
Siang ini saat pulang sekolah ria yang belum dijemput nenek Ijah menunggu nenek Ijah didepan gerbang sekolah, bersama Bayu dan mamanya.
Setengah jam mereka menunggu namun nenek Ijah belum juga datang, akhirnya Ria diajak pulang bersama Bayu, dengan dibonceng mamanya Bayu menggunakan sepeda motor, Ria duduk ditengah dan Bayu dibelakang.
Sampai dirumah ria, ternyata nek Ijah belum pulang, dan pintu rumahnya juga terkunci.
Mama Bayu mengajak ria pulang kerumahnya, sebelum ikut pergi ke rumah Bayu, ria menitipkan pesan kepada tetangganya kalo ria diajak Bayu dan mamanya pulang kerumahnya.
Saat sampai dirumah bayu, Bayu langsung ganti baju ke kamarnya yang ada dilantai atas, sedangkan ria duduk diruang keluarga dengan mamanya Bayu sambil makan cemilan.
"**Ria kamu ganti baju dulu, dikamar sudah Bayu siapkan baju buat ria."
"Emang Bayu punya baju perempuan."
"Enggak punya sih, tapi ria bisa pake baju Bayu dulu."
"Benar ria, kamu ganti aja pake baju Bayu, daripada pake seragam sekolah nanti kotor."
Ucap mama Bayu menjelaskan.
"Baiklah terimakasih, tapi kamar Bayu dimana."
"Sini Bayu antar."
Setelah mengantar ria ke kamar, Bayu langsung turun dan menonton tv dengan mamanya. Dan beberapa menit kemudian ria turun dengan baju Bayu yang kebesaran karena badan ria kurus.
"Cocok juga dipake sama ria, cuma sedikit kebesaran aja. " Mama Bayu.
"**Makasih bayu."
"Iya sama-sama, ayo ikut bayu, Bayu ajarin naik sepeda."
"Emang ria boleh pake sepedanya Bayu."
"Gak papa sayang, Bayu punya dua sepeda, dari pada gak ada yang pake, yang satunya buat ria aja." Mama Bayu menyakinkan ria.
"Terimakasih Tante cantik dan Bayu kalian sudah baik sama Ria."
"Sama-sama, ayo ria kita naik sepeda*."
"Ini sepedanya."
__ADS_1
"Iya, ria juga gak suka warna pink ya"
"Bukan, sepedanya bagus banget dan ria suka sepedanya, makasih bayu."
"Sama-sama*."
Karena ria belum pernah naik sepeda, ria masih menggunakan dua roda pembantu, agar ria tidak jatuh, Bayu dengan telaten mengajarkan ria cara menaiki sepeda dan mengayun dengan benar.
Ria kemudian mempraktekkan semua yang diajarkan Bayu. Setelah lumayan lama ria belajar akhirnya ria sudah bisa mengayun sepeda dengan cepat meskipun masih menggunakan roda bantu.
"**Nanti malam Bayu akan suruh papa buat lepas roda bantunya, biar ria gak susah lagi kalo belok."
"Kalo ria jatuh gimana."
"Jangan takut, kalo jatuh bangkit lagi, dan terus semangat, biar cepat bisa."
"Baik Bayu, ria akan semangat."
Dari teras rumah mama Bayu tersenyum melihat Bayu dan ria yang selalu akur, dia senang karena Bayu akhirnya menemukan teman yang sesuai keinginannya, dan dia juga berharap agar ria bisa selamanya menjadi sahabat baik.
Setelah bermain sepeda Bayu dan ria masuk rumah kemudian makan siang, setelah makan siang ria mengajak Bayu untuk belajar, awalnya Bayu menolak, namun bukan ria namanya kalo tidak bisa membujuk Bayu.
Ria dan Bayu mengerjakan PR bersama diruang keluarga, ria sangat pandai dalam matematika tapi sangat lemot dalam bahasa Inggris, berbeda dengan Bayu yang sangat suka bahasa Inggris karena menurut Bayu bahasa asing sangat keren.
