
Saat malam hari ria ingin sekali memejamkan mata dan pergi ke alam mimpi namun mata dan fikirannya sangat sulit untuk tidur, ria yang sudah tidur akhirnya pergi ke balkon kamarnya, kebetulan kamar ria berada dilantai dua.
Suasana malam sangat dingin, hanya rembulan dan bintang yang bersinar memberi kehangatan malam itu.
Ria termenung memandang ke atas awan sambil teringat bayangan bayu dan neneknya yang telah pergi untuk selamanya.
"Bayu, nenek, apa kalian bahagia disana, lihatlah aku yang disini menangis merindukan kalian datang menemaniku, aku pergi meninggalkan kenangan di kota S untuk mencari kebahagiaan yang tak pasti, mencari mama yang pergi entah kemana, bayu, nenek doakan aku supaya bisa mencari apa yang ku inginkan, memiliki keluarga yang bahagia dan lengkap.." Ucap ria sambil terus menatap ke atas awan.
Setelah beberapa saat memandang langit akhirnya ria pun merasa ngantuk dan pergi masuk kedalam kamar kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk dan nyaman jika dibuat tidur.
Di pagi hari ria sudah selesai masak dan beres-beres rumah, karena merasa suntuk dirumah ria memutuskan untuk pergi berkeliling menggunakan sepeda milik suami ayu.
Setelah beberapa jam berlalu dan matahari terasa terik akhirnya ria memutuskan untuk pulang ke rumah, karena dia khawatir jika ayu dan keluarganya mencarinya.
"Tante... Darimana saja aku cariin dari tadi, kenapa tak pamit dulu sih..." Ucap ayu saat ria baru sampai depan rumahnya.
"Hehehe.. Maaf tadi habis subuh aku pergi cari angin segar, lagian kamu masih tidur jadi aku tak tega membangunkan mu..." Jawab ria.
"Sepedaku sayang, apa ada yang lecet, minggir..!! Lain kali kalau pake sepeda orang bilang dong..." Ucap suami ayu.
"Ih.. Dasar..!!" Jawab ria sebel dengan suami ayu yang selalu sensitif terhadap ria.
"Ih.. Mas kenapa cemas begitu, lagian itu cuma sepeda yang penting itu keadaan tante ria.." Ucap ayu juga merasa sebel dengan suaminya.
"Bukan gitu sayang, tante kamu kan perawan tua terus orangnya suka sembrono dan teledor, nanti kalau sepedaku rusak gimana aku ikut goes bareng teman-teman.." Jawab suami ayu.
"Tuh lihat suamimu lebih mikirin sepeda daripada aku, jahat banget dia sama aku.." Ucap ria sambil memelas minta dikasihani.
"Mas minta maaf sama tante sekarang, kalau tak mau nanti malam tidur diluar.." Ucap ayu dan ria yang mendengar langsung tersenyum penuh kemenangan, sedangkan suami ayu merasa terkejut dengan ucapan istrinya.
__ADS_1
"Tapi sayang..." Suami ayu menghentikan ucapannya karena melihat mata ayu yang sudah melotot.
"Tante cantik, imut manis maafkan aku ya.." Ucap suami ayu.
"Hem.. Iya ku maafkan.." Jawab ria sambil tersenyum.
"Terimakasih.." Jawab suami ayu dengan nada malas.
Saat siang hari ria merasa bosan karena tak ada hal yang menarik menurutnya, akhirnya ria pergi ke kamar ayu dan mengetuk pintu kamar ayu.
Saat pintu dibuka nampak ayu yang baru saja bangun dari tidur siangnya, dia tidur sendiri karena sang suami sedang bekerja.
"Tante ada perlu apa..." Tanya ayu.
"Aku bosan, bisa kau pinjamkan aku sebuah novel untuk ku baca..." Ucap ria.
"Tolong download kan sekalian daftarkan.." Jawab ria sambil tersenyum.
"Ribet, ini pakai hp aku saja, Uda ada aplikasi sama akunnya tinggal masuk, kau juga bisa chatting'an di grup, disitu ada beberapa grup dan kau juga bisa menambahkan grup yang ingin kau masuki.." Ayu terus menjelaskan hingga ria faham dan mengerti.
