Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)
Melamar Aida


__ADS_3

sendangkan di pesantren tepatnya di ndalem sedang kedatangan tamu yaitu keluarga Gus Maulana yang akan melamar Ning Aida. Abah sendiri sudah memberitahu Gus Maulana bahwa Aida mencintai orang lain dan Abah ingin membatalkan perjodohan ini karena takut Aida akan membuat malu di keluarga Gus Maulana tetapi Gus Maulana tetap ingin melanjutkan perjodohan ini.


"kenapa Gus Maulana tetap ini melanjutkan perjodohan ini, Abah sudah mengatakan pada Gus bukan bahkan Aida sendiri memaksa Abah untuk meminta ustadz Ilham untuk menjadikannya istri kedua


"Abah Maulana yakin nanti setelah menikah Ning Aida bisa mencintai Maulana, mungkin sekarang Aida tersesat karena perasaannya". ucap Maulana


"tapi Gus, Aida mencintai ustadz Ilham sejak istri pertama ustadz Ilham masih hidup". ucap Abah dan Gus Maulana terseyum


"mungkin Ning Aida mencintai ustadz Ilham karena tau bagaimana ustadz Ilham memperlakukan istrinya sehingga membantu Ning Aida memiliki suami seperti ustadz Ilham, dan Maulana yakin setalah kita menikah dan memperlakukan Ning Aida dengan baik maka Ning Aida bisa mencintai Maulana dan melupakan ustadz Ilham, Maulana melanjutkan perjodohan ini karena Maulana tidak ingin Ning Aida berbuat nekat dan merusak pernikahan orang lain, selain itu karena Maulana mencintai Ning Aida". ucap Gus Maulana


"Abah percaya bahwa Gus bisa membuat Aida Sadar bahwa mencintai yang bukan halal untuknya itu dosa". ucap Abah


setelah berbincang Abah dan Gus Maulana kembali ke ruang tamu di sana sudah ada kedua orang tua Gus Maulana dan juga Ning Aida beserta umah.


"kenapa Ning Aida tidak mau di jodohkan dengan Gus Maulana". tanya Ummah Melati yaitu ibu dari Gus Maulana


"karena Gus Maulana itu jahat ummah dia sering menjahili Aida dan lebih parahnya Gus Maulana sering mengunci Aida di kamar mandi waktu kecil dulu dan sampai menikah dengan Gus Maulana Aida yakin Gus Maulana akan sering menjahili dan mengunci Aida". jawab Aida dan ummah Melati menatap putranya yang menggaruk kepalanya


"maaf ummah itukan waktu masih kecil". jawab Gus Maulana


Ummah Melati mengelengkan kepalanya karena dia tau putranya itu sangat nakal waktu kecil hingga suaminya memutuskan untuk mengantarkan putranya ke pesantren temannya karena di pesantren sendiri Gus Maulana selalu membuat ulah bahkan mengerjai santri putra.


"sudah sebaiknya kita mulai saja acara lamarannya". ucap Abah karena tidak ingin sampai putrinya mengatakan pada orang tu Gus Maulana jika dia mencintai orang lain.

__ADS_1


"benar nanti biar Abah rehan hukum Gus Maulana yang sudah menjahili waktu kamu kecil Ning Aida". ucap Abah Rehan yang tidak habis pikir dengan kenakalan putranya bahkan Rashid tidak mengatakan pada dirinya bahwa putranya sering menjahili putrinya


"Aida tidak mau nikah sama Gus Maulana". ucap Aida


"harus mau nanti saya tunjukkan sifat saya yang lain setelah kita menikah". ucap Gus Maulana


"sifat apa sifat nakalmu itu Gus". ucap Aida


"sudah jangan berdebat seperti waktu kalian kecil , Kalian ini sudah besar umah pusing melihatnya". ucap Ummah Maryam


akhirnya Aida hanya pasrah saja ketika ummah Melati memasangkan cincin dan gelang di tangannya.


