Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Tak sengaja bertemu keluarga yoga


__ADS_3

Setelah naik gajah ria dan yoga pergi menuju kandang burung, disana banyak sekali aneka macam burung. Beberapa burung disana ada yang terbang bebas karena beberapa kandang burung masih direnovasi.


"Mas, mbak foto dulu yuk sama burung kaka tua, langsung jadi loh, dan bisa buat kenang-kenangan.." Ucap seorang fotografer sambil memegang burung kaka tua yang besar.


"Gimana apa kau mau foto.." Yoga bertanya sambil melihat kearah ria.


"Terserah abang aja deh.."


"Iya mas kami mau.." Ucap yoga kepada fotografer itu.


Sang fotografer itu pun menaruh burung itu dipundak yoga dan ria berdiri di samping yoga.


"Mbak tolong lebih mendekat dengan suaminya, biar lebih mesra.." Ucap sang fotografer.


"Bang..." Ucap ria yang mencoba meminta bantuan.


"Biarkan saja, ayo sini lebih dekat." Jawab yoga sambil menarik ria agar lebih dekat dengannya.


Setelah berfoto ria dan bayu memutuskan untuk pergi makan bakso yang tempatnya sangat rame, tanpa sengaja seorang perempuan paruh baya menghampiri mereka dan langsung memeluk yoga yang duduk disamping ria.


"Prayoga kemana saja kau nak, mama kangen sama kamu nak.. Hiks..hiks.." Ucap wanita itu.


"Mama...!!" Jawab yoga dengan wajah terkejut.


Ria hanya diam dan memperhatikan yoga dengan rasa heran. Tak lama kemudian datanglah pria paruh baya dengan ekspresi menyeramkan.


"Prayoga kemana saja kau, meninggalkan rumah tanpa kabar, apa kau lupa jika masih punya keluarga....!!!" Ucap pria paruh baya itu dengan ekspresi marah.


"Maaf pa.., yoga pergi karna yoga capek menuruti semua keegoisan kalian yang slalu ingin yoga seperti bang yogi..."


"Dasar anak kurang ajar.." Ucap pria paruh baya itu sambil menampar pipi yoga.


Akibatnya kegaduhan itu membuat semua pengunjung melihat kearah meja yoga.


"Cukup pa..., malu banyak orang disini, yoga ayo pulang ke rumah abang, kita sudah mencarimu setiap hari, ayo pulanglah ke rumah abang." Ucap pria yang baru datang dengan menggendong anak perempuan dan seorang wanita cantik yang berdiri disampingnya dengan menggandeng tangannya.


"Heleh.. Kalian mencari ku di kebun bintang, apa kalian fikir aku lutung, dan ingat aku tak akan pernah pulang kerumahmu." Jawab yoga dengan nada sinis.


"Prayoga...!!" Teriak pria itu, namun yoga tak menghiraukannya langsung menarik tangan ria untuk berjalan menjauh.


"Bang... Bagaimana dengan mereka..?" Tanya ria sambil terus berjalan mengikuti yoga yang terus menarik tangannya.

__ADS_1


"Sudah jangan dihiraukan, ayo kita pergi ke pantai dan menenangkan diri disana.." Jawab yoga kemudian di angguki kepala oleh ria.


Ria dan yoga pun meninggalkan kebun binatang itu dan berangkat menuju pantai yang berada di kota S. Selama perjalanan mereka hanya diam dengan pemikiran masing-masing.


Saat sampai di pantai ria pergi membeli es kelapa muda sedangkan yoga hanya duduk melamun dibawah pohon kelapa.


"Bang ini minum es kelapa muda, ria pesen khusus untukmu loh.." Ucap ria sambil memberikan es kelapa muda.


"Terimakasih..., kok cuma satu..?" Yoga bertanya karena melihat ria yang hanya membawa satu buah es kelapa muda.


"Ria sengaja beli khusus buat abang untuk menyegarkan suasana hati abang yang lagi panas.." Jawab ria, yoga hanya diam kemudian meminum es kelapa muda itu.


"Bagaimana perasaanmu bang setelah minum es kelapa.."


"Lumayan,.." Jawab yoga dengan nada malas.


"Abang jika ada masalah curhat saja kepadaku, mungkin ria gak bisa memberi banyak saran tapi paling tidak beban dihatimu berkurang." Ucap ria serius.


