Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Ikut pulang ke kampung halaman bayu


__ADS_3

Saat ini ria sedang melipat pakaian sambil menonton tv dengan neneknya. Terdengar nyaring bunyi ponsel ria bertanda ada panggilan masuk.


Ria pun berdiri dan mengambil ponsel yang ada didalam kamarnya. Dilihatnya ponsel itu tertera nama ayu, ria langsung mengangkat telepon dari ayu.


"Halo... Assalamualaikum, tante kecil..?" Terdengar suara ayu.


"Wallaikumsalam, tua apa kabar, ada apa tumben malam-malam tua telpon...?'


"Begini kecil, kakek dirman sedang dirawat dirumah sakit, dan dia sangat ingin bertemu nenek buyut."


"Apa ayah dirman sakit, ayah sakit apa dan sejak kapan..?" Ria bertanya dengan wajah panik membuat nenek ijah berdiri mendekati ria.


"Ria ada apa nak.." Nenek ijah bertanya kepada ria.


"Nenek sebentar ya ria bicara sama tua dulu, nanti ria jelaskan."


"Baiklah, nenek sholat isya' dulu ya nak."


"Iya nenek."


"Baik tua ulangin lagi tadi tua ngomong apa.."


"Ya tuhan... dari tadi ayu ngomong panjang lebar tidak dihiraukan."


"Maaf tadi ada nenek."


"Baiklah dengarkan baik-baik ya, jadi kakek dirman sakit liver dan saat ini kondisinya sangat lemah, dia sangat ingin bertemu dengan nenek ijah, tapi dia tidak ingin bertemu dengan mu, jadi besok ayah akan jemput nenek ijah, setelah dari rumah sakit."


"Tidak perlu jemput ke kota S suruh kakak agung jemput nenek di terminal bus kota L saja, biar nanti ria yang antar nenek sampai terminal kota S, kasihan kakak agung jika harus bolak-balik."


"Tapi apa tidak merepotkan tante jika harus mengantar nenek sampai terminal kota L, dan tante harus bolak-balik naik bus untuk datang dan pulangnya."


"Tidak apa, tua tenang saja lagian perjalanan hanya memakan waktu kurang lebih satu jam."

__ADS_1


"Baiklah, maaf merepotkan tante kecil, dan terimakasih."


"Iya tua, nenek sudah tanggung jawabku."


Setelah menelpon ria pun memberi tahu kepada nenek ijah, soal dirman yang masuk rumah sakit, dan juga soal ria yang akan mengantarnya sampai ke terminal kota L.


Awalnya nenek ijah sangat marah dan menolak karena bagaimanapun ria masih keci, nenek ijah khawatir jika terjadi hal buruk setelah mengantarnya sampai terminal, namun ria berhasil menyakinkan neneknya.


Keesokan harinya sekitar pukul delapan lebih ria dan neneknya menunggu berdiri di halte bus. Tiba-tiba ada mobil berwarna putih berhenti tepat didepan mereka, dan keluarlah bayu bersama kedua orang tua nya.


"Ria dan nenek mau kemana kalian...?" Tanya mama bayu.


"Ria mau antar nenek sampai terminal kota L, ayah dirman sedang sakit." Jawab ria.


"Bagaimana kalian berangkat bersama kami, kebetulan kami mau ke kota G, lagipula kota L dengan kota G masih satu arah." Kali ini papa bayu yang berbicara.


"Bagaimana nek, apa nenek mau.." Tanya ria kepada neneknya. Nenek hanya menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka semua naik ke dalam mobil bayu, sekitar hampir 40 menit akhirnya mereka semua sampai di terminal kota L, dan terlihat ayahnya ayu sudah menunggu.


"Tidak apa ria, kakak juga baru sampai, siapa mereka." Agung bertanya sambil melihat ke arah bayu dan orang tuanya.


"Kenalkan kak, ini bayu dan orang tuanya, bayu sahabat sekaligus teman sekolah ria."


Ria memperkenalkan keluarga bayu kepada agung. Setelah itu mereka pun berkenalan dan agung serta nenek ijah pamit untuk ke rumah sakit.


"Ria yakin mau pulang ke kota S dan tinggal sendiri disana, kalau ria mau nanti biar kakak antar ria pulang kerumahku saja." Agung bertanya kepada ria.


"Tidak usah kak, ria berani pulang sendiri ke kota S dan tinggal dirumah sendiri, ria tidak takut kakak gak usah khawatir."


Ria mencoba menyakinkan agung, padahal dari dalam hati ria sangat takut karena ini pertama kali ria bepergian sendiri dan tinggal sendiri.


"Mas jika boleh biar ria ikut sama kami, berlibur kerumahnya saudara kami yang di kota G." Mama bayu memotong pembicaraan ria dan agung.

__ADS_1


"Tapi nanti ria merepotkan anda sekeluarga." Agung menolak permintaan mama bayu.


"Ria tidak merepotkan kami, lagipula ria sudah kami anggap seperti anak kami sendiri." Kali ini papa bayu yang bicara.


Seketika itu agung menatap kearah nenek dan nenek ijah mengizinkan ria ikut dengan keluarga bayu, ria dan bayu pun sangat bahagia karena tahun ini mereka bisa berlibur bersama.


Setelah itu nenek ijah pergi bersama agung menggunakan sepeda motor, sedangkan ria dan keluarga bayu berangkat ke kota G.


Bayu dan ria duduk dikursi belakang sedangkan orang tuanya di kursi depan.


"Mama.. Nanti kita ke mall dulu ya."


"Bayu mau beli apa di mall...? Mama bayu bertanya kepada bayu.


"Mau beli baju buat ria, ria kan gak bawah baju ganti."


"Baiklah, pa kita berhenti di mall depan saja." Mama bayu meminta suaminya berhenti saat melihat mall.


"Maaf mama, papa dan bayu, ria jadi merepotkan kalian." Ria berbicara sambil melihat kearah mama dan papa bayu yang duduk dikursi depan.


"Tidak masalah sayang, kami senang kalau ria bisa ikut dengan kami." Jawab papa bayu.


"Benar tuh kata papa, ria jangan merasa bersalah dong, cepat senyum kita ini mau liburan." Mama bayu menyakinkan ria.


Setelah berbelanja baju dan perlengkapan untuk ria, mereka pun melanjutkan perjalanan kurang lebih setengah jam akhirnya mereka sampai dirumah lama bayu.


Selama liburan mereka memilih tinggal dirumah lama bayu yang berada dikota G. Rumah itu terbilang sangat sederhana jika dibandingkan dengan rumah yang dikota S.


Rumah itu terlihat bersih karena setiap seminggu sekali papanya bayu selalu menyewa orang untuk memberikan dan merawat rumah itu.


Dirumah sederhana itu terdapat tiga kamar tidur dan dua kamar mandi yang berada dibelakang. Dihalaman belakang rumah terdapat berbagai macam sayuran hidroponik.


Kamar ria dan bayu saling berada hadapan sedangkan kamar orang tua bayu ada dibelakang sebelah dapur.

__ADS_1


Terimakasih sudah setia dengan karya saya


jangan lupa untuk memberikan rate 5 like dan komentarnya...


__ADS_2