Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Ulangan semester 1


__ADS_3

Saat ini ria tengah duduk di bangku taman dengan ditemani buku materi pelajaran sambil menunggu jam masuk kelas.


Dikarena ada ulangan semester semua murid harus berbagi jam masuk kelas. Saat pukul 07:00 wib semua ruang kelas akan ditempati kelas IX untuk melaksanakan kegiatan ulangan semester sampai pukul 09:00 wib.


Kemudian pukul 09:00 wib sampai jam 12:00 wib adalah giliran kelas VII dan kelas VIII masuk karena mereka akan mengerjakan soal dalam satu ruangan dengan aturan kelas VII dan kelas VIII akan duduk bersebelahan, sesuai nomor dan nama yang tertera di atas meja.


"Ria, jam berapa kamu berangkat..." Cris yang baru sampai langsung duduk disebelah ria.


"Mungkin sekitar jam delapan." Ria menjawab sambil terus mempelajari materi untuk ulangan nanti.


"Dengan siapa ria berangkat." Kali ini ria diam dan fokus menghafal rumus matematika.


"Ria, jangan terlalu serius belajar, bukannya kamu selalu juara dalam matematika." Dengan nada suara terdengar sedikit kesal.


"Dengar cris, menjadi juara bukan berarti harus malas belajar, justru kita harus lebih semangat lagi, jika kita malas dan meremehkan pelajaran, ilmu bukannya bertambah malah berkurang dan berakibat kita akan menyesal." Kali ini ria berbicara sambil melihat ke arah cris.


"Menyesal..."


"Iya menyesal, karena diluar sana masih banyak anak yang lebih cerdas dan lebih pintar dari kita."


"Terus.."


"Jika kita malas kita akan tertinggal jauh dari mereka, tapi jika kita lebih semangat belajar, meskipun kita tidak bisa berada diatas mereka, paling tidak kita bisa sejajar dengan mereka."


"Maksudnya.."


"Contohnya Bayu dan ria, Bayu anak orang kaya, dia bisa memilih sekolah manapun tanpa harus bersaing dengan yang lain. Sedangkan ria harus bersaing mendapatkan peringkat pertama, agar bisa bersekolah di sini dengan cara beasiswa, dan mendapat beasiswa bukan hal mudah, ria harus mempertahankan peringkat ria agar mendapat beasiswa sampai lulus nanti, agar bisa sejajar dan satu sekolah dengan cris dan Bayu, ria harus terus berteman dengan semua buku ini."


"Ada apa, kenapa kalian ngomongin bayu." Bayu yang tiba-tiba datang dari belakang langsung bertanya dan mengagetkan ria dan cris.


"Eh.. Kodok ngagetin aja." cris menjawab sambil mengelus dadanya.


"Sudah ayo masuk kelas." Ajak ria.


Kali ini cris masuk ke kelas VII A sendiri karena ria satu kelas dengan Bayu di ruang kelas VII B.


Saat bel sekolah berbunyi guru pengawas ulangan pun masuk dengan membawa dua map soal pelajaran yg kemudian dibagi kepada semua murid sesuai kelasnya.


Saat mengerjakan soal suasana hening seketika, semua mengerjakan soal dengan serius.


Apalagi guru pengawas terkenal galak jika mengetahui ada murid yang menyontek maka seketika itu soal selesai atau belum, wajib harus dikumpulkan.


Sebelum jam istirahat berbunyi ria sudah mengumpulkan jawabannya ke depan dan menyerahkan kepada guru pengawas.


"Bu, ini jawaban saya sudah selesai."

__ADS_1


"Ceria apa sudah kamu cek, waktu mengumpulkan masih ada."


"Sudah bu."


"Baiklah kamu boleh istirahat diluar."


"Iya Bu, terimakasih."


Ria keluar lebih dulu, setelah itu disusul teman-teman yang lain. Disaat semua murid istirahat dengan bercanda bersama teman-temannya, ria memilih untuk tetap belajar di bangku taman.


"Ria disini rupanya, cris tadi mencari ria diperpustakaan namun tak ada ria disana."


"Iya, hari ini ria ingin belajar disini."


"Baiklah cris akan temani ria disini, dan dimana bayu."