"Tante, masuk saja ke grup ini, disana ada banyak sahabatku ada yang namanya kak Lia, Tessa, Raisa, Hana, Irfan mereka baik semua, nanti aku titipkan kau pada mereka ya biar mereka tak salah faham dan mengira kau adalah aku.." Ucap ayu.
"Iya.. Terimakasih ayu." Ucap ria sambil tersenyum bahagia.
Dan benar saja saat pertama kali ria masuk gc yang dikasih tau ayu, semua yang disana mengira ria adalah ayu namun mereka akhirnya faham siapa ria sebenarnya, mereka semua baik kepada ria, mereka bagaikan keluarga saling berbagi dan curhat.
Saat ria sedang asyik chatting'an dengan sahabat barunya di grup MT tiba-tiba ayu masuk dan mengatakan sesuatu yang aneh.
"Tante, kau boleh berteman dengan siapapun di dunia online dan di grup itu, tapi aku mohon jauhi akun yang bernama g****, dia bukan orang baik, aku tak ingin kau terluka seperti aku.." Ucap ayu dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Emang dia siapa monster, sampai aku harus menjauhinya..." Tanya ria karena penasaran.
"Iya begitulah, pokoknya berjanjilah untuk menjauhinya, ku mohon jangan tolak permintaanku..." Ucap ayu lagi.
"Iya aku janji tak akan mendekati dia.." Jawab ria sambil tersenyum.
"Baiklah, semoga kau bisa mendapatkan kebahagiaan didunia online, ingat untuk mencari teman bukan musuh.." Ucap ayu.
"Iya ayu sayang..." Jawab ria sambil tersenyum.
Semenjak main didunia MT ria sudah masuk di beberapa grup chat baru, bahkan ria bertemu seseorang yang baik hati dia bahkan bersedia menjadi mamanya ria, ria sangat senang bertemu dengannya, bagi ria bertemu dengan dia adalah anugerah terindah dari tuhan.
Ria sering bercerita chatting'an bahkan tertawa bersama dengan teman-teman di dunia MT, bagi ria hari-hari yang ria lalui sangat indah, dia bisa memiliki adik, kakak, mommy, Daddy, tante, ponakan meskipun hanya sebatas didunia online.
Hingga suatu ketika disaat ria harus berjumpa dengan nama akun yang dilarang ayu, rasa penasaran dan ingin tau membuat ria terpaksa mengirimkan sebuah chat pribadi yang mengisikan sebuah perkataan buruk soalnya.
Isi pesan itu adalah "Hai.. G**** jangan main ke gc ini, aku gak suka denganmu kata ayu kamu jahat, kamu monster.."
Mendengar ucapan ria pemilik akun itu marah besar hingga membuat ria sebuah ancaman yang mengerikan untuk ria.
Dia memberikan spam di gc yang di tempati ria, memanggil nama ria dan menghina ria bahkan dia juga mengancam akan mencari ria dan keluarganya dimanapun mereka berada.
Mendengar ancaman itu ria memutuskan untuk berhenti dari dunia gc dan pergi menjauh dari keluarga ayu, karena ria tak ingin jika ayu dan keluarganya dalam masalah, karena hanya ayu dan keluarganya yang ria punya saat ini.
Sebelum pergi dari dunia MT ria memberi pesan kepada pemilik akun yang telah dia sakiti, dia meminta maaf karena ucapan bodohnya, dan dia juga menyesal karena menuduh orang tanpa bukti.
Pemilik akun terlarang itu bukan orang jahat, dia hanya orang biasa yang bisa sakit hati dan marah jika seseorang mengusik atau menghakiminya tanpa tau kebenarannya.
Sejak hari itu ria merasa menyesal kepadanya, kalau dia punya kesempatan minta maaf secara pribadi mungkin ria akan melakukan hari itu juga, namun sejak saat itu ria tak pernah bertemu dengan pemilik akun itu.
__ADS_1