Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Liburan bersama yoga


__ADS_3

Pagi ini saat ria dan neneknya sedang sarapan, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk seseorang.


"Siapa yang bertamu di pagi hari." Ucap nenek ijah sambil berdiri dari meja makan.


"Nenek lanjutkan sarapannya biar ria yang membuka pintu." Jawab ria sambil bergegas membuka pintu.


"Baik, maaf merepotkan." Ucap nek ijah dan dibalas senyuman oleh ria.


Ria berjalan menuju pintu dilihatnya melalui jendela ternyata bang yoga yang datang, tak butuh waktu lama ria langsung membuka pintu.


"Eh.. Abang silahkan masuk bang, ayo kita sarapan dulu." Ucap ria mempersilakan bang yoga masuk.


"Tak usah nanti merepotkan mending kau sarapan dulu, biar ku tunggu disini." Jawab bang yoga.


"Ayolah bang tak perlu sungkan begitu, anggap saja rumah sendiri." Ria tetap bersikeras mengajak bang yoga.


"Ria itu siapa...?" Tanya nenek ijah yang tiba-tiba datang menghampiri.


"Ini bang yoga nek dia boss ria di mall, dan bang yoga kenalkan ini neneknya ria." Ucap ria memperkenalkan.


"Selamat pagi nek, saya yoga." Ucap bang yoga sambil menyalami nenek ijah.


"Selamat pagi juga silahkan masuk nak yoga, mari sarapan bareng kebetulan ria masak banyak hari ini." Ajak nenek ijah sambil tersenyum.


"Tak perlu nek biar saya tunggu disini saja." Jawab bang yoga.


"Ayolah bang gak perlu sungkan sarapan dulu dan ciciplah masakan ria." Ajak ria terus memaksa dan membuat yoga akhirnya bersedia untuk ikut sarapan bersama ria dan neneknya.


Dimeja makan ria mengambilkan piring, nasi dan lauk untuk bang yoga. Wajah nenek terlihat bahagia dikala melihat ria dan yoga.


"Silahkan dimakan bang." Ucap ria sambil duduk.


"Iya terimakasih, emm.. masakan mu enak banget." Jawab bang yoga setelah memasukan makan ke mulutnya.


"Terimakasih." Jawab ria sambil tersenyum.


"Silahkan nambah nak, masakan ria memang enak." Ujar nenek ijah.


Setelah makan ria mencuci piring terlebih dahulu kemudian bersiap dan pamitan kepada neneknya bahwa hari ini ria ingin pergi dengan bang yoga.


"Nek kami pergi dulu, nenek istirahat saja jika bosan nenek bisa nonton tv atau main ke rumah tetangga sebelah." Ucap ria kemudian menyalami neneknya.


"Iya sayang hati-hati nak." Jawab nenek ijah.


"Nek kami pergi dulu, assalamualaikum." Ucap bang yoga.


"Walaikumsalam, jaga ria baik-baik nak dan jangan pulang terlalu malam." Jawab nenek ijah.


"Baik nek." Ucap ria dan bang yoga bersamaan.

__ADS_1


Setelah itu ria dibonceng bang yoga menggunakan moge. Sepanjang perjalanan ria merasa heran melihat yoga yang berprofesi sebagai tukang parkir tapi memiliki sebuah moge.


"Abang..!!" Ria memanggil yoga saat mereka berhenti di lampu merah.


"Iya adek ada apa...?" Jawab bang yoga.


"Ria mau tanya boleh.." Ujar ria.


"Boleh tapi nanti kita lanjutkan perjalanan dulu." Jawab bang yoga kemudian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Karena yoga melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat ria takut hingga memeluk erat tubuh yoga.


"Ria.. Sampai kapan kau meluk tubuhku, kita sudah sampai nih.." Ucap yoga masih duduk di atas motor.


"Eh.. Maaf bang, hehehe..." Jawab ria langsung melepaskan pelukannya kemudian turun dari boncengan yoga.


Yoga hanya tersenyum kemudian memarkirkan motornya. Setelah itu yoga menggenggam tangan ria dan berjalan menuju pintu masuk kebun binatang di kota S.


Setelah membeli tiket masuk yoga memasangkan tiket itu dipergelangan tangan ria, karena tiket itu berupa lembaran yang harus dipake gelang semala berada didalam area kebun binatang.


Saat masuk ria sudah disuguhkan berbagai macam hewan yang lucu seperti kelinci kucing dan banyak lagi.


"Wah... Bagus banget, banyak sekali hewan disini." Ria terus bicara sambil berjalan bergandengan tangan dengan yoga.


"Namanya juga kebun binatang ya banyak binatang dong.." Jawab yoga.


"Iya juga ya, eh... bang lihat yang itu mirip denganmu ya, hehehe..." Ucap ria sambil menunjuk kearah kawanan monyet.


"Aduh... Sakit bang, lihat hidup ria merah."


