Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Kepergian nenek ijah


__ADS_3

Saat ini seorang gadis sedang asik tertawa sambil memainkan ponselnya membalas chat dari sang kekasih yang berada dikota seberang.


"Sayang aku rindu kamu..." Ucap pesan chat dari cris.


"Sama, apa kabarmu disana.." Balasan pesan chat dari ria.


"Baik tapi rindu,...." Balas cris.


"Sabarlah baru juga dua bulan..." Balas ria.


Ria dan cris sudah menjalani cinta jarak jauh selama dua bulan lamanya, hanya chat, video call dan panggilan suara yang mengobati rasa rindu mereka.


"Sayang mungkin kita gak bisa sering chatting'an apalagi telfon.." Isi balasan pesan cris dengan emot sedih.


"Kenapa apa kamu terlalu sibuk.." Ria membalas pesan cris.


"Ya begitulah, aku akan sangat sibuk, tapi ingatlah aku disini sibuk kerja dan gak bakal macem-macem karena aku akan selalu setia denganmu.." Balas cris.


"Iya aku percaya denganmu.." Balas ria.


"Terimakasih sayang, sayang kalau kamu ada masalah bilang sama aku ya.."


"Iya cris sayang.." Balas ria sambil memberikan emot senyum.


Sejak hari itu ria dan cris jarang sekali berkomunikasi, ria sibuk dengan pekerjaannya begitupun dengan cris.


Hari berganti minggu bulan berganti bulan hingga tak terasa sudah enam bulan ria dan cris berpisah jarak dan waktu, tak pernah bertemu dan kurangnya komunikasi membuat hubungan mereka terasa renggang.


Hari ini ria tak sanggup menahan air matanya, nenek yang dicintainya sedang sakit keras dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit.


Hari-hari ria dihabiskan untuk menemani nenek tercintanya, sedangkan mita bertugas menghandle pekerjaan ria dan merawat adiknya yang masih kecil.


Ria tak peduli dengan perkerjaan atau yang lainnya yang dia pedulikan hanya kesehatan sang nenek.


Saat nenek masih memejamkan matanya ria terus menangis karena udah dua hari neneknya terbaring lemah dikasur rumah sakit bahkan untuk bicara di tak ada tenaga, hingga tiba-tiba tangan hangat sang nenek mengusap lembut rambut ria, ria pun tersadar dengan cepat menghapus air matanya dan melihat neneknya dengan tersenyum.


"Nenek sudah bangun, nenek maafkan ria yang tak bisa merawat mu dengan baik hingga akhirnya membuat nenek sakit, ini salah ria, maafkan ria nek.." Ucap ria sambil menatap wajah neneknya.

__ADS_1


"Ria ini bukan salah mu nak.." Ucap nenek dengan lemas.


"Ini salah ria yang selalu mengabaikan nenek bahkan ria sampai tak tahu kalo nenek sakit parah, maafkan ria nek.." Ucap ria dengan raut wajah penuh dengan penyesalan.


"Ini sudah takdir mungkin sebenar lagi nenek akan menyusul ayah joko di surga..." Ucap nenek ijah.


"Nenek jangan bilang begitu nek..." Jawab ria sambil menitikkan air mata.


"Jika nenek meninggal nenek harap kamu bahagia selalu nek.." Ucap nenek ijah lagi.


"Nenek jangan begitu nek hiks..hiks..."


"Ria sayang ibu mu ada di kota P, jika nenek meninggal pergilah ke kota P cari dan temukan dia nak, nenek tidak bisa menemanimu lebih lama lagi..." Ucap nenek ijah dengan suara terdengar berat.


"Nenek jangan bilang begitu nek.." Ucap ria mulai panik karena nafas nenek ijah mulai tak beraturan.


"Nenek kenapa nek.." Ucap ria panik sambil memencet tombol panggilan untuk perawat dan dokter.


"Nenek tunggu sebentar dokter akan kesini nek.." Ucap ria namun nenek ijah tak menjawab hingga perawat dan dokter tiba langsung memeriksa kondisi nenek ijah.


"Anda keluar dulu, pasien sedang kritis." Ucap dokter itu, kemudian dengan terpaksa ria pergi meninggalkan ruangan neneknya.