"Ceritanya panjang ria.." Jawab yoga.


"Ceritakan saja bang dan ria akan dengarkan semua ceritamu.."


Kemudian yoga menceritakan semua masalahnya dengan keluarganya, ria hanya diam dan menjadi pendengar yang baik, hingga akhirnya yoga selesai dengan ceritanya.


"Tenang kan dirimu bang, dengarkan ucapan ria dan berjanjilah untuk tidak marah saat ria memberimu nasehat.." Jawab ria.


"Baiklah asal kau tak berfikir untuk membela mereka dan menyalakan ku.." Ucap yoga menatap tajam ke arah ria.


"Abang, disini ria hanya memberi solusi buat masalah mu, ria tak mendukung siapapun, jadi percayalah dengan ku dan ikutilah saran dariku.." Jawab ria sambil tersenyum.


"Baiklah.. Cepat kau katakan.."


"Begini bang, pertama tak ada yang namanya orang tua tak sayang anaknya, semua orang tua sayang kepada anaknya namun cara mereka menyayangi kita terkadang berbeda dari orang tua lainnya.." Ucap ria.


"Jadi maksud mu mereka menyayangi aku dengan cara membandingkan diriku dengan abangku, bahkan cita-cita pun mereka yang menentukan.." Jawab yoga dengan nada emosi.


"Kalo itu abang yang harus bicara jujur soal cita-cita abang kepada mereka, bicara dengan nada lembut dan jangan memancing emosi mereka, ria percaya mereka akan setuju dan mendukung keputusanmu." Ucap ria.


"Mana mungkin bisa setuju, aku bicara kasar aja mereka gak peduli apa lagi dengan lembut, bisa-bisa aku hanya ditertawakan.." Jawab yoga sambil menatap ria.


"Coba aja deh bang, bicara dengan lembut sama keluarga kau, ria percaya mereka akan luluh dan mengijinkan kau untuk mengejar cita-cita kau." Ucap ria menyakinkan.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa begitu yakin, kau tak tau ya mereka semua itu batu..." Jawab yoga.


"Abang lihatlah para pekerja disana yang lagi menghancurkan batu besar itu.." Ucap ria sambil menunjuk ke arah pekerjaan yang sedang menghancurkan batu besar yang menggangu diarea yang akan didirikan bangunan baru.


"Kenapa..." Tanya yoga heran.


"Lihatlah batu itu, lama-lama akan hancur jika terus dipukul dengan palu.." Jawab ria.


"Iya terus..?" Jawab yoga yang masih tak faham dengan maksud ria.


"Hemmbz... Begini maksud ria, abang harus terus berusaha menghancurkan batu keras di hati keluargamu, dengan cara bicara terus terang dengan nada lebih lembut, memohon lah sampai mereka bersedia mendukung cita-citamu."


"Emang dengan bicara terus terang mereka akan menyetujui dan mendukungku,..?" Tanya yoga.


"Cobalah..." Jawab ria.


"Mereka pasti tak akan pernah mendukungku, dan mereka akan menghinaku karna mereka tak pernah menyayangiku.." Ucap yoga.


"Jangan bilang begitu kalau kau belum mencoba, percaya deh sama ria mereka akan mendukungmu, dan ria yakin mereka semua sangat menyayangimu..."


"Baiklah besok abang akan temui mereka, dan bilang terus terang kepada mereka." Jawab yoga sambil tersenyum.


"Gitu dong, bang pulang yuk..." Ucap ria.


"Ayo,..." Jawab yoga kemudian berdiri dari duduknya.


"Abang sebelum pulang beli es krim dulu ya..." Ucap ria manja.


"Siap tuan putri, tuan putri mau es krim apa.."


"Es krim cup rasa coklat.." Jawab ria sambil tersenyum.


"Siap, ayo kita jalan..."


"Oke, abangku..."


"Aku memang putri yang dibuang sejak aku dilahirkan, tapi aku percaya semua orang tua tak pernah membenci anaknya termasuk orang tuaku, semoga aku bisa bertemu denganmu papa mama...., dan aku slalu berharap semoga kita bisa menjadi satu keluarga yang bahagia." Batin ria.


Terimakasih.....


jangan lupa untuk memberikan vote, like dan komentarnya...

__ADS_1


Dukungan kalian berarti bagiku 😘😘😘😘


__ADS_2