"lihat saja Gus aku tidak akan diam seperti waktu aku kecil sekarang aku sudah dewasa dan akan aku balas kenakalan Gus waktu kecil". ucap Aida dalam hati


para orang tua sangat bahagia acaranya berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit perdebatan antara Gus Maulana dan Ning Aida. untuk pernikahan akan di langsungkan dua Minggu lagi karena acaranya akan di lakukan dua Minggu lagi Gus Maulana dan kedua orangtuanya tidak kembali ke malang tetapi mereka tinggal di pesantren Al-Hikmah dan tinggal di ndalem selatan. Gus Maulana juga akan membantu mengajar di sana sampai hari pernikahan tiba.


Gus Maulana sedang berjalan jalan di pesantren itu mengingat dulu dia menimba ilmu di sini dan ingat saat saat dirinya menjahili dan mengunci Aida di kamar mandi. kalau menjahili itu murni karena dirinya memang jahil tetapi saat dia mengunci Aida di kamar mandi itu ada alasannya yaitu terjadi waktu Aida sudah duduk di bangku SMP pada waktu itu Abah dan umah sedang tidak ada di pesantren dan Aida akan pergi bersama teman lakinya yang ada di sekolah ya Aida sekolah SMP bukan di pesantren tetapi di luar pesantren, karena tau akan keluar bersama laki laki Gus Maulana mengunci Aida di kamar mandi dari pagi sampai sore.


karena ulahnya yang mengunci Aida tentu saja Gus Maulana di sidang okeh Abah Rashid dan Gus Maulana memberitahu alasan kenapa mengunci Aida di kamar mandi awalnya Abah Rashid tidak percaya tetapi setelah bertanya dan mendesak Aida akhirnya Aida mengaku jika memang hari itu dia akan keluar bersama teman laki laki. setalah kejadian itu Abah Rashid memindahkan Aida sekolah di pesantrennya agar bisa mengawasi putrinya itu yang akan beranjak dewasa.


"ustadz Ilham". panggil salah satu santri


"iya Rahman ada apa". tanya ustadz Ilham

__ADS_1


"ini ustadz Rahman kan baru masuk di sini dan Rahman belum mampu jika hafalan sebanyak yang lain, apa itu tidak apa apa jika Rahman hanya setor hafalan sedikit". ucap Rahman


"tidak apa apa yang penting Rahman sudah berusaha untuk menghafal dan jangan lupa jika sudah di hafalan Rahman harus sering sering mengulang hafalan Rahman agar tidak lupa". jawab ustadz Ilham


"terima kasih ustadz Ilham kalau begitu Rahman pamit assalamualaikum". ucap Rahman


"waalaikumussalam". jawab ustadz Ilham


Gus Maulana yang melihat interaksi antara ustadz Ilham dan santri tersenyum


"mungkin sikap lemah lembutnya yang membuat Ning Aida menyukai dirinya tetap Aida salah mencintainya karena ustadz Ilham sejak istrinya masih hidup dan sampai ustadz Ilham menikah lagi". monolog Gus Maulana


"assalamualaikum". ucap Gus Maulana


"waalaikumussalam". jawab ustadz Ilham sambil melihat pria yang berdiri di depan


"tadi saya lihat kamu berbicara pada santri itu, kenapa kamu tidak marah saat dia hanya hafalan sedikit". tanya Gus Maulana


"kenapa harus marah karena setiap kemampuan santri itu berbeda dan kita harus menghargai usaha mereka yang sudah mau menghafal walaupun sedikit dan jangan sampai kita menekan mereka yang pada akhirnya akan membuat mereka tertekan". jawab ustadz Ilham sambil tersenyum


"maaf sebelumnya aku belum pernah melihat mu ada di sini, kamu siapa". tanya ustadz Ilham


"dulu aku menimba ilmu di sini dan ada keperluan sehingga aku harus datang kemari, namaku Maulana". jawab Gus Maulana tanpa memberi tahu siapa dirinya

__ADS_1


__ADS_2