Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Retaknya hubungan ria dan bayu


__ADS_3

Di pagi hari dengan ditemani kicauan burung sepasang kekasih sedang menikmati libur akhir pekannya di taman kota.


Sejak pulang dari kota G empat bulan yang lalu bayu dan ria menjadi semakin dekat, saling menyayangi, dan tak pernah ada pertengkaran diantara keduanya.


"Ria, mungkin beberapa hari ke depan kita tidak bisa pergi bersama lagi..."


"Kenapa, apa bayu ada masalah.."


"Bayu tidak ada masalah cuma kita harus.." Bayu berhenti bicara seperti memikirkan sesuatu, namun ria tetap dia dan memperhatikan bayu.


"Emm.... Harus menjaga mama karena sudah mau lahiran dan juga harus fokus belajar untuk UN bulan depan." Bayu kembali berbicara.


"Oh... Ria pasti akan sering main ke rumah bayu, untuk jaga mama sambil belajar bersama bayu." Ria berbicara sambil tersenyum.


"Tidak, eh.. Jangan, emm... Maksudnya ria tidak usah ke rumah bayu, nanti ba.., bayu jadi tidak konsen belajar jika ada ria." Bayu berbicara dengan nada terdengar gugup.


"Ada yang aneh dengan bayu, seperti sedang menyembunyikan sesuatu, mencurigakan." (Ria berkata dalam hati).


"Bayu jujur ada apa denganmu."


"Emmm... Tidak apa-apa, itu hpnya ria bunyi ada telpon masuk, angkat dulu sana." Bayu menjawab sambil mengalihkan pembicaraan.


"Baik... Ria angkat telepon dulu ya."


"Iya.."


Ria pun mengangkat telepon yang dilihatnya nama budhe.nur yang merupakan penjual tahu yang berjualan di sebelah dagangan nenek ijah saat di pasar.


"Halo,.. Ria cepat pergi ke rumah sakit dekat pasar, nenekmu baru saja keserempet motor saat mau pulang."


"Baik budhe, ria ke sana sekarang."


"Iya cepat.."


Setelah mengangkat telepon langsung mengajak bayu untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit ria langsung berlari masuk tanpa menunggu bayu yang masih memarkir motornya.


Setelah bertanya kepada perawat akhirnya ria menemukan ruang dimana sudah ada budhe.nur dan beberapa orang didepan pintu menunggu nenek ijah.


"Budhe.. Bagaimana keadaan nenek..?" Ria bertanya ketika melihat budhe.nur.


"Masih ditangani dokter, kita berdoa saja semoga nek.ijah baik-baik saja." Ria duduk dikursi sambil menangis karena khawatir dengan kondisi neneknya.

__ADS_1


Bayu yang baru datang langsung duduk disebelah ria, tak lama kemudian pintu kamar nenek ijah terbuka.


Ria langsung masuk ke kamar nenek ijah bersama bayu, sedangkan orang tua bayu yang baru datang langsung bertanya kepada dokter tentang kondisi nenek ijah.


"Nenek, apa yang terjadi, mana yang sakit nek, hiks..hiks.." Ria langsung menggenggam tangan neneknya dan bertanya sambil menangis.


"Ria, nenek tidak apa-apa nak, ria jangan menangis."


"Ini salah ria, hiks..hiks.., harusnya ria bisa jagain nenek, hiks..hiks.., maafkan ria nek, hiks..hiks.." Ria berbicara sambil menangis.


"Sudah ria jangan nangis nak, nenek baik-baik saja sayang.." Nenek berbicara sambil mengusap air mata ria.


Mendengar ucapan nenek, ria pun berhenti menangis, setelah sore nenek diizinkan untuk pulang, itupun karena nenek ijah memaksa untuk pulang.


Mereka pulang bersama orang tua bayu, selama satu bulan nenek ijah harus menggunakan kursi roda dikarenakan kaki sebelah kanannya mengalami keretakan dan mendapatkan beberapa jahitan.


Nenek ijah juga dilarang berjualan ke pasar karena mata nenek ijah sudah rabun maka akan berbahaya jika harus menyeberang dijalan raya.


"Ria kami pulang dulu, jika ada apa-apa, jangan sungkan untuk menghubungi kami." Ucap mama bayu sambil pamit pulang.


"Iya mama, papa dan bayu, terimakasih ya.."


"Iya, sama-sama, kami pulang dulu ya."


