Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Ria dan Bayu putus


__ADS_3

Setelah pulang sekolah bayu menjemput ria, bayu membawa ria pergi ke pantai yang ada dikota S.


Suasana pantai tidak begitu ramai di sore hari, mereka hanya berjalan ditepi pantai tanpa berbicara, suasana sangat hening hingga akhirnya bayu bertanya kepada ria.


"Ria, bayu sangat mencintaimu dan bayu ingin ria jadi wanita yang sukses dimasa depan, jadi tolong jangan berhenti sekolah."


"Bayu, tolong pahami keadaan ria, jika ria bersekolah siapa yang akan menjaga nenek, belum lagi biaya hidup dan sekolah yang mahal, uang beasiswa hanya cukup untuk kebutuhan sekolah, sedangkan untuk makan, tagihan listrik, kontrakan dan lainnya, bagaimana..?"


"Ria jangan pikirkan masalah biaya, biar nanti papa bayu yang menanggungnya.."


"Tidak semudah itu bayu, dan ria tetap pada pilihan ria, setelah lulus nanti ria tidak akan melanjutkan sekolah." Ria berbicara dengan mata berkaca-kaca ingin menangis.


"Berarti mulai sekarang kita resmi putus, ria bukan lagi pacarnya bayu, dan anggap kita tidak pernah kenal."


"Baiklah...!! Selamat tinggal bayu, terimakasih atas cinta dan luka yang kau berikan untukku."


Ria berjalan menjauhi bayu air mata yang ditahan akhirnya tumpah hatinya hancur, kisah cinta pertamanya berakhir dengan menyedihkan.



Ria berjalan sambil menangis dan meninggalkan bayu sendiri ditepi pantai.


Hatinya hancur karena bayu yang sudah menjadi sahabat kecil, saudara bahkan cinta pertamanya tega memutus cinta, hanya karena ria tidak ingin melanjutkan sekolah.


"Bayu kau pria pertama yang kucintai, sekaligus pria pertama yang membuatku patah hati.. Cinta mengapa harus sesakit ini, hiks...hiks..." Ria berbicara dalam hati sambil terus merasakan sakit dihati.


Ria duduk di bangku pinggir jalan sambil melamun dengan pandangan kosong.


Hingga akhirnya seorang pria tampan menghampirinya dengan membawa es krim rasa coklat.


"Ria..." Cris memberikan es krim tepat dihadapan ria.


"Cris.. Kenapa kau ada disini..?" Ria bertanya sambil mengusap air matanya.


"Kenapa ria menangis.., ini es krim untuk gadis kecil yang sedang menangis."


Cris memberikan es krim sambil duduk disebelah ria.


"Hemmbz... Dasar, terimakasih tapi ria tidak ingin es krim."


"Baiklah kalau tidak mau es krim, sekarang ria harus cerita semua masalah ria kepadaku, dan ini cris akan pinjamkan bahu untuk ria, secara gratis gak pake nego dan promo terbatas loh.."

__ADS_1


Kemudian ria menyandarkan kepalanya di bahu cris, sambil menangis ria menceritakan semua masalahnya bersama bayu bahkan soal bayu yang memutuskan hubungannya.


Cris dengan setia mendengarkan curahan hati ria sambil menepuk bahu ria seolah memberi ketenangan untuknya.


"Sabar ria, mungkin bayu memiliki alasan lain, tapi cris percaya bayu hanya mencintaimu.."


"Iya cris, ria juga sudah ihklas, mungkin ini yang terbaik untuk ria dan bayu.."


"Kalau sudah ihklas tersenyum dong, lihat wajahmu jelek kalau menangis mirip mak lampir, kekekek-kekekek..." Cris mengejek ria sambil menirukan tawa mak lampir.


"Hahaha... Dasar gerandong." Ria pun tertawa sambil memanggil cris gerandong.


Setelah suasana hati ria tenang cris mengantar ria pulang, karena hari semakin gelap ria juga tidak enak dengan tetangga sebelahnya yang diminta untuk menjaga nenek ijah sebelum ria pergi tadi.


Setelah sampai dirumah ria cris pamit pulang, saat dirumah terlihat nenek sedang disuapi makan oleh kak sinta tetangganya.


"Maafkan ria jadi merepotkan kakak.."


"Tidak apa ria, kakak pamit pulang dulu ya, besok kakak kesini lagi.."


