
Hari ini ria sibuk mencari data mamanya melalui akun media sosial dan mencari informasi tentang kota P (kota kelahiran mama ria).
Ria mencari hingga hampir frustasi hingga akhirnya dia menemukan nama silvi yang merupakan kakak kelas sekaligus temannya waktu acara OSIS diwaktu SMP dulu.
"Inikan kak silvi teman waktu SMP dulu, dia bekerja di kota P, mungkin aku bisa minta tolong kepadanya.." Batin ria sambil mencoba mengirim pesan kepadanya.
"Kak Silvi ini aku ria, kak benarkan kamu sekarang ada dikota P.." Ucap ria dipesan itu dan dengan cepat pesan itupun terjawab karena Silvi memang lagi on.
"Iya tapi sekarang aku ada dikota S karena dua minggu yang lalu aku pulang kampung, ada perlu apa.." Jawab silvi dengan emot senyum.
"Kak bisa kita bertemu.."Balas ria lagi.
"Bisa, dimana kamu bertemu denganku.." Balas silvi.
"Dicafe xxx, Bagaimana..?" Tanya ria.
"Wah.. Kebetulan sekarang aku mau kesana dengan desi, bagaimana kalau kita bertemu sekarang sambil reunian.." Balas silvi.
"Oke aku otw sekarang.." Balas ria, dan langsung dijawab jempol oleh silvi.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit akhirnya ojek yang ditumpangi ria sampai dicafe xxx, sejak ria menyerahkan laundry motor ria selalu dibawa mita dan ria hanya dirumah dan mencari info soal keberadaan mamanya.
"Ria..." Teriakan silvi membuat ria menoleh dan menghampirinya dimeja paling pojok.
"Kak silvi dimana desi katanya kakak bersamanya..." Ria bertanya sambil melihat ke sana-sini namun tak melihat Desi.
"Oh... Dia ke toilet sebentar, kamu mau pesan apa biar aku pesankan.." Jawab silvi.
"Oh.. Terserah kakak aja deh.." Ucap ria.
Disaat silvi pergi pesan makanan dan minuman desi datang dan langsung duduk disebelah ria.
"Loh ria... Kemana kak silvi..?" Tanya desi yang tiba-tiba datang.
"Itu lagi pesan makanan.." Jawab ria sambil menunjuk ke arah silvi.
"Oh... Ria maaf kemarin aku tak sempat datang saat nenek kamu meninggal, aku turut berdukacita ya.." Ucap desi.
"Iya aku faham kamu kan pengantin baru, dan apa kabar bang yoga.." Jawab ria sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hemmbz... Ria aku dan bang yoga tidak jadi menikah.." Ucap desi.
"Lah.. Kenapa bukannya kalian sudah sebar undangan.." Jawab ria dengan terkejut.
"Ada suatu alasan yang membuat kami membatalkan pernikahan, dan aku mohon jangan bahas dia karna hatiku sakit saat mengingat tentang dia.." Ucap desi dengan wajah sedih.
"Eh.. Maaf des, aku tak bermaksud.." Ucap ria merasa tak enak hati.
"Kamu sendiri bagaimana, aku dengar dari grup wa kamu dan cris putus karena orang ketiga, apa itu benar.." Desi bertanya kepada ria karena merasa penasaran.
" Ya begitulah, mungkin aku kurang sempurna untuk dia makanya dia kecantol wanita lain.." Jawab ria.
"He.. Mana ada, cris saja yang buta karena menyia-nyiakan gadis yang baik, cantik dan sempurna seperti mu, dan dia memilih wanita jal*ng itu.." Ucap silvi yang tiba-tiba datang dengan membawa dua minuman dan diikuti pelayan yang membawa nampan dibelakangnya.
"Iya tuh bener kata kak Silvi.." Ucap desi.
"Sudahlah jangan bahas dia, membuat nafsu makan ku hilang saja deh.." Ucap silvi.
"Iya, lebih baik kita bahas yang lain.." Ucap desi.
Disela-sela kesibukan makan sambil bercanda akhirnya ria memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada silvi soal tujuannya untuk mencari mamanya.