Sudah 5 hari nenek ijah sakit , selama nenek ijah sakit semua pekerjaan rumah ria yang mengerjakannya bahkan ria juga merawat neneknya sendiri, mulai dari menyuapi makanan, memberikan obat bahkan ria yang memandikan neneknya.


"Ria maafkan nenek yang hanya bisa menyusahkan ria.." Nenek berbicara sambil menangis.


"Nenek jangan menangis, ria senang bisa merawat nenek."


"Nenek hanya beban untuk ria.." Nenek ijah berbicara sambil terus menangis.


"Siapa bilang nenek beban untuk ria, bagi ria nenek adalah malaikat, tanpa nenek mungkin ria akan jadi gelandangan atau bahkan sudah meninggal sejak bayi, hiks..hiks.."


Ria menangis sambil mengingat asal usul hidupnya yang dibuang ibunya sendiri didepan rumah orang asing dan untung orang asing itu nenek ijah yang baik hatinya.


"Jangan menangis lagi, nenek bersyukur karena diberi kesempatan bisa merawat anak sebaik ria, dan nenek bangga bisa jadi neneknya ria".


"Terimakasih nenek.." Ria berbicara sambil memeluk tubuh neneknya.


Setiap jam dua malam ria sudah bangun untuk sholat, bikin kue untuk dijual kemudian memasak makanan, membersihkan rumah, setelah itu sholat subuh, setelah itu ria merawat neneknya dulu.


Setelah urusan neneknya selesai barulah ria membersihkan diri dan berangkat ke sekolah dengan membawa 1 box kue yang akan dititipkan di warung dekat rumahnya.

__ADS_1


Setelah sampai disekolah ria langsung mengambil buku dan menyempatkan untuk belajar sampai jam masuk berbunyi.


Setelah jam istirahat ria dan bayu masih duduk berdua didalam kelas sambil berbincang-bincang.


"Ria... Lulus SMP nanti ria mau daftar di sekolah mana..?" Bayu bertanya sambil melihat ria.


"Bayu... Mungkin ketika lulus nanti ria tidak melanjutkan pendidikan.." Jawab ria.


"Kenapa ria..?" Bayu bertanya dengan nada dingin.


"Ria ingin menggantikan nenek mencari nafkah." Ria menjawab dengan menundukkan kepalanya karena takut melihat ekspresi bayu yang marah.


"Ria,.. Sekarang bayu mau tanya, apa ria cinta dengan bayu." Bayu terus berbicara dengan nada ketus dan dingin.


"Jelas, ria sangat cinta dengan bayu, kenapa bayu bertanya seperti itu...?"


"Kalau ria cinta bayu, jangan putus sekolah dan biarkan keluarga bayu yang menanggung semua biaya hidupmu.." Bayu berbicara sambil menatap tajam ke arah ria.


"Tidak bayu, terimakasih selama ini ria sudah banyak menyusahkan keluarga bayu, dan untuk masalah biaya hidup keluarga ria, biar menjadi tanggung jawab ria.."


"Bayu sangat kecewa denganmu ria, dan sekarang ria pilih lanjut sekolah atau kita putus.."


*Deg...!!


Jantung ria seakan berhenti setelah mendengar kata putus dari bibir pria yang dicintainya itu dan air mata langsung mengalir dengan sendirinya*.


"Apa maksud bayu.." Ria bertanya dengan wajah sedih, kecewa dan perasaan hancur hingga air mata terus menetes.


"Jika ria tetap memilih berhenti sekolah lebih baik kita putus, bayu tidak ingin punya pacar apalagi calon istri yang hanya lulusan SMP." Bayu berbicara sambil berdiri membelakangi ria dan saat bayu ingin pergi ria langsung memeluknya dari belakang.



"Bayu jangan tinggalkan ria.." Ria berbicara sambil memeluk tubuh bayu.


"Kita bicarakan setelah pulang sekolah.." Bayu menjawab dan melepas tangan ria yang memeluknya.


Kemudian bayu pergi tanpa melihat ria dan meninggalkan ria yang terjatuh sambil duduk dilantai dengan masih menangis, merasakan hati dan jiwanya hancur saat mengingat kata putus yang diucapkan bayu.


Terimakasih sudah setia dengan novel saya..


Jangan lupa untuk memberikan vote, like dan komentarnya...


Dukungan kalian berarti bagiku..

__ADS_1


__ADS_2