"Terimakasih kak, maaf merepotkan.."


Setelah tetangganya pulang ria kembali menemani neneknya, perlahan kaki nenek sudah membaik.


"Ria tadi ada beberapa tetangga yang memberikan pakaian untuk disetrika, apa ria sekarang menjadi buruh setrika..?"


"Emmb.. Iya nek, ria memutuskan untuk menjadi buruh setrika baju."


"Ria maafkan nenek nak, harus saat ini ria fokus belajar tapi malah harus cari uang.." Nenek ijah bicara sambil menangis melihat begitu banyak pengorbanan ria.


"Tidak apa nek, ria janji, ria akan lulus dengan nilai terbaik, dan ria juga mau bilang jika sudah lulus nanti ria tidak akan meneruskan sekolah lagi nek."


"Kenapa ria tidak bersekolah, bukannya ria ingin jadi pegawai bank.."


"Ria ingin cari kerja nek, jadi nenek dirumah saja, biar ria yang cari uang untuk kita."


"Ria mau berkerja apa dengan ijaza SMP.."


"Apa saja asalkan halal, nenek tidak perlu khawatirkan ria, nenek jaga kesehatan saja."


"Terserah kamu nak, nenek hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan dan dimudahkan dalam segala urusanmu.."

__ADS_1


"Amiiin,.."


Sejak putus dari bayu, ria lebih fokus dalam bekerja dan belajar, kondisi nenek sudah membaik dan bisa berjalan kembali.


Sedangkan bayu semakin menjauhi ria, bahkan bayu sampai pindah tempat duduk dan memilih duduk dikursi paling belakang.


Bayu juga sering tidak masuk sekolah, dalam satu minggu hanya tiga hari bayu masuk sekolah, dan mama bayu dia sudah melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan.


"Bayu, apa kamu sakit..?" Ria mendekati bayu yang baru datang dengan memegang kepalanya seakan menahan rasa sakit bahkan berjalan dengan sempoyongan.


"Pergi...!!! Jangan perduli kan aku,.." Bayu mengusir ria sambil mendorong ria hingga terjatuh.


"Bayu, apa salahku bahkan jika kita putus, apa kita tidak bisa menjadi teman atau sekedar kenalan, kenapa bayu berubah kasar dan dingin, hiks..hiks..." Ria berbicara sambil menangis.


"Semua sudah berubah, jangan dekati aku, bayu yang kau kenal sudah mati.." Bayu berbicara dengan nada dingin tanpa melihat ria dan berjalan pergi.


"Bayu, kamu kelewatan.." Cris berbicara sambil mengangkat tubuh ria yang masih duduk dilantai.


Bayu tetap berjalan pergi menuju ke arah toilet pria, cris langsung menyuruh ria masuk kelas, kemudian dia pergi mencari bayu.


Didalam kelas ria masih sedih dengan perlakuan bayu, meskipun sudah hampir 3 minggu ria putus dengan bayu, tapi hati tidak bisa berbohong, ria masih mencintai bayu.


"Bayu.. Kenapa kau berubah, mana cinta yang selalu kau ucapkan, aku merindukanmu bayu, mungkinkah kita bisa seperti dulu, ria tak sanggup jika harus berpisah denganmu, hatiku sakit bayu melihatmu membenciku, ria mohon jangan membenciku." Ria berbicara dalam hati sambil melamun.


Mungkin dari luar ria selalu tersenyum bahagia seperti tidak ada beban, namun dari dalam hati tersimpan begitu banyak luka.


Luka masa kecil saat mengetahui kenyataan pahit bahwa dia hanya seorang putri yang dibuang ibu kandungnya, dan sekarang luka dihatinya bertambah akibat kehilangan sahabat sekaligus cinta pertamanya, begitu perih luka yang terasa di hati ria, hingga dia selalu menangis dikala sendiri.


***Sekilas infoπŸ“£πŸ“£...


Sebentar lagi kita akan dibuat nangis dengan alasan kenapa bayu membenci ria...πŸ€”πŸ€”


Penasarankan😏😏😏...


Kita tunggu kelanjutannya yaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†***..


Terimakasih sudah mampir ke karya aku...


Jangan lupa like, komentar dan vote nyaπŸ˜†πŸ˜†


Dukungan kalian berarti bagiku 😘😘..

__ADS_1


__ADS_2