"Ya Allah.. Selamatkan nenekku, ria sudah tak punya siapa-siapa selain nenek, dia satu-satunya orang yang merawat ku sejak kecil, ya Allah... Hamba mohon lindungi nenek.."Ria berdoa dalam hati sambil berjalan bolak-balik.


Setelah menunggu lama dokter keluar dan mengatakan berita duka dimana sang nenek tercintanya telah pergi ketempat tuhan.


"Dengan keluarga nenek ijah...." Tanya dokter.


"Iya dok, saya cucunya, bagaimana keadaan nenek saya dok.." Ria menjawab dengan perasaan khawatir.


"Maaf kami sudah berusaha namun tuhan berkehendak lain, nenek anda tak tertolong.." Ucap dokter dengan wajah menyesal.


Setelah mendengar ucapan dokter tubuh ria langsung jatuh lemas dilantai, air matanya mengalir dengan sendirinya, hatinya hancur nenek yang sudah membesarkannya selama 19 tahuntelah pergi untuk selamanya.


Setelah menguatkan hatinya ria berjalan mendekati ruangan tempat nenek Ijah berbaring, ria menangis didepan jenazah neneknya.


Setelah mengurus biaya dan keperluan di rumah sakit ria mengabari mita agar mengurus pemakaman neneknya, dan tak lupa ria mengabari keluarga agung yang berada dikota L.

__ADS_1


Saat ini ria terus menangisi neneknya yang baru saja dimakamkan dengan memeluk tubuh ayu yang merupakan keponakan angkat sekaligus sahabatnya.


"Tante kecil tenangkan dirimu, biarkan nenek bahagia disana.." Ucap ayu sambil mengusap rambutnya.


"Aku tak punya siapa-siapa lagi, hiks..hiks.. Nenek adalah orang yang paling baik dengan ku.. Hiks..hiks.." Ucap ria sambil terisak.


"Tante... Kamu masih punya aku dan lihatlah ayah, ibu dan dua saudarimu mereka semua menyayangimu..." Ucap ayu menenangkan ria.


"Iya ria masih ada kak mita dan adek nita yang akan selalu menemanimu dek.." Ucap mita yang duduk disebelah ria dengan memangku nita.


"Terimakasih, hiks..hiks.." Jawab ria masih terisak.


"Sudah tenangkan hatimu, kami akan selalu menemanimu.." Ucap ayu sambil memeluk tubuh ria.


Sejak saat itu tak terasa kini sudah hari ketujuh kepergian nenek ijah, keluarga ayu masih menginap disana namun besok agung dan istrinya harus pulang ke rumah, sedangkan ayu masih tinggal disana dengan ijin dari suami ayu akan menemani ria selama 40 hari nenek ijah, awalnya ria menolak karena tak enak hati dengan suami ayu, namun ayu tetap bersih keras untuk menemani ria sampai 40 hari nenek ijah.


Saat ini ayu tinggal dirumah ria tinggal bersama ria, mita dan nita sedangkan suaminya ikut pulang bersama kedua orang tua ayu karena sang suami harus bekerja.


"Ayu terimakasih karena sudah mau temenin aku, tapi bagaimana dengan suamimu..." Ucap ria merasa tak enak hati.


"Tenang saja tante dia baik-baik saja, paling cuma rindu bentar, hehe..." Jawab ayu sambil tersenyum.


"Dasar istri kejam.." Ucap ria.


"Sebenernya aku bukan kejam, cuma aku ingin merasakan jadi jomblo lagi, hehehe.." Jawab ayu enteng ria tak mau menghiraukan ucapan ayu yang aneh.


"Tante.. Apa cris sudah kau beri kabar soal nenek..?" Tanya ayu penasaran.


"Sudah aku chat dia tapi dia tak menjawab.." Ucap ria sedih.


"Kok bisa apa chat kamu gak masuk terus kenapa tidak kamu coba untuk telpon atau video call saja.." Ucap ayu semakin penasaran.


"Sudah tapi dia tak pernah jawab, hemmbz... Mungkin dia sangat sibuk.." Ucap ria sambil tersenyum terpaksa.


"Bisa juga sih, tante yang sabar ya.." Jawab ayu sambil tersenyum kepada ria.


Ria hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum kepada ayu, namun sejujurnya hatinya merasa tak tenang karena cris tak pernah memberi kabar apapun.

__ADS_1


__ADS_2