"Oh, bayu mungkin masih didalam."


Tak lama kemudian bayu keluar kelas, dengan senyum manisnya dia berjalan mendekati ria dan cris, kemudian duduk ditengah antara ria dan cris.


"Eh... Dasar kodok, baru datang langsung main geser duduk ditengah aja." Cris mengomel sambil cemberut.


"Emmmb... Ria nanti pulang bareng Bayu ya." Tanpa menjawab cris, bayu langsung membelakangi cris dan berbicara dengan ria


"Ria bawah sepeda."


"Anda baru sadar, kemarin kemana aja bang." Bayu menjawab ucapan cris dengan posisi masih membelakangi cris.


"Baiklah, cris mau ke perpustakaan saja daripada jadi obat nyamuk, king kong." Cris berbicara sambil berdiri didepan bayu dan menyebut king kong tepat diwajahnya bayu.


"Kurang ajar, maksudmu aku king kong." Bayu langsung menatap cris dengan ekspresi marah.


"Anda baru sadar, kemarin kemana aja bang." Ucap cris menirukan perkataan bayu dan langsung berlari menuju dari bayu.


Sedangkan ria jangan ditanya lagi sejak tadi dia sudah tertawa melihat cris dan bayu bertengkar. Memang kedua sahabatnya itu, jika bertemu bertengkar, namun jika berjauhan selalu kesepian.


"Ria nanti pulang nya bayu antar ya."


"Bayu, ria sudah bawah sepeda, kenapa harus diantar pulang."


"Iya, nanti bayu antar ria pulang ke rumah ria, kemudian kita pulang kerumahku."


"Apa mama sakit..?"


"Tidak, mama baik-baik saja."

__ADS_1


"Terus ada apa, kenapa bayu ajak ria kerumahmu."


"Bayu ada hadiah untuk ria."


"Hadiah apa.."


"Nanti ria akan tau sendiri."


"Baiklah."


Setelah itu mereka masuk kelas untuk ulangan materi ke dua. Setelah selesai ulangan mereka pulang bersama.


Saat sampai didepan rumah ria, pintu rumah ria masih terkunci, namun kali ini ria sudah tahu dimana letak kunci rumahnya, karena sebelum berangkat ke sekolah nenek Ijah sudah berpesan bahwa kunci rumah akan ditaruh di bawah keset depan pintu.


"Bayu tunggu disini ria mau ganti baju dulu."


"Iya." Jawab bayu sambil duduk di kursi teras rumah ria.


Setelah selesai ganti baju, ria keluar dan tak lupa kunci pintu, dan berpamitan kepada tetangga sebelah rumahnya.


"Kak siska.. Kasih tau nenek ria main kerumahnya bayu." Ria berpamitan dengan siska tetangganya.


"Iya ria, kamu hati-hati dan cepat pulang."


"Baik kak, assalamualaikum kak."


"Wallaikumsalam ria."


Setelah berpamitan ria dan bayu kemudian pergi kerumahnya bayu, dengan dibonceng bayu menggunakan sepeda bayu.


Awalnya ria tidak mau dibonceng bayu, namun bukan bayu namanya jika tidak bisa membujuk ria.


Saat sampai didepan rumah bayu, mama bayu sudah menyambut kedatangan bayu, dia juga senang karena ria mau kerumahnya.


Karena seminggu sebelum ulangan ria tidak ada waktu bermain, waktu ria habis untuk memikirkan pelajaran sekolahnya, hingga tak ada waktu untuk bermain ke rumah bayu.


Sambil menunggu bayu ganti baju, ria dan mama bayu mengobrol sambil makan cemilan yang sudah disiapkan mama bayu.


Mereka mengobrol dengan asyik, sambil tertawa bersama seperti seorang ibu dan anak sendiri.


Ria sangat bersyukur meskipun dia tak pernah merasakan kasih sayang mamanya, tapi ria masih memiliki banyak orang yang menyayanginya.


Makasih masih setia dengan saya...


Jangan lupa untuk memberikan rate 5, like komentar dan vote ya...😍😍

__ADS_1


Dukungan kalian berarti bagiku 😘


__ADS_2