Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Keluarga Bayu menerima ria


__ADS_3

Pagi ini tidak seperti biasanya ria berangkat ke sekolah dengan wajah yang murung dan mata merah seperti habis menangis.


"Ria ada apa, kamu sakit.."


"Iya ria kamu sakit ya, apa perlu ku antar pulang"


"Ria kalau sakit lebih baik izin saja."


Semua ucapan teman sekelasnya tidak didengar, ria hanya fokus dengan pemikirannya sendiri, sampai akhirnya Bayu datang dan membawa ria pergi ke UKS.


Ria hanya diam menurut saat Bayu mengangkat badan ria agar berdiri dan merangkul pundak ria untuk berjalan.


Tubuh ria panas, wajahnya pucat dan pandangan kosong, saat sampai di depan pintu ruang UKS ria langsung pingsan membuat Bayu semakin cemas.


Petugas penjaga UKS langsung menggendong ria kemudian membaringkan tubuh ria diatas kasur matras. Bayu berdiri dan menggenggam tangan ria, dia sangat khawatir dengan ria.


"*Pak bagaimana keadaan ria apa dia sakit..?"


"Kamu tenang saja Bayu, ria baik saja, cuma dia sedikit demam dan kelihatan dia telat makan serta kurang tidur."


"Apa ria perlu diantarkan pulang."


"Itu lebih baik, biar saya yang mengantar ria pulang dengan mobil saya."


"Saya ikut, biar ria pulang ke rumah Bayu, karna mungkin nenek Ijah masih di pasar, dan Bayu akan merawat ria dirumah saya."


"Baiklah tapi sebelum nya saya akan buatkan, surat izin untuk kalian."


"Terimakasih pak, Bayu ambil tas Bayu dan ria dulu, permisi pak."


" Iya Bayu*."


Saat sampai dikelas semua bertanya tentang keadaan ria, Bayu mengatakan dia dan ria harus izin karna ria sedang sakit dan dirumah ria tidak ada siapapun.


"Bayu, kenapa kamu perduli sekali dengan ria, dia itu hanya anak har*m yang dibuang ibunya."


Sarah yang baru saja masuk langsung berbicara dengan nada keras ke arah Bayu, Bayu yang masih fokus dengan ria hanya mengabaikan ucapan Sarah.


"Bayu jauhi ria dia tidak pantas untukmu."


Bayu tak menghiraukan ucapan Sarah dan langsung keluar kelas, serta berpesan kepada temannya untuk mengambil surat izin diruang UKS.


Saat ini Bayu dan pak penjaga UKS sedang diperjalanan ke rumah Bayu. Saat sampai rumah Bayu, mama Bayu langsung menyuruh pak penjaga UKS untuk membawa ria ke kamar tamu.


"*Sebenarnya apa yang terjadi dengan ria pak." Mama bayu berbicara dengan nada khawatir, sedangkan Bayu masih menemani ria yang sudah sadar namun masih lemas.


"Begini Bu, ria tadi diantar Bayu ke UKS dan pingsan."

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu."


"Kelihatannya ria telah makan, baiklah Bu, saya titip ria ya, karna kata Bayu dirumah ria tidak ada orang dan Bayu menyuruh saya mengantarkan ria kerumahnya."


"Iya terimakasih pak."


"Sama-sama, saya permisi ke sekolahan lagi Bu."


"Iya hati-hati pak dan terimakasih*."


Saat mamanya Bayu masuk kamar, dia terharu melihat Bayu dengan telaten menyuapi ria dengan bubur yang tadi sudah dibuat oleh pembantunya.


Bayu sangat perhatian dengan ria, membuat mama Bayu bertekad untuk membatalkan perjodohan antara Bayu dan Sarah saat masih kecil dulu.


"*Bayu terimakasih dan maaf merepotkan." Ria berbicara dengan wajah sendu.


"Tidak masalah ria, sekarang istirahatlah dan Bayu akan menjaga ria."


"iya Bayu." Ria kembali memejamkan matanya, Bayu duduk dipinggir kasur ria dengan memegang tangan ria*.


