Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Yoga, Desi dan Cris


__ADS_3

Saat ini dua kakak adik cantik sedang memilih beberapa baju untuk lebaran, mereka berdua asik memilih baju disebuah pusat perbelanjaan dikota S.


"Kak benarkan apa kataku hari ini banyak diskon disini.." Ucap ria sambil membanggakan dirinya.


"Iya, kamu mau beli baju apa...?" Tanya mita sambil terus memilih baju muslim untuknya.


"Entahlah ria mau cari buat nenek dulu, kakak cari buat adik nita ya, ria gak faham ukuran baju adik nita.." Jawab ria sambil memilih gamis warna putih.


"Iya pilih yang bagus ya buat nenek cantik kita dan jangan lupa pilih untuk dirimu juga.." Ucap mita.


"Siap kak, kau juga harus beli kak, dan aku ke sana dulu ya kak.." Ucap ria sambil berjalan meninggalkan mita yang masih memilih baju muslim.


"Iya nanti kakak telpon.." Jawab mita yang masih terdengar oleh ria.


Saat ria sudah selesai membayar bajunya ria masih menunggu mita yang masih galau memilih baju, karna bosan ria pun berjalan-jalan sambil memegang belanjaannya dan tanpa sengaja ria menabrak seorang wanita yang seumur dengannya dan seorang pria tampan yang ria sangat kenal.


"Aduh..." Ucap ria sambil kembali berdiri dan memunguti belanjaannya yang jatuh.


"Kalau jalan lihat-lihat dong.." Ucap wanita itu yang masih memunguti barangnya.


"Iya maaf, eh..." Ucap ria setelah memunguti belanjaannya sambil melihat kearah orang yang ditabraknya.


"Ria..." Ucap keduanya dengan kaget.


"Eh.. Bang yoga dan kamu desi kan teman sekolah aku dulu..." Ria berbicara sambil melihat ke arah desi.


"Iya ini aku desi, kalian saling kenal...?" Tanya desi.


" Iya.." Ucap ria dan yoga bersamaan.


"Eh... Bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol dulu.." Ajak desi dan diangguki yoga sedangkan ria hanya diam.


"Ria kau mau kan, kita sudah lama tak jumpa, dan aku ingin ngobrol bentar saja denganmu.." Ucap desi sedikit memohon.


"Baiklah aku bilang sama kakak aku dulu ya agar dia pulang naik ojek, kasihan nenek kalau jaga adek sendiri.." Jawab ria sambil mengirim pesan kepada mita.

__ADS_1


"Kakak, adek...??" Tanya desi heran.


"Iya aku punya kakak dan adik angkat sekarang, nanti ku ceritakan.." Ucap ria sambil berjalan disamping desi, sedangkan yoga sudah duduk di bangku kosong.


"Sekarang ceritakan semua tentangmu, dan bagaimana kabarmu dengan cris dan soal bayu aku turut berdukacita ya..." Ucap desi sambil duduk didepan ria.


Ria menceritakan semua yang dialaminya soal kepergian bayu dan hilangnya cris yang tak tau dia dimana, dan bagaimana dia bisa kenal dengan yoga, semuanya ria ceritakan.


"Yang sabar ria, ihklaskan bayu dan soal cris aku dengar dia ada diluar negeri saat dia lulus.." Ucap desi.


"Keluar negeri...?" Tanya ria mencoba menyakinkan apa yang dia dengar tidak salah.


"Iya.. Cris ada diluar negeri.." Jawab desi serius.


"Kenapa dia gak kasih tau aku kalo dia keluar negeri..?" Ucap ria dengan sedih karena bagaimanapun cris adalah sahabatnya.


"Masa cris tidak kasih tau dia kan pacarmu.." Ucap desi heran.


"Sejak kapan kita pacaran, aku dan cris hanya sahabat." Jawab ria.


"Bukannya kamu sama cris pacaran setelah kau putus dengan bayu waktu itu.." Tanya desi.


