pulang dari sekolah


"waalaikumussalam". jawab Ilham dan Sintia secara bersamaan


Ari mencium tangan kedua orang tuanya dan ikut duduk di bibir ranjang bersama abunya.


"bagaimana keadaan bunda maafkan Ari tidak bisa menjenguk bunda waktu di rumah sakit". ucap Ari

__ADS_1


"bunga baik Baik saja, tidak masalah Ari tidak bisa menjenguk bunda karena sudah ada Abi yang menjaga bunda, bagaimana dengan sekolah mu". tanya Sintia


"sekolah Ari lancar bunda dan sebentar lagi ada ujian kenaikan kelas". jawab Ari


"ternyata sebentar lagi anak bunda sudah mau kelas tiga SMP, Ari harus rajin belajar agar nanti saat lulus dapat nilai terbaik dan bisa masuk SMA impian Ari". ucap Sintia


"itu pasti bunda karena Ari ingin membuat Abi dan bunda bangga". jawab Ari


"jangan lupa Ari juga harus mendo'akan umi dan juga berkunjung ke makam umi". ucap Sintia


"iya bunda nanti hari Minggu Ari akan berkunjung ke makam umi sudah hampir satu bulan Ari tidak kesana karena kesibukan sekolah". jawab Ari karena biasanya Ari berkunjung ke makam uminya satu Minggu sekali


"Ari sebaiknya kamu ganti baju dan makan, bunda harus istirahat". ucap Ilham


"iya Abi". jawab Ari


setelah Ari keluar dari kamar mereka, Ilham membaringkan tubuh Sintia lalu mengusap usap kepala Sintia sehingga Sintia tertidur. setelah memastikan istrinya tidur Ilham membuka ponselnya lalu membuka cctv karena ingin tau apa yang membuat istrinya sampai terjatuh di lantai.


Ilham terkejut saat melihat ada Ning Aida di rumahnya yang sedang berbincang dengan ibunya, Ilham melihat dengan teliti cctv itu hingga menampilkan Sintia dan ibunya tengah berbicara setelah Ning Aida pulang, sayang Ilham tidak bisa mendengar apa yang ibunya dan Sintia bicarakan, jika di lihat dari ekspresi istrinya bahwa Sintia tengah marah.


"ibu". ucap Ilham saat melihat ibunya mendorong Sintia bahkan mengabaikan Sintia yang tengah kesakitan.


"astaghfirullah ibu". ucap Ilham sambil memijat dahinya dan Ilham sangat kecewa dengan apa yang di lakukan ibunya.

__ADS_1


Ilham langsung menelpon ayahnya dan memintanya untuk datang kemari. setelah menghubungi ayahnya Ilham keluar dari kamar untuk mencari ibunya.


__ADS_2