"Kak silvi kamu masih ingin pergi ke kota P.." Tanya ria.
"Kakak disana ngapain...?" Tanya ria.
"Aku disana kerja sebagai pembantu rumah tangga." Jawab silvi.
"Kak... Bisa ria minta tolong.." Tanya ria.
"Minta tolong apa..?" Tanya silvi penasaran begitupun desi yang dari tadi diam saja, dia pun ikut penasaran.
"Tolong carikan informasi tentang keberadaan mama kandung ku.." Ucap ria.
"Mama kandung mu, apa kamu punya foto atau barang yang ditinggalkan sebagai petunjuk..." Tanya silvi.
"Ini foto mamaku dan ini adalah kalung yang ditinggalkan saat aku masih bayi.." Ucap ria memberikan foto lama dan kalung liontin love yang dalamnya ada foto mamanya.
"Wah.. Kalau foto ini bakal susah, kan ini foto lebih dari 19 tahun yang lalu, kemungkinan wajah mama mu berubah.." Ucap desi sambil memegang foto mamanya ria.
__ADS_1
"Iya bener, tapi biar ku simpan foto dan kalung ini di kamera handphone ku nanti kalo aku lihat aku kabari deh.." Ucap silvi sambil memotret foto dan kalung ria dengan kamera ponselnya.
"Terimakasih kak Silvi.." Ucap ria sambil tersenyum.
"Sama-sama ria, kakak senang membantumu.." Ucap Silvi.
"Oh ya... Desi kapan kamu berangkat ke kota P.." Silvi bertanya kepada desi yang sedang sibuk main ponselnya.
"Mungkin seminggu lagi.." Ucap desi.
"Kamu juga kerja di kota P des..?" Tanya ria.
"Tidak aku hanya mau mengantar anak buah ku ke sana, aku kan penyalur tenaga kerja jadi aku bertugas mengantar mereka sampai ke majikannya.." Ucap desi.
"Oh.. Apa kak silvi juga anak buah desi.." Tanya ria.
"Tidak, aku disana menggantikan pekerjaan bibiku yang sudah tua.." Jawab silvi.
"Oh... Kak silvi aku minta nomer telponnya biar nanti kalo ria ingin ke kota P tinggal hubungi kak silvi saja.." Ucap ria.
"Ini kamu juga tolong save nomer kamu di hp ku ya..." Jawab silvi sambil memberikan hpnya.
"Oke sudah dan terimakasih kak.." Ucap ria sambil tersenyum.
"Iya sama-sama." Jawab silvi sambil tersenyum.
"Ria kakak janji akan berusaha mencari tahu soal keberadaan mama kamu, karena sejujurnya aku tak tega melihat mu berpisah dengan mamamu sejak kecil.." Ucap silvi.
"Aku juga akan membantumu mencari mamamu, dan ingat jika perlu sesuatu bilang padaku saja jangan sungkan dengan ku.." Ucap desi.
"Terimakasih kalian memang sahabat terbaik ku, aku beruntung punya sahabat seperti kalian.." Jawab ria sambil tersenyum.
"Iya kami juga beruntung punya sahabat seperti kamu.." Ucap silvi dan diangguki kepala desi.
"Sekali lagi terimakasih banyak karena kalian sudah bersedia menjadi sahabat ku.." Ucap ria.
"Iya sama-sama.." Jawab silvi dan desi bersamaan.
Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena hari juga sudah siang dan sebentar lagi mita akan pulang, ria tak ingin kakaknya khawatir dengannya apa lagi nita dititipkan di rumah tetangga sebelah rumahnya.
__ADS_1
Dimalam hari cris menelpon nomor ria hingga 60 kali panggilan tak terjawab, karena pusing ria melempar ponselnya ke dalan aquarium ikan disamping tempat tidurnya.
Dan ketika ria menyadari ria langsung mengeringkan ponselnya dan dilihatnya posel itu masih bisa menyala namun aplikasi wa miliknya tak bisa digunakan lagi, tapi untungnya semua kontak nomer telpon masih tersimpan di memori telpon jadi semua nomer kontak masih utuh.