"Kenapa kalian selalu bahas masa lalu sih, mending kita bahas masa depan.." Ucap yoga tiba-tiba, ria hanya diam memikirkan maksud perkataan yoga.


"Oh... Ya aku sampai lupa, ria... Aku dan bang yoga akan menikah setelah lebaran, ku harap kau bisa datang.." Ucap desi sambil tersenyum.


"Wah... Selamat ya untuk kalian, aku ikut senang.." Jawab ria namun yoga hanya diam dan menatap wajah ria.


"Iya, semoga kau cepat nyusul.." Ucap desi sambil tersenyum.


"Tapi untuk saat ini ria masih fokus berkarir dan belum kepikiran untuk berumah tangga.." Jawab ria sambil tersenyum.


"Kau kerja apa...?" Tanya desi.


"Aku punya usaha kecil jadi tukang cuci, kalau bahasa kerennya sih laundry, hehe.." Jawab ria sambil tersenyum.

__ADS_1


"Wah... Sayang sekali, gaji jadi tukang laundry kan kecil, kalau kau mau, ini kartu namaku, aku bekerja jadi agen penyalur tenaga kerja didalam negeri atau luar negeri, jika kau minat hubungi aku, gajinya besar loh.." Ucap desi.


"Biar ku pikirkan dulu deh, tapi terimakasih ya info kerjanya.." Jawab ria sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, dan kami mau pamit pulang dulu ya.." Ucap desi sambil menggandeng tangan yoga dengan mesra.


"Iya hati-hati ya.." Jawab ria.


"Iya, ingat jika kau butuh pekerjaan diluar kota atau luar negeri bilang padaku, akan ku carikan lowongan yang pas denganmu.." Ucap desi sambil berjalan menjauh dari ria.


"Iya..." Jawab ria.


Setelah desi dan yoga pergi ria pun berjalan menuju parkiran motornya untuk pulang. Saat sampai dirumah ria langsung mandi dan beristirahat didalam kamarnya karna badannya lelah apa lagi dia juga berpuasa.


"Lebih baik ku simpan nomor telepon desi, dan siapa tau suatu saat aku membutuhkannya.." Ria berbicara dalam hati sambil melihat kartu nama desi.


Setelah selesai menyimpan nomor telepon desi tiba-tiba ada panggilan masuk didalam handphone ria, dan dia adalah sahabat lama ria yang pergi keluar negeri tanpa pamit ya siapa lagi kalo bukan cris.


"Hallo siapa ya..?" Ria mengangkat telepon seakan tak kenal nomernya cris, padahal dalam hati dia rindu banget dengan cris.


"Ria maaf ini aku cris..." Jawab cris dengan nada sedih.


"Cris siapa ya gak kenal.." Ucap ria dengan nada sebel karena kecewa dengan cris yang pergi tanpa pamit.


"Ria, jika kau masih marah cris kerumahmu sekarang..." Ucap cris dengan nada serius.


"Eh.. Jangan dong, iya ria gak marah jangan kesini, bentar lagi mau adzan magrib kalo kamu kesini nanti ria gak bisa ikutan bukber dimasjid.." Jawab ria.


"Baiklah tapi besok aku ke sana bolehkan.." Ucap cris sambil memohon.


"Besok aku kerja, kalau mau mending kau ketempat kerjaku saja.." Jawab ria.


"Baiklah kau kirim alamatnya ya, besok aku otw ke sana.." Ucap cris.


"Iya, ya sudah aku mau ke masjid dulu, bye cris.." Jawab ria langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


Setelah mematikan panggilan dari cris, ria langsung pergi ke masjid dengan nita, karena mita ingin menemani nenek ijah berbuka dirumah, lagi pula mita kurang suka bergaul dengan orang lain beda dengan ria yang mudah akrab dengan orang lain.


"Besok aku akan tanya cris soal kondisi bayu, aku yakin cris tau kondisi bayu sejak awal dan aku ingin tau apa alasan cris pergi tanpa pamit kepadaku." Batin ria dikala dia sedang duduk bersantai sambil menunggu kumandang adzan magrib tiba.


__ADS_2