
Siang ini adalah jadwal bayu untuk operasi, ria serta kedua orang tua bayu dan juga nenek Ijah sedang duduk cemas sambil berdoa berharap operasinya berjalan lancar.
Beberapa kali ria menengok lampu kamar itu yang masih saja berwarna merah bertanda operasi belum selesai.
"Bayu kamu harus sembuh, dan kita akan kembali seperti dulu." Ria berbicara dalam hati sambil melihat gelang ditangannya.
Ria terus menatap gelang pemberian bayu, namun tiba-tiba gelang itu putus dengan sendirinya.
Deg..deg..
Tiba-tiba perasaan ria semakin tak enak ria berdiri tepat didepan pintu sambil menetaskan air mata dan pintu ruangan itu terbuka dokter keluar.
Melihat pintu terbuka ria langsung menerobos masuk tanpa mendengar penjelasan dokter, dilihatnya tubuh bayu yang sudah ditutupi kain berwarna putih.
Ria berlari sambil memeluk bayu dan menggoyangkan tubuh bayu, sambil menangis.
"Bayu... Jangan tinggalkan ria, bayu bangun bayu... Hiks..hiks.. Bayu.. Buka matamu sayang, bangun bayu...!! Hiks..hiks.." Ucap Ria bayu menangis sambil terus menggoyangkan tubuh bayu.
Kedua orang tua bayu juga ikut menangis, mereka semua sangat terpukul dan tak sanggup menerima kenyataan orang yang mereka sayangi kini telah pergi untuk selamanya.
Ria terus menangis diatas dada bayu yang tertutup kain putih, hatinya hancur melihat kekasihnya sudah pergi untuk selamanya.
"Ria sabar nak, ihklas kan bayu nak.." Ucap nenek ijah sambil memeluk tubuh ria.
"Bayu bangun.. Hiks...hiks.. Buka matamu sayang, ini aku ria, jangan tinggalkan aku Hiks..hiks.. Bayuuuu...!!!" Ria terus menangis diatas tubuh bayu dan tiba-tiba matanya menjadi gelap kemudian pingsan.
Alam bawah sadar..
Ria berjalan sendiri di ladang dengan rumput hijau dan banyak kunang-kunang berterbangan.
Ria mencari seseorang namun tak ada siapapun hingga akhirnya ria mendengar bayu memanggil namanya berkali-kali.
"Bayu dimana kamu...??" Ria berjalan mencari asal suara bayu.
"Disini kemarilah.." Bayu berkata sambil melambaikan tangannya.
Melihat bayu dengan cepat ria langsung berlari ke arah bayu.
"Ria jangan menangis, bayu sedih melihatmu menangis, relakan kepergian ku dan doakan aku di setiap sujud mu, teruslah tersenyum untukku, kebahagiaanmu bukan bersamaku."
"Maksud bayu, ria harus melupakan bayu dan membuka hati untuk orang lain."
"Iya, percayalah jodoh sudah ditentukan oleh tuhan, ria orang baik pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari bayu."
"Tapi ria hanya mencintai bayu."
__ADS_1
"Mencintai tak harus memiliki, jika ria mencintai bayu, ria harus merelakan kepergian bayu, dan selalu berdoa untuk bayu."
"Baiklah ria akan merelakan bayu, dan akan selalu mendoakan bayu dalam setiap sujud ku."
"Teruslah bahagia, jaga dirimu, lupakan aku dan bukalah hati untuk pria yang tulus mencintaimu, pria yang menurutmu pantas menjadi pendamping hidupmu."
"Baik ria akan menuruti apa kata bayu, semoga bayu selalu bahagia."
"Terimakasih ria, selamat tinggal sayang." Bayu berbicara sambil tersenyum.
Tubuh bayu semakin lama semakin memudar dan hilang menjadi kupu-kupu kemudian terbang ke langit.
Ria mendengar namanya dipanggil sang nenek dengan pelan-pelan ria membuka mata dan dilihatnya sang nenek yang menangis sambil memeluknya.
"Nenek... Ria ada dimana..?"
"Ria ada dirumah sakit, tadi ria pingsan."
"Rumah sakit, mana bayu nek..?"
"Sayang bayu sudah meninggal, ria harus merelakan bayu ya, biarkan dia tenang disana.."
"Hiks..hiks.. Bayu, kenapa takdir mempermainkan cinta kita.."
"Ria ihklaskan bayu nak, dia sudah bahagia disana.."
