Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Nekat pergi ke kota P


__ADS_3

Saat ria memutuskan untuk menjauh dari hidup ayu, ria mengemasi barang bawaannya, sebelum ria ketahuan dengan ayu, ria menelpon kak silvi yang sudah berada di kota P dengan menggunakan ponsel ayu.


"Hallo kak silvi ini aku ria, bagaimana soal pencarian mamaku, apa ada hasil.." Ucap ria saat panggilannya dijawab silvi.


"Ria kenapa nomor kamu gak bisa dihubungi, sejak kemarin aku sudah ingin telpon kamu, aku mau bilang ibumu ada di kota P.." Jawab silvi.


"Kau serius kak..?" Tanya ria.


"Iya ria, aku sangat serius, nanti ku kirim foto kalung yang sama persis seperti punyamu, ibu itu juga menggunakan kalung itu dilehernya, dan dibingkai foto rumahnya ada foto wanita yang sama persis seperti foto ibumu sedang duduk bersama pria tua.." Jawab silvi.


"Dimana alamatnya, aku akan segera kesana dan mencarinya..." Ucap ria.


"Nanti ku kirim alamatnya berserta foto bukti keberadaan mamamu, kamu kesini dengan siapa, saran aku mending sama desi dia berangkat nanti malam dengan rombongan calon art.." Jawab silvi.


"Baiklah aku tunggu pesan alamat dan foto itu darimu, dan bisakah aku minta tolong untuk bilang kepada desi agar bersedia menjemput ku di terminal kota L, aku ingin ikut rombongan desi..." Ucap ria.


"Iya... Serakah semuanya kepadaku.." Jawab silvi.


"Terimakasih kak silvi.." Ucap ria kemudian mematikan panggilan itu dan langsung menghubungi nomor mita untuk meminta mita mengirimkan uang 3 juta ke kartu rekeningnya, untuk biaya ria di kota P nanti sebelum dapat pekerjaan.


Satu jam setelah menghubungi mita dengan ponsel milik ayu, ria kemudian mengecek saldo rekeningnya ternyata mita sudah mentransfer uang sebesar 4 juta ke kartunya, karena uangnya lebih akhirnya ria menghubungi nomor mita lagi.


"Halo kak mita..." Ucap ria disaat mita sudah mengangkat panggilannya.


"Iya ada apa dek, apa ada yang perlu kakak bantu lagi...?" Jawab mita.


"Tidak ada, cuma ria bingung kenapa kak mita mengirimkan lebih untuk ria...?" Tanya ria merasa heran.

__ADS_1


"Ria kakak bahkan ingin mengirimkan semuanya tadi tapi kamu melarang jadi akhirnya kakak lebihin satu juta, kalau kurang kamu bilang kakak ya..." Ucap mita.


"Tapi kak ini kebanyakan..." Jawab ria.


"Ria... Kamu pakai saja uang itu gak pake nolak dan inget untuk selalu memberikan kabarmu, aku selalu mendukungmu dek..." Ucap mita.


"Iya kak, kak doa.in aku semoga aku bisa bertemu dengan mamaku disana, aku akan mencari dia yang telah lama pergi tanpa kabar untuk kembali..." Jawab ria dengan nada sedih namun mencoba semangat.


"Iya kakak selalu berdoa untukmu, kakak yakin kamu pasti bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan mamamu, semoga kamu bahagia disana adikku..." Ucap mita.


"Iya kak, selamat tinggal kak.." Jawab ria kemudian langsung mematikan ponselnya.


Ria sudah bertekad akan pergi ke kota P malam ini juga, tak perduli dengan sikap ayu nantinya jika dia tau kalo ria pergi ke kota P dan bukan kota S.


Ria semakin yakin dan teguh akan keputusannya kali ini, apa lagi saat dia menerima foto yang dikirim silvi lewat nomor ponsel ayu, sebelum pergi ria sudah menghapus semua pesannya, pesan dari mita dan silvi kemudian memblokir nomor silvi agar ayu tak curiga apalagi menelfon silvi.


