Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Bertemu sahabat baru


__ADS_3

Diusia Ria yang berumur enam tahun, menandakan Ria akan memulai bersekolah tingkat SD.


Sebelumnya ria sangat ingin segera bersekolah SD karena menurut ria anak perempuan yang menggunakan seragam merah putih itu terlihat sangat manis.


Ria juga selalu ikut belajar dengan anak tetangganya yang sudah kelas 3 SD, maka dari itu diumur 6 tahun ria sudah bisa membaca, menulis dan berhitung.


Dari kebanyakan anak seusianya ria lebih suka membuka buku dari pada bermain, meskipun begitu teman ria sangat banyak, walau terkadang para orang tua mereka melarang mereka berteman dengan Ria, karena alasan status ria yang tidak jelas siapa orang tuanya.


Hari ini Ria berencana untuk bermain ke tempat teman-temannya namun entah kenapa semua pintu rumah teman ria ditutup.


Karena merasa tidak ada orang yang bisa diajak main Ria berencana untuk berjalan ke pasar yang biasanya menjadi tempat nek Ijah berjualan.


Ditengah perjalanan Ria melihat seorang anak laki-laki yang berusia sama dengannya sedang berjongkok dan melihat ke arah selokan seperti sedang mengambil sesuatu.


Ria berjalan mendekati anak itu, dan benar saja anak itu sedang kesusahan mengambil sendal sebelahnya yang terjatuh.


"Jangan ambil dengan tangan nanti kamu terjatuh, pake ini saja." Ria berbicara sambil memberikan ranting panjang.


"*Terimakasih." Anak itu mengambil ranting ditangan ria dan menggunakannya untuk mengambil sandalnya tadi.


"Akhirnya dapat juga, terimakasih, namaku Bayu, kamu siapa...?" Setelah mendapatkan sandalnya anak itu mengajak ria berkenalan.


"Aku Ceria, panggil aja aku Ria."


"Nama yang cantik sesuai orangnya, mau berteman dengan ku."


"Baiklah mulai sekarang Bayu temannya Ria."


"Ria mau kemana..?"


"Tadinya sih mau ke pasar mau cari nenek."


"Mau Bayu antar."


"Sudah siang Ria mau pulang saja, rumah Bayu dimana, sebelumnya ria tidak pernah melihat Bayu."


"Di perumahan xx, Bayu baru pindah 2 hari yang lalu."


"Itu kan rumahnya orang kaya, Bayu anak orang kaya ya."


"Enggak juga, mau mampir ke rumah Bayu."


"Boleh tapi hanya sebentar ya."


"Siap nanti pulangnya Bayu antar pake sepeda."


Mereka pun berjalan menuju rumah Bayu, sesampainya dirumah bayu, orang tua bayu langsung memeluk Bayu karna khawatir dengan Bayu yang keluar rumah sendiri.


"*Hai Tante, aku ria temannya Bayu."


"Dia sapa sayang..?"


"Temannya Bayu ma, tadi dia bantuin Bayu waktu sandal Bayu jatuh diselokan dia baik banget"


"Terimakasih Ria sayang."

__ADS_1


"Sama-sama tante cantik."


"Ayo masuk dulu, Tante ada kue dan jus didalam*."


Mereka pun masuk kedalam, rumah Bayu sangat besar ada kolam renang dibelakang rumahnya, Ria dan Bayu duduk dipinggir kolam sambil bermain air dengan bayu, mereka bermain sambil tertawa.


"*Ria, Tante senang banget kamu jadi temannya Bayu, Bayu jadi gak kesepian."


"Emang Bayu tidak punya teman Tante, Bayu kan baik."


"Bayu gak pernah punya teman, dia lebih suka sendiri."


"Mama gimana sih, Bayu kan punya teman, nih Ria temannya Bayu, dan nanti kalo besar jadi pacarnya Bayu, ya kan ria."


"Pacar itu apa..? Ria gak pernah denger."


"Pacar itu aku cinta kamu, ya kan ma*."


Mendengar ucapan dua bocah itu, mama Bayu hanya tertawa. Dia juga heran sejak kapan anaknya tau soal pacar, mungkin karna dia sering nonton tv.


