
Setelah membuka file dokumen, ria membuka file rekaman suara disana terdengar suara bayu yang berteriak kesakitan sambil memanggil nama ria.
"Mama sakiiiit... Papa.... Riaaaa....Riaaaa...!!" Suara bayu terdengar dalam rekaman suara.
"Sabar nak,.. Ini demi kesehatan kamu,.. Papa.. Anak kita, hiks..hiks.." Suara mama yang menangis.
Suara bayu terus terdengar merintih kesakitan, membuat siapa saja yang mendengarnya ikut merasakan nyeri dan kesakitan.
Ria terus mendengar semua rekaman suara bayu sambil terus menangis, membayangkan rasa sakit yang dialami bayu selama ini, bayu berjuang melawan penyakitnya.
Setelah mendengar semua rekaman suara, ria membuka file video bayu, didalam video itu bayu duduk sendiri di bangku taman.
Bayu berbicara menghadap ke kamera dia dengan wajah pucat, bayu mencoba untuk tersenyum.
"Ria video ini bayu buat khusus untuk mu, semoga kau bisa melihat video ini sebelum aku pergi dan tak akan kembali."
Bayu membuka selembar kertas berwarna putih, yang berisi puisi untuk ria.
*Ceria....
Nama gadis yang ku cinta....
Cinta sejak pertama berjumpa...
Ingin ku slalu ada disampingnya....
Ceria...
Andai ku bisa meminta....
Hanya satu yang ku pinta...
Hidup denganmu sampai tua...
Namun apalah daya...
Jodoh tak bisa dipaksa...
Takdir tak bisa diduga...
Kita tak bisa bersama...
Meski saling mencinta...
__ADS_1
Ceria....
Relakan kepergian ku...
ikhlaskan diriku...
Kenang lah aku...
Selalu dihatimu*...
Setelah video pertama habis ria membuka video ke dua, masih dengan air mata yang terus menetes, entah berapa banyak air mata yang telah dikeluarkan ria hari ini, hingga membuat matanya merah dan bengkak.
Didalam video ke dua yang dibuka ria terdapat foto kebersamaan ria dan bayu yang sudah dicover dengan lagu milik Slank yang berjudul cinta kita, yang merupakan lagu favorit mereka saat bersama dulu.
Hati ria semakin terasa sesak, ria terus memandangi laptop sambil menangis, merasakan betapa besar cinta bayu kepadanya, rasa rindu dan takut kehilangan pun menyatu jadi satu.
Setelah semua isi flashdisk itu habis ria menutup laptopnya dan kemudian membuka amplop yang terakhir yang berisi gambar sketsa wajah ria yang digambar bayu dengan tulisan.
"CINTAKU PADAMU TAK PERNAH MATI"
Ria terus menangis sambil memeluk kertas sketsa gambarnya.
"Aku juga mencintaimu bayu,.. Hiks..hiks.. Tunggu aku,bayu.. Tetaplah hidup untukku.. Hiks..hiks.." Ria menangis sambil memeluk sketsa yang dibuat bayu, kemudian menghapus air matanya dan bergegas mencari bayu.
"Ria ada apa nak, kenapa nak..?" Tanya nenek ijah heran melihat ria berjalan keluar dengan mata merah seperti habis menangis.
Ria pergi menuju rumah bayu dengan mengendarai motor matic yang baru dibeli satu bulan lalu.
Dengan kecepatan penuh tak butuh waktu lama, akhirnya ria sampai di depan pagar rumah bayu. Terlihat pagar rumah bayu terkunci dan halaman rumah juga kotor, seperti rumah tak berpenghuni.
Ria terus memencet bel rumah bayu, sambil mencoba menelpon nomor bayu, dan kedua orang tuanya, namun nomor mereka tidak ada yang aktif, pesan chat juga tak ada yang masuk.
Dengan pikiran frustasi ria terus duduk menunggu didepan pagar rumah bayu, hingga akhirnya tetangga bayu menghampiri ria.
"Nak.. Kau siapa dan sedang apa..?" Tanya seorang ibu kepada ria.