"Biarin siapa suruh meledek abang.." Jawab yoga sambil terus berjalan dengan menggenggam tangan ria.


Kemudian mereka sampai dan berhenti diarea kandang gajah dan ternyata ada satu gajah yang dikurung dalam kandang sedang mengamuk dan terus mendobrak pintu besi sehingga terdengar suara yang sangat berisik dan ngeri jika didengarkan.


"Bang pindah yuk ria ngeri lihat tuh gajah yang sedang mengamuk dikandang." Ria berbicara sambil menunjuk ke arah gajah yang terus ngamuk.


"Tenang dek itu gajahnya sudah dirantai jadi gak mungkin bisa kabur.." Jawab yoga sambil tersenyum melihat tingkah takut ria.


"Bang lihat kandang kuda Nil aja yuk.." Ria terus berusaha membujuk yoga agar mau pindah dari kandang gajah.


Dengan banyak cara akhirnya yoga bersedia untuk pergi dari kandang gajah dan mereka menuju ke kandang kuda Nil.


"Wah... Kuda Nil nya banyak dan besar banget, bang lihat deh kuda Nil nya buka mulut lebar banget ya.." Ucap ria.


"Iya, gimana kau senang liburan kesini.."


"Ria seneng banget bang dan makasih sudah ajak ria kesini.." Jawab ria.


"Ayo naik gajah.." Yoga berbicara sambil menarik tangan ria menuju ke lapangan untuk naik gajah.

__ADS_1


"Ria takut bang.."Jawab ria saat menunggu antrian tiket naik gajah.


"Tenang kau naik sama abang dan nanti juga ada pawang gajahnya akan berjalan menemani kita." Ucap yoga.


"Oke deh." Jawab ria sambil tersenyum.


Sambil menunggu antrian ria dan yoga terus berfoto menggunakan hp mereka secara bergantian.


Setelah berfoto ria dan yoga melihat ke arah pengunjung yang sedang naik gajah, dilihatnya seorang anak kecil naik dengan ayahnya.


"Andai masa kecilku bisa seperti gadis kecil itu, betapa bahagia bisa berada dalam dekapan papa sambil melihat senyuman mama, tapi semuanya sudah tak mungkin." Batin ria berbicara dalam hati.


"Hei... Jangan nangis ayo kita naik.." Ucap yoga sambil mengusap air mata ria mungkin dia sudah faham dengan apa yang dirasakan ria saat ini.


"Oh.. iya bang." Ria berjalan menuju ke arah gajah yang akan dinaikinya.


Dengan hati-hati dan dibantu sang pawang ria menaiki gajah yang bertubuh besar ria naik dulu baru yoga naik dibelakang sambil memeluk ria.


Saat pertama kalinya ria menaiki gajah ada rasa takut, antara takut jatuh takut gajahnya tiba-tiba ngamuk dan lain sebagainya.


"Jangan takut ada abang disini.." Ucap yoga mencoba menenangkan ria, sedangkan ria hanya menganggukkan kepalanya karena takut.


Saat gajah mulai berjalan ria sedikit takut hingga akhirnya yoga mendekap tubuh ria dari belakang, kalo dilihat orang lain mungkin mereka mengira yoga dan ria adalah pasangan suami istri yang romantis.


"Mbak jangan takut gajahnya baik kok.." Ucap sang pawang yang menuntun gajahnya berjalan mengelilingi lapangan.


"Iya pakdhe..." Jawab ria mulai tenang.


"Mas sama mbaknya pengantin baru ya, mesra banget." Tanya pawang itu terus mengajak ria dan bayu berbicara.


"Haaaah..." Jawab ria dan yoga bersamaan.


"Gak usah malu pakdhe juga pernah muda." Ucap sang pawang lagi.


"Pakdhe kami bukan pengantin baru." Jawab ria menjelaskan sedangkan yoga hanya diam sambil tersenyum.


"Oh.. Jadi udah lama nikahnya, kalau nanti punya anak ajakin liburan kesini saja biar bisa liburan sekaligus belajar tentang hewan." Ucap pawang itu.


"Bukan pakdhe kami ini hanya berteman, serius..!!" Jawab ria menyakinkan.


"Gak percaya..!!" Sang pawang tetap ngotot sambil terus berjalan menuntun sang gajah.


"Hahaha.. Iya pak kami hanya berteman, bapak doakan saja semoga kami berjodoh." Kali ini yoga yang berbicara.


"Amiiiin..." Ucap sang pawang.


"Abang kenapa ngomong gitu sih." Ria merasa kesal dengan ucapan yoga, sedangkan yoga hanya tersenyum.


"Uda pakdhe aminin dan biasa cepat terkabul kalo pakdhe yang aminin, hehe.." Ucap pawang itu sambil tersenyum sedangkan ria hanya cemberut.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir jangan lupa untuk memberikan like dan komentarnya..


Dukungan kalian berarti bagiku 😘😘


__ADS_2