"Sudah anak kecil gak boleh bicara soal pacar apa lagi cinta-cintaan, kalian harus belajar dulu biar pinter."


"*Iya Tante, Ria besok juga sudah masuk sekolah, kemarin neneknya Ria sudah daftarkan Ria sekolah."


"Ria mau masuk sekolah mana, nanti Bayu juga mau satu sekolah dengan ria, bolehkan ma."


"Boleh, emang Ria daftar disekolah mana..?"


"Disekolah SD negeri xxx"


"Wah kebetulan Bayu juga mau Tante sekolahkan disana."


"Hore...Ria bisa bertemu Bayu terus*."


Kedua bocah itu pun berteriak sambil melompat karena gembira. Karena terlalu lama main Ria pun segera berpamitan untuk pulang, karena takut neneknya khawatir.


"*Tante, Ria mau pulang dulu, nenek nanti cariin Ria."


"Mama, Bayu anterin ria pake sepeda boleh ya ma, Bayu khawatir kalo ria pulang sendiri."


"Iya boleh, tapi hati-hati ya, dan ingat langsung pulang."


"Iya mama"


"Terimakasih Tante cantik*"


Mama Bayu tersenyum saat melihat Bayu membonceng Ria dengan sepeda kecilnya.


"Mereka lucu sekali, jadi ingat waktu pacaran sama papanya Bayu, suka dibonceng pake sepeda." Mamanya Bayu berbicara dalam hati sambil tersenyum.


Diperjalanan kerumahnya Ria.


"Ria kamu pegangan, nanti jatuh loh."


"Pegang yang mana, Ria baru pertama kali dibonceng pake sepeda."

__ADS_1


"Di pinggang Bayu."


"Oke, Bayu kapan-kapan ajari ria naik sepeda."


"Ria gak bisa naik sepeda."


"Ria gak punya sepeda mangkanya gak pernah naik sepeda."


"Oh, dirumah bayu ada sepeda lama Bayu, kalo ria mau buat ria aja."


"Ria mau, terimakasih Bayu."


"Sama-sama"


Setelah sampai didepan rumah, ternyata nenek sudah menunggu ria, nenek langsung memeluk Ria.


"Ria nakal, kenapa pulang nya telat, dan tadi ria main kemana aja."


"Maaf nek, tadi ria mau menyusul nenek ke pasar, terus dijalan bertemu Bayu, dan diajak bayu mampir kerumahnya."


"Iya nek, ini salahnya Bayu, jangan marahin ria."


"Tidak sayang, nenek tidak marah, terimakasih sudah mau antar ria, ayo masuk ke dalam."


"Terimakasih nek, Bayu harus pulang mama nungguin dirumah."


"Terimakasih bayu, sudah mau antar ria."


"Iya nek, sama-sama."


"Makasih Bayu, besok ketemu disekolah."


"Iya besok Bayu tunggu disekolah."


Setelah kepergian Bayu, Ria dan nenek masuk ke dalam rumah, nenek membuka beberapa kantong plastik hitam, dan isinya buku, seragam dan perlengkapan sekolah untuk Ria.


"Ini semua punya Ria nek."


"Iya sayang, maaf nenek hanya bisa membelikan Ria seragam sekolah murah."


"Makasih nenek, Ria senang banget, Ria sayang nenek."


"Nenek juga sayang Ria, Ria belajar yang rajin, dan buat nenek bangga ya."


"Siap nek, Ria akan belajar dengan rajin, dan buat nenek bangga, Ria sayang nenek."


"Ria besok nenek antar ria, dan pulang nya nenek jemput, maaf nenek gak bisa tungguin Ria disekolah."


"Tidak apa nek, nenek bisa antar ria saja, ria sudah bahagia, dan kalo nenek gak sempat jemput ria bisa pulang sendiri."


"Terimakasih sayang, kamu memang cucu terbaik nenek."


Beginilah ria, dia sudah berfikir dewasa sejak kecil, dia selalu menjadi penyemangat hidup neneknya, dia selalu tersenyum meskipun hidup susah.


Terimakasih sudah mampir ke karya aku,

__ADS_1


jangan lupa kasih Vote like dan komentarnya.


Dukungan kalian semangat untukku😘😘


__ADS_2