"Bu... Saya ria, saya sedang mencari pemilik rumah ini, apa ibu tau dimana mereka...?"
"Nak.. Mereka sudah satu bulan tak tinggal disini, ibu juga tak tau dimana mereka, karena mereka pindah dimalam hari dan kebetulan saat itu ibu tak dirumah."
"Oh.. Terimakasih bu, saya permisi, assalamu'alaikum."
"Sama-sama, walaikumsalam."
__ADS_1
Ria kembali mengendarai motornya tanpa tujuan tak jelas, dia merasa sudah putus asal mencari bayu kemana lagi, hingga akhirnya ria teringat dengan cris.
"Mungkin cris tau dimana bayu sekarang" Batin ria.
Ria menepikan motornya dan mencoba menghubungi cris, hingga 10x panggilan tak terjawab dan 15 pesan chat yang tak dibaca.
Dengan frustasi ria memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di ria menceritakan semua kepada neneknya soal bayu, nenek ijah mencoba memberi semangat dan terus meminta ria agar tetap bersabar.
Sore hingga malam hari ria masih terus berusaha menghubungi nomor bayu, orang tua bayu dan juga cris, namun tak satupun nomer mereka yang aktif.
Disaat sekitar jam sepuluh malam pintu rumah ria diketuk, ria dan nenek bangun untuk membukakan pintu.
Dan ternyata papa bayu yang datang untuk bertemu ria sekaligus meminta ijin kepada nenek ijah agar ria bisa menemani sekaligus membujuk bayu agar bersedia operasi.
"Ria,.. Pergilah, temanilah bayu, dia sangat membutuhkanmu nak." Nenek mengijinkan ria untuk bersama dengan bayu.
"Tapi, bagaimana denganmu nek, ria tak ingin nenek kesepian."
"Ria, tak usah khawatir papa sudah menyuruh orang untuk merawat sekaligus menemani nenek selama ria dirumah sakit, bahkan papa juga sudah menemui menejer cafe tempatmu bekerja untuk meminta ijin agar ria bisa cuti selama satu bulan." Jawab papa bayu.
Mendengar itu ria langsung bersiap kemudian berpamitan kepada neneknya untuk menemani bayu dirumah sakit.
Diperjalanan hati ria terus memikirkan tentang keadaan bayu, rasa rindu, cemas dan gelisah bercampur jadi satu.
Sekitar dua jam akhirnya ria sampai dirumah sakit, ria berjalan mengikuti papa bayu menyusuri setiap lorong rumah sakit.
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai didepan kamar inap yang tertutup rapat.
"Ria, didalam masih ada mama, kita tunggu sampai mama keluar baru salah satu dari kita bisa masuk ke dalam." Ucap papa bayu.
Ria berdiri sambil memandang ke dalam melalui kaca pintu, disana terlihat seorang pria tampan yang terbaring lemah dengan wajah pucat, tubuh lebih kurus, dan banyak alat medis menempel ditubuhnya.
Dengan menutup mulut serta air mata mengalir ria terus memandangi bayu dari balik pintu. Hati ria terasa sakit melihat kondisi bayu saat ini.
Ria terus menangis didepan pintu, hingga tak lama kemudian pintu kamar terbuka, dilihatnya mama bayu yang keluar dari kamar kemudian memeluk ria sambil menangis.
Kedua wanita beda usia itu pun terus menangis sambil berpelukan, seakan memberi tahu bahwa mereka tak sanggup melihat kondisi pria yang terbaring tak berdaya didalam kamar itu.
"Kalian harus sabar, jangan menangis terus, kasihan bayu jika melihat kalian seperti ini, dan ria jika tak sanggup masuk, ria bisa disini menemani mama, biar papa yang didalam menemani bayu." Ucap papa bayu tak dihiraukan, mereka terus menangis merasakan hati yang sakit saat melihat orang yang disayangi saat ini sedang berjuang melawan maut.
Terimakasih masih setia...
Jangan lupa untuk memberikan vote like dan komentarnya...
__ADS_1
Mari siapkan tisu lebih banyak...
Karena bab selanjutnya masih penuh dengan air mata...🤧🤧🤧