
Sudah satu bulan setelah kepergian bayu, ria selalu diam dan tak ada semangat untuk hidup, kehilangan yang dirasa sangatlah berat hingga membuat sang nenek cemas.
"Ria.. Sampai kapan kau akan seperti ini, jangan begini nak, nenek sedih melihatnya."
"Entahlah nek, hati dan jiwa ria sudah pergi bersama bayu."
"Nak.. Berduka boleh, bersedih pun tak apa, tapi ingat hidupmu masih panjang, tetaplah semangat karena masih ada kebahagiaan dan cita-cita yang harus kau capai nak."
"Kebahagiaan dan cita-cita ria sudah pergi bersama bayu nek.."
"Nenek tau jika keinginan ria bersama bayu tak tercapai, tapi bukannya masih ada satu keinginan ria yang harus ria capai."
"Ria sudah hancur nek,.. Hiks..hiks.. Apa lagi yang harus ria inginkan,.. Hiks..hiks.."
"Mencari ibu kandungmu, apa ria sudah lupa dengan itu."
"Mama...??"
"Iya mama yang selama ini kau rindukan."
"Nenek benar..!! Ria tak boleh menyerah, ria harus menemukan mama kandung ria." Ria berbicara sambil mengusap air matanya.
"Iya nak, kau harus mencari mama kandung mu, dan ingat kau juga harus melanjutkan sekolahmu."
"Tapi nek, untuk masalah sekolah mungkin ria akan ikut kejar paket jika sudah saatnya kelulusan nanti, jadi dalam waktu tiga tahun ini ria akan bekerja dan menabung, untuk biaya hidup dan kuliah ria nanti."
"Baiklah nak, nenek selalu mendukungmu terus semangat ya nak."
"Iya nek terimakasih.."
Pagi ini ria mencoba cari kerja di mall, karena upah menjadi tukang cuci setrika sangat kecil padahal kerjaannya berat, namun ria tetap membuat kue dan menitipkannya di warung.
Ria mencoba ke sana kemari untuk mencari pekerjaan, namun tak satupun yang berkenan menerima ria dengan alasan ria hanya seorang lulusan SMP.
Di saat ria putus asal, ria melihat ada mobil yang ingin keluar dan masuk bersamaan di parkiran, ria membantu mereka layaknya tukang parkir profesional dan salah satu itu memberikan uang parkir kepada ria.
"Ambil aja dek kembaliannya." Ucap pemilik mobil sambil memberikan uang seratus ribu melalui cendela pintu mobil.
"Tapi saya bukan..." Belum sempat ria menyelesaikan bicaranya, pemilik mobil sudah pergi.
"Hei... Adek siapa dan kenapa disini." Ucap laki-laki muda yang memakai seragam tukang parkir.
"Astagfirullah.. Ngangetin aja bang, saya ria dan ini bang uang dari om tadi yang pake mobil hitam." Jawab ria.
"Oh... Terimakasih ya dek, kau kerja di mall ini..?" Tanya abang itu.
"Tidak, tadi ria mau pulang kemudian diparkiran ada yang berantem masalah parkir mobil, jadi ria bantu dan dikasih uang, aneh kan..?"
"Oh.. Ini uang kau ambil saja." Ucap tukang parkir itu, sambil memberikan uang seratus ribu kepada ria.
"Tidak, itu punya abang, ria ihklas menolong tadi." tolak ria sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kenalkan nama abang yoga, kau kesini untuk cari kerja...?"
"Kok bang yoga tau, padahal ria belum kasih tau loh.."
"Lah itu, bawah map dan pake baju rapi mau apa lagi coba.."
"Hehehe.. Iya bang, ria lagi cari kerja, kalau ada lowongan kasih tau ria bang."
"Hmm... Gimana kalo ria kerja sama abang, tapi cuma jadi tukang parkir disini, ya... Itupun kalo ria gak keberatan."
"Boleh tuh, ria mau bang.."
"Baiklah mulai besok ria kerja disini sebelum jam enam sudah harus disini, ria ikut sif pagi sampai sore bersama abang, ria jaga di daerah ini sampai sana dan abang yang sebelah sana, faham..!!"
"Faham bang, tapi kenapa dari pagi sampai sore bang.."