Setelah belajar Bayu mengantarkan ria pulang kerumahnya, karena kata ria jam satu siang ria harus berangkat mengaji. Diperjalanan pulang Bayu mengajak ria mengobrol sambil mengayunkan sepedanya.
"Ria sebenarnya bayu juga ingin ikut ngaji."
"Oh, nanti Bayu ikut ria aja, Bayu sudah sampai mana ngajinya."
"Bayu gak pernah ngaji ria, kalo boleh Bayu ikut sekelas dengan ria aja."
"Ria sudah jilid 2, kalo Bayu nanti jilid 1, dikelas sebelah ria."
"Gak mau kalo gak ada ria."
"Gimana kalo Bayu ikut ke kelas ria dulu, setelah ria selesai baca jilid nya baru ria temani Bayu ke kelas."
"oke, nanti berangkatnya Bayu jemput ya."
"Iya lagian nanti kita ngaji di mushola sebelah rumah ria."
__ADS_1
"oke ria."
Setelah sampai di rumah ria, bayu langsung pulang untuk mandi dan bersiap mengaji dengan ria. Orang tua bayu sangat senang karena Bayu mau mengaji, padahal sebelumnya Bayu selalu malas jika disuruh mengaji dan belajar. Dia lebih suka menonton acara kartun kesayangannya.
Ditempat mengaji, Bayu selalu berjalan disampingnya ria.
"*Hai ria, itu siapa.."
"Ini teman ria, kenalkan dia Bayu dan Bayu ini meli, Siti, nurul, dika, dll*."
Bayu pun berkenalan dengan semua teman ria, teman ria banyak, baik seumuran mau pun lebih tua dan lebih muda mereka semua mengenal ria dengan baik.
"**Bayu nanti kamu satu kelas dengan Siti sama Dika, kalo ria satu kelas dengan meli sama Nurul, Bayu jangan takut, dikelas Bayu masih banyak teman yang baik."
"Gak mau kalo gak sama ria, Bayu gak akan masuk, Bayu ikut kelas ria saja."
"Jangan takut Bayu ada Siti, nanti Siti temani Bayu, kelasnya ria itu untuk yang sudah lulus jilid 1, Bayu kan belum lulus."
"Gak mau, pokoknya harus sama ria."
"Baiklah, tapi Bayu ikut masuk ria dulu, nanti ria temani Bayu ke kelas Bayu*."
"Sip*.."
Saat didalam kelas pak ustadz memulai mengajar bacaan Al Fatihah kemudian mulai membuka buku jilid masing-masing, setelah itu pak ustadz membaca dihalaman yang sudah ditandai kemarin.
Semua murid menirukan dan kemudian menghafalkan, setelah hafal baru maju duduk di samping pak ustadz untuk membacanya jika bener akan naik kehalaman berikutnya dan jika salah akan mengulang kembali saat pertemuan yang akan datang.
Ria maju duluan dan langsung lulus, pak ustadz memberikan nilai A+ di buku nilai ria, setelah membaca ria ijin untuk menemani Bayu ke kelasnya.
Dikelas Bayu takut karena tidak pernah mengaji, ria mengajari Bayu dengan cara ria membaca dan memberi penjelasan soal huruf Hijaiyah, agar Bayu ingat setiap bentuk dan cara bacanya.
Bayu pun langsung paham dan terus menghafalkan akhirnya saat Bayu dipanggil guru yang mengajar Bayu langsung bisa dan mendapatkan nilai B+ yang artinya Bayu naik ke halaman berikutnya tapi harus sering menghafalkan.
Begitulah hari-hari Ria dan Bayu, setiap hari ria masih sekolah, belajar naik sepeda dan mengaji dengan Bayu. Mereka berdua semakin hari semakin akrab.
Hai... para reader tercinta,...
Terimakasih masih setia dengan cerita author...
Dan sepertinya selanjutnya kalian bakal dibikin nangis lagi...
__ADS_1
Karena penderita ria belum berakhir..
Kita tunggu episode selanjutnya 😊