Saat mama Bayu hendak masuk kamar yang ditempati ria, tiba-tiba mama Sarah menelpon.


"*Hallo.. Iya jeng ada apa.." Mama Bayu mengangkat telepon dengan nada malas.


"Begini jeng, saya hanya ingin memberi tahu soal ria."


"Kenapa dengan ria."


"Apa yang kamu tahu tentang ria, bukannya kamu baru pindah 1 bulan yang lalu."


"Saya kenal dia sejak lama jeng, neneknya ria dulu tetangga saya dirumah lama saya dulu."


"Terus apa yang kamu ketahui tentang ria."


" Ria adalah anak haram yang dibuang ibunya saat masih bayi jeng."


"Kamu jangan bercanda ya.." Mama Bayu berbicara dengan nada marah dan terkejut.


"Saya serius jeng.."


Tut..Tut..Tut*....


Sambung telpon langsung terputus, mama Bayu langsung menghampiri bayu dan bertanya kepada Bayu.


"*Bayu jelaskan sama mama." Mendengar ucapan mamanya Bayu langsung menoleh dengan ekspresi kaget.


"Ada sih ma, pelan saja kalau bicara ria lagi tidur." Bayu berbicara dengan nada berbisik.

__ADS_1


"Tidak perduli, cepat jelaskan kepada mama, siapa orang tuanya ria*."


Tiba-tiba ria terbangun karena mama Bayu berbicara dengan nada keras.


"*Maksud mama apa..?" Bayu pura-pura tidak mengerti.


"Tante ada apa ini." Ria bertanya kepada mama Bayu.


"Ria jelaskan apa benar kamu dibuang ibumu saat bayi." Mama Bayu langsung to the poin dengan ria.


"Mama..!!!" Bayu mulai khawatir ria bersedih lagi.


"Diam Bayu..!!" Mamanya Bayu berbicara sambil menatap tajam Bayu.


"Tidak apa, bayu diam saja." Ria berkata dengan lembut.


" Tante sebelumnya ria berterima kasih karena tante sudah mau merawat saya."


"Tidak perlu basah basi cepat jawab pertanyaan saya."


Mama bayu berkata dengan nada sedikit keras dan membuat siapapun yang mendengarnya merinding.


"Benar tante, saya Ceria Putri Lestari memang dibuang oleh ibu saya..." Ria berbicara dengan menetapkan air mata.


"Cukup mama." Bayu tidak tega melihat ria menangis.


"Ria.. hiks..hiks.. di.. buang di dalam kardus dan di taruh didepan rumah nenek Ijah*."


Ria menceritakan semuanya kepada mama Bayu tanpa terlewatkan sedikitpun, dia bercerita dengan penuh air mata.


Bayu yang tidak tega dengan ria langsung memeluk ria, begitu pun mama Bayu dia juga memeluk ria, dan ikut menangis mendengar semua cerita ria.


"*Ria jangan menangis, mulai sekarang tante akan menjadi mamamu, dan kamu bisa panggil tante mama.." Mama bayu berbicara sambil mengusap rambut ria.


"Terimakasih Tante, eh..mama" Air mata ria mengalir saat mengucapkan kata mama.


"Ria jangan menangis, ria kan sudah punya mama, mama bayu juga mamanya ria." Bayu berbicara dengan tersenyum.


"Terimakasih tante sudah mau jadi mama ria*."


Sejak saat itu keluarga Bayu sangat menyayangi ria, karena menurut mereka semua anak terlahir suci, dan tidak ada yang namanya anak haram.


Ria pantas mendapatkan kasih sayang seperti anak pada umumnya, orang tua bayu tidak pernah keberatan dengan status ria yang tidak tau siapa orang tuanya.


Bagi mereka ria adalah putri mereka yang sangat mereka sayangi meskipun ria bukan anak kandungnya.


Nenek ijah sangat berterima kasih kepada tuhan, karna sudah mempertemukan orang sebaik keluarga bayu, yang tak pernah memandang rendah orang lain.

__ADS_1


***Terimakasih masih setia dengan karya saya 😍...


jangan lupa untuk memberikan vote like dan komentarnya...😘***


__ADS_2