"Iya soalnya, sore sudah ada orang lain yang jaga."
"Baiklah bang.."
"Ini seragam, karcis dan peluit untuk kau pake."
"Siap bang, terimakasih bang."
"Iya jangan sampai telat, sekarang pulang lah, dan sebelum pulang bagi nomer telpon kau."
"Buat apa bang.."
"Hehehe.. Abang bercanda aja, nih nomer ria."
"Hati-hati dan besok jangan sampai telat ria."
"Siap bang.." Jawab ria sambil memberi hormat kepada bang yoga.
Saat sampai di rumah ria menceritakan kepada neneknya soal pekerjaan baru ria.
"Nenek... Ria sudah dapat kerja tapi gajinya tidak besar."
"Emang ria kerja apa...?" Tanya nenek ijah.
"Jadi tukang parkir di mall nek."
"Apa kau yakin nak...?"
"Iya, ria sangat yakin nek, apa nenek malu dengan pekerjaan baru ria." Ria menjawab sambil melihat wajah sang nenek.
"Justru nenek yang mau tanya, apa ria gak malu kerja jadi tukang parkir...?"
"Tidak, ria tidak pernah malu selagi pekerjaan itu halal dan tak merugikan orang lain." Jawab ria penuh keyakinan.
"Anak pintar, nenek bangga kepadamu.."
__ADS_1
"Terimakasih, ria juga bangga punya nenek yang baik, perhatian dan selalu sabar seperti nenek." Jawab ria sambil memeluk neneknya.
Saat malam hari ria selalu susah tidur, meskipun dia berjanji akan tetap bahagia meski tanpa bayu, namun bayangan bayu slalu datang menghampiri.
"Bayu... Hari ini ria mendapatkan pekerjaan baru, ria akan selalu bahagia disini meski tanpamu, dan ria berharap kau juga bahagia disana." Ria berbicara sambil melihat foto bayu dan memeluknya hingga tertidur.
Dipagi hari ria sudah bersiap, hari ini ria berangkat sangat pagi karena harus mengantar kue kemudian berangkat kerja.
Tepat jam setengah enam ria sudah sampai dengan baju khas tukang parkir dan tak lupa peluit terpasang dileher.
"Pagi sekali kau berangkat.." Sapa bang yoga yang baru datang.
"Jelas dong.." Jawab ria.
"Baik tugas pertama kita bersihkan tempat parkir ini dulu."
"Siap komandan.." Jawab ria sambil memberi hormat.
"ye elah... Dasar bocah." Bang yoga berbicara sambil mencubit hidung ria.
"Aduh.. sakit bang." Jawab ria.
"Akhemm.. Pagi-pagi sudah pacaran indahnya dunia, hehehe.." Ejek seorang tukang parkir yang juga baru datang.
"Diam kau, dia ria anak baru disini yang bertugas di bagian ini." Jawab bang yoga.
"Halo.. saya ria, salam kenal bang."
"Aduh... kenapa si cantik harus dibagian sini, kenapa gak sebelah sana, biar dekat sama abang, hehehe..a."
"Inget istri lagian kau sudah ada jono yang setia menemani." Ledek bang yoga.
"Iya deh, diriku ngalah sama bos jomblo disini." Jawab tukang parkir itu sambil menyenggol lengan bang yoga.
"Sudah sana pergi kebagian kau.." Ucap bang yoga.
"Pepet terus boss... Siapa tau jodoh, hehehe.." Tukang parkir itu tetap saja meledek bang yoga hingga akhirnya bang yoga melempar sapu dan membuatnya lari.
"Sudah ria semangat ya, kerjanya dan jangan dipikirkan omongan pria tua tadi." Ucap bang yoga.
"Siap bos...!!"
Setelah itu ria membersihkan tempat parkir yang sangat luas itu bersama bang yoga. Dia memulai pekerjaan dengan penuh semangat tanpa rasa malu sedikitpun.
Terimakasih sudah mau mampir 😍😍
Jangan lupa untuk memberikan like dan komentarnya...😘😘
Dukungan kalian berarti bagiku 😘😘😘
Ikuti terus kisah perjalanan hidup ceria..
__ADS_1