Setelah sampai di terminal suami ayu langsung disuruh pulang oleh ria, awalnya dia menolak namun ria bersih keras untuk menyuruhnya pulang bahkan ria sampai pura-pura naik bus.


Ketika ria sudah naik bus suami ayu baru pulang dan kemudian ria turun dari bus, tak lama setelah turun mobil Avanza berwarna putih berhenti tepat didepan ria, kemudian turunlah desi dan mengajak ria masuk ke mobilnya dan membawa koper ria.


"Maaf lama ya..." Ucap desi setelah duduk disampingnya ria.


"Iya gak papa, ini semua anak buah kamu yang mau kerja jadi art..." Ucap ria.


"Iya mereka bertiga akan jadi art disana, sedangkan dua pria didepan akan menjadi sopir kita secara bergantian..." Jawab desi, ria yang faham hanya tersenyum sambil menggukan kepalanya.


Didalam mobil itu berisi lima wanita termasuk ria dan desi, dan ada dua pria yang akan menjadi sopirnya yang duduk didepan.

__ADS_1


"Perjalanan sangat panjang ria, lebih baik tidurlah.." Ucap desi.


"Iya.." Jawab ria namun belum tidur.


Semua orang sudah terlelap dalam mimpi kecuali satu pria yang sedang menyetir, sedangkan pria yang disebelahnya sudah tertidur.


"Selamat tinggal bayu, nenek, ayu dan kenangan indah maupun buruk, semoga disana aku bisa menemukan apa yang aku cari dan bisa mendapatkan kebahagiaan yang slalu ku nantikan.... Amiiin.." Ucap ria dalam hati dan tak lama kemudian ria pun tertidur.


Saat adzan subuh mobil itu berhenti disebuah masjid entah dimana, ria tak terlalu perduli, disana ria mandi kemudian sholat begitupun yang lainnya, namun ada juga yang tak sholat dan hanya membersihkan diri.


Setelah selesai sholat dan mandi mereka melanjutkan perjalanan, hingga matahari datang bersinar di pagi hari, ria tak tahu sudah dimana dia saat ini ria hanya pasrah dengan semua ini dan tetap fokus untuk mencapai tujuannya yaitu mencari mamanya yang hilang selama 19 tahun.


"Desi kira-kira berapa hari kita akan sampai...?" Tanya ria penasaran karena baru pertama kali ini ria pergi ke kota P.


"Kurang lebih sekitar 2-3 hari, karena kita naik mobil, kalau naik pesawat sih lebih cepet tapi sekarang ada virus jalur penerbangan di tutup.." Jawab desi.


"Oh..." Ucap ria.


Waktu terus berjalan, perjalanan menuju kota P memang sangat jauh, mereka beberapa kali berhenti disaat waktu makan, isi bensin, sholat dan di saat ada pemeriksaan.


Ria hanya bisa menunggu sambil berdoa semoga dia bisa lekas sampai ditujuan dengan keadaan selamat dan bisa segera berjumpa dengan mamanya.


Selama tiga hari ria diimbangi didalam mobil bersama semua orang yang juga ada didalamnya, selama itu juga ria tak memberi kabar kepada siapapun termasuk mita, karena ponsel ria tak bisa digunakan untuk menelpon sedangkan ingin pinjam kepada temannya yang lain ataupun desi itu tidak mungkin, karena ponsel mereka juga sangat diperlukan untuk menghubungi keluarga mereka.


Tak terasa sudah sore hari ria sudah sampai dikota P, tujuan pertama mereka adalah mengantar tiga wanita calon art ke tempat rekan desi, yang merupakan agen penyalur tenaga kerja di kota P.


Setelah mengantar para calon art ria dan desi diantar ke sebuah kontrak milik desi, selama di kota P desi tinggal dikontrak untuk sementara waktu, desi tak langsung pulang ke kota S karena masih harus mengurus berkas untuk calon art nya.

__ADS_1


__ADS_2