
Tak terasa sudah tiga bulan ria dan yoga bersama, mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu entah itu yoga yang datang ketempat ria atau sebaliknya.
Dimalam hari tepatnya malam minggu dua insan yang sudah seperti kakak adik tengah duduk diatas rumput dan dibawah sinar rembulan.
"Ria..." Ucap yoga sambil menatap wajah ria dengan menggenggam tangan ria.
"Iya bang ada apa.." Jawab ria sambil tersenyum kearah yoga.
"Ria sudah berapa lama kita saling kenal...?" Tanya yoga.
Ria mencoba diam dan mengingat kembali waktu pertama kali bertemu dengan yoga.
"He... Kenapa diam dan melamun.." Yoga tiba-tiba bertanya karena melihat ria yang terus diam.
"Ihhh... Abang sapa yang melamun, ria hanya sekedar mengingat sejak kapan kita kenal, dan menurut ria sudah hampir 10 bulan kita saling kenal." Jawab ria sambil terus menghitung menggunakan jarinya.
"Tak terasa sudah lama kita kenal.." Ucap yoga sambil tersenyum.
"Kenapa abang tiba-tiba bertanya tentang itu.." Ria merasa heran tak biasanya yoga bertanya tentang berapa lama mereka kenal.
"Ria,.... Abang bolehkah abang bertanya...?" Tanya yoga dengan serius.
"Silahkan,..." Jawab ria singkat padat dan tetap menatap wajah yoga.
Ria terus menatap yoga namun yoga tak berbicara sama sekali, yoga hanya terus memandang wajah ria begitupun sebaliknya, ria juga terus menatap yoga.
"Bang....!!!!" Ucap ria dengan nada keras, hingga yoga tersedak kaget dan memalingkan wajahnya.
"Abang kenapa melamun...?" Tanya ria dengan ekspresi heran.
"Ria bolehkan aku jujur.." Ucap bang yoga sambil kembali menatap wajah ria.
"Silahkan.." Jawab ria sambil tersenyum.
"Bisakah hubungan kita lebih dari sahabat..?" Tanya yoga dengan ekspresi serius.
Setelah mendengar pertanyaan yoga seketika ria langsung tertawa kencang dan membuat yoga heran melihat ria yang hanya tertawa.
"Ria apa yang kau tertawakan...?" Tanya yoga dengan heran.
"Hahaha... Pertanyaanmu lucu sekali bang.. Hahaha... Perutku sakit sekali.." Jawab ria sambil terus tertawa.
__ADS_1
"He...Cepat katakan apa yang kau tertawakan...?" Yoga bertanya dengan ekspresi sedikit marah.
"Santai bang, jadi gini selama ini hubungan kita memang sudah lebih dari sahabat bang, apa kau tak merasa jika kita sudah seperti adik dan kakak,hemm...??" Ria menjawab sambil tersenyum ke arah yoga.
"Maksudnya...?" Yoga yang belum faham kembali bertanya kepada ria.
"Ria sudah menganggap abang seperti saudara sendiri, sejak pertama kita berjumpa, jadi status kita lebih tinggi daripada sahabat.." Jawab ria sambil tersenyum.
"Tapi abang tak ingin jadi saudaramu..." Ucap yoga sambil menatap wajah ria.
"Terus kau ingin jadi apa...?" Tanya ria dengan serius.
"Bisakah kita menjadi kekasih..." Ucap yoga dengan serius.
"Kau jangan bercanda bang, kita tak saling mencintai mana mungkin jadi kekasih.." Jawab ria sambil memalingkan wajahnya.
"Aku mencintaimu ria.. Sejak pertama kali kita jumpa ku sudah jatuh hati padamu, dan perasaan itu semakin hari semakin dalam." Jawab yoga sambil menatap ria.
Mendengar ucapan yoga membuat ria kaget dan melepas genggaman tangan yoga, ria berdiri dan berjalan menuju dari yoga.
"Ria... Abang serius denganmu, abang mencintaimu dan abang bersedia melamar mu saat ini juga.." Yoga berbicara sambil berjalan mendekat kearah ria.
"Lupakan ria bang, ria tak pantas untukmu dan jujur ria belum siap membuka hati untuk orang lain.." Jawab ria sambil terus membelakangi yoga.