"Apa kamu yakin nak, apa kamu sanggup..?"
"Ria sangat yakin nek, ijinkan ria melihat bayu untuk terakhir kalinya."
"Baiklah besok kita ke rumah bayu.."
Keesokan harinya dirumah bayu, bendera kuning terpasang di kanan kiri rumah bayu, banyak kerabat, saudara dan tetangga yang datang melayat.
Ria duduk disebelah mama bayu dengan memeluk mama bayu, ria sangat sedih air mata terus mengalir begitupun dengan orang tua bayu.
Tak lama kemudian jenazah bayu dibawah ke pemakaman, suasana haru terasa disana, hati ria bagai tersayat pisau melihat pria yang dicintainya, sudah pergi untuk selamanya.
Dengan sekuat hati ria mencoba merelakan bayu, ria sadar bahwa cinta tak harus memiliki.
"Selamat tinggal bayu, terimakasih atas cinta yang kau berikan untukku, aku bersyukur pernah mencintai dan dicintai olehmu, cintamu akan ku simpan dalam hatiku selamanya." Batin ria.
Setelah acara pemakaman selesai, semuanya pulang ke rumah masing-masing. Namun mama bayu meminta agar ria bersedia menginap dirumahnya selama tujuh hari.
Akhirnya ria menuruti permintaan mama bayu sedangkan nenek ijah memilih pulang kerumahnya.
__ADS_1
"Ria... Mama ingin berbicara sesuatu untuk ria, ayo kita masuk ke kamar bayu."
Merekapun berjalan masuk menuju kamar bayu, kamar yang masih sama seperti dulu, kamar yang dipenuhi foto ria di setiap sudutnya.
Ria memegang bingkai foto bayu sambil duduk di atas kasur bayu. Mama bayu pun duduk disamping ria, sambil mengusap punggung ria.
"Ria... Sejak pertama kali bayu kenal denganmu, bayu sudah mencintaimu, dia slalu bilang, Mama.. Jika besar nanti ria akan menjadi istrinya bayu, dan mama tidak boleh menolak apalagi jahat sama ria. Hiks...hiks.." Mama bayu menceritakan semu kenangan masa lalu bayu sambil menangis.
"Bayu pria yang paling baik ma, hiks..hiks.. Dia adalah cinta pertama ria, namun hiks..hiks.. Takdir memisahkan kita. Hiks...hiks.."
"Sabar sayang... Ini semua sudah jalan dari tuhan, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, mama selalu berharap agar ria bisa berjodoh dengan pria yang baik, dan ingatlah meskipun bayu sudah tidak ada, mama tetap anggap ria sebagai anak mama, jadi jika ada masalah datanglah kepada mama ya, hiks..hiks.." Mama bayu berbicara sambil berpelukan.
"Terimakasih mama hiks..hiks.."
"Ria istirahatlah disini dan menemani mama serta papa nak."
"Baik ma."
"Oh.. Ya setelah syukuran tujuh harinya bayu, mama dan papa akan kembali ke kota G, kita akan tinggal disana bersama bianka (adiknya bayu yang dirawat tante bayu selama bayu sakit)."
"Iya ma."
"Jika ria merindukan kami, ria bisa pulang ke sana pintu rumah kami slalu terbuka untukmu."
"Terimakasih ma,.."
"Iya sayang, di lemari ada pakaian perempuan yang dulu bayu beli untukmu namun belum sempat untuk memberikan kepadamu, ria pakai saja."
"Iya ma terimakasih."
"Sama-sama."
Mama bayu meninggalkan ria seorang diri dikamar bayu, disana ria melihat bayang-bayang saat ria dan bayu masih bersama entah itu belajar bermain atau tak sengaja tertidur.
Air mata ria terus mengalir, dikala kenangan indah saat bersama bayu bermunculan dalam otaknya. Dilihatnya semua foto, gitar, piano alat sekolah semua masih tertata rapi ditempatnya.
Terimakasih untuk semuanya.🤗🤗🤗..
Dukungan kalian sangat berarti bagiku.😍😍
Bab selanjutnya sudah tak sedih lagi..😙😙
Masih banyak pengalaman dan kisah menarik yang menunggu di bab selanjutnya..😋😋😉
jadi... Jangan lupa untuk memberikan vote like dan komentarnya..😆😆👏👏
__ADS_1
Agar saya lebih semangat lagi..💪💪😘😘😘