"Karena aku masih mencintai dia yang sudah pergi..." Ucap ria sambil menangis mengingat bayu.
"Abang akan menunggumu, asal kau ijinkan abang untuk membuat mu mencintaiku.." Jawab yoga sambil berjalan mendekati ria.
"Terserah abang.." Ucap ria kemudian berlari meninggalkan yoga, dalam hati ria memang hanya ada bayu dan akan terus ada nama bayu.
"Riaaaaaa.......!!!" Yoga berteriak dikala ria telah pergi jauh.
"Maafkan ria bang, ria tak bisa menerima cintamu..." Ria berbicara dalam hati sambil terus berlari menjauh.
Ria pulang dengan naik ojek online, diperjalanan hingga pulang ria terus menangis karena teringat dengan bayu.
Saat masuk rumah ria langsung berlari menuju kamarnya, dia menangis didalam kamar sambil memandang foto bayu.
"Bayu... Andai kau masih ada mungkin aku tak akan terluka, aku slalu mencintaimu dan tak akan pernah bisa mencintai pria lain selain dirimu.." Ucap ria disela tangisannya sambil memeluk foto bayu.
Di pagi hari ria keluar dengan mata sembab akibat menangis, ria langsung pergi ke ruko tanpa sarapan, membuat sang nenek khawatir, namun nenek ijah hanya bisa diam karena tak ingin ria menangis lagi.
__ADS_1
Ria pergi ke ruko menggunakan sepeda motornya, dengan pandangan kosong dan melamun hampir saja ria menabrak seorang wanita dewasa dan anak kecil yang mungkin umurnya baru 5 tahun.
Ria mengerem tepat didepan wanita itu, kemudian ria meminggirkan motornya dan menghampiri wanita dan anak kecil itu.
"Kenapa kalian berhenti ditengah jalan, itu sangat bahaya..!" Ucap ria dengan nada sedikit kesal.
"Kenapa kau tak tabrak kami saja, biarkan kami mati dan pergi menyusul orang tua kami.." Jawab wanita itu sambil menangis memeluk adiknya.
"Haaa..." Ria merasa heran dengan wanita itu.
"Apa orang ini sudah gila, dan ingin bunuh diri ditengah jalan..." Batin ria.
"Gini aja lebih baik kakak sama adeknya ikut dengan ria ke ruko laundry milik ria.." Ria mengajak mereka berdua dan mereka pun setuju.
Ria membonceng mereka menuju ruko, 15 menit kemudian mereka sampai dan ria langsung mempersiapkan keduanya masuk dan duduk disofa yang biasa dibuat ria bersantai sambil menunggu mesin cuci.
"Kalian tunggu disini, biar ku pesankan makanan.." Ucap ria sambil tersenyum.
"Baik..." Ucap gadis itu sambil memangku adiknya.
Ria kemudian pergi ke warung sebelah rukonya, dia membeli 3 porsi nasi kotak, 3 gelas teh hangat dan beberapa cemilan.
Setelah membeli makanan ria pun kembali dengan membawa bungkusan makanan yang ia beli.
"Ini silahkan sarapan..." Ucap ria sambil mengeluarkan bungkusan plastik.
"Terimakasih maaf merepotkan mu.." Jawab wanita itu sambil tersenyum.
"Sudah makanlah dulu nanti ceritakan semua masalah kalian, siapa tau aku bisa bantu.." Ucap ria sambil tersenyum.
Mereka pun makan bertiga bagaikan keluarga, ria memperlakukan mereka seperti keluarganya sendiri, hati ria merasa iba saat pertama kali melihat mereka terlebih lagi saat melihat anak kecil yang disampingnya.
Setelah makan sang gadis itu mencoba menceritakan semua masalahnya kepada ria sambil menangis, dan ria hanya mencoba memahami masalah dari gadis itu.
Siapakah gadis dan anak kecil itu....?
Apa masalah mereka...?
Dan bagaimana kelanjutan kisah yoga dan ria...?
Bab selanjutnya akan lebih menarik lagi,..
__ADS_1
Kita tunggu kelanjutannya jangan lupa untuk memberikan rate 5 like dan komentarnya...