
Saat ini seorang gadis tengah sibuk menata dan merapikan pakaiannya dan beberapa barang keperluan hidupnya.
Hari ini ria berencana tinggal beberapa hari dirumah ayu karena ayu mendesak ingin ria tinggal dengannya, alasannya dia ingin program hamil dan saat cek ke dokter dia ingin ria yang menemaninya sampai dia positif hamil, aneh tapi itulah yang terjadi dan sialnya ria tak bisa menolak permintaan keponakan tuanya itu.
Saat ria keluar rumah bersama dengan mita dan nita yang ingin mengantar ria ke terminal ternyata didepan halaman rumahnya sudah ada mobil dengan pria yang sedang berdiri sambil menunggunya.
"Kak ria sudah siap untuk pergi dan tinggal di kota L..." Tanya seorang pria dewasa yang merupakan suami dari ayu.
"Iya... Kamu kenapa tidak masuk kedalam...?" Ria merasa heran dengan suami keponakannya itu.
(Suami ayu berumur 30 tahun dan dia slalu memanggil ria dengan sebutan kak ria karena usia ria yang sangat muda.)
"Pagar rumahmu tertutup dan mobil kecilku tak bisa masuk..." Jawab suaminya ayu.
"Hadew... Banyak alasan ini cepat bawah masuk.." Ucap ria.
"Iya bawel..." Jawab suami ayu sambil mengambil koper dari tangan ria dan memasukkannya ke mobil.
Saat suami ayu memasukkan koper ria berpamitan dengan mita dan nita.
"Kak mita, ria pamit ya kak mita baik-baik disini dan jaga adek ya kak..." Ucap ria sambil memeluk mita.
"Kamu juga hati-hati ya dan jika ada apa-apa bilang kakak ya..." Ucap mita sambil membalas pelukan ria.
Setelah ria pamit kepada mita, ria berjongkok dan menghadap ke arah nita, sambil memeluk tubuh kecil nita.
"Adik yang pintar ya, jangan lupa ngaji dan sekolah yang rajin biar jadi anak pinter.." Ucap ria.
"Kakak ria, nita ikut..." Jawab nita dengan suara khas anak kecil.
"Kamu harus disini jagain kak mita, jangan nakal ya dek, kak ria akan segera kembali kok..." Ucap ria kemudian berdiri dan berjalan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Kak ria,.. Nita ikut kak, hiks..hiks.." Ucap nita sambil menangis dan ingin mengejar ria namun segara dipeluk mita.
Didalam mobil ria terus memandangi rumahnya yang semakin lama semakin tak terlihat karena mobil yang ditumpangi ria sudah berjalan.
"Ini tisu hapus ingus mu, aku tak ingin kalau sampai ayu sedih melihat kau menangis.." Ucap suami ayu sambil memberikan kotak tisu.
"Iya terimakasih, kenapa ayu tidak ikut denganmu..." Tanya ria heran.
"Oh... Dia bilang mobilku sempit, dia takut kau bawah banyak barang dan tak muat jika dia ikut..." Ucap suami ayu.
"Aku cuma bawah barang sedikit karena aku hanya menginap beberapa bulan saja..." Jawab ria.
"Oh... Ponakan mu berharap kau bisa tinggal selamanya dengan kami..." Jawab suami ayu.
"Kalau aku tinggal selamanya dengan ayu bisa-bisa orang disamping ku cepet tua sebelum punya cucu..." Ucap ria asal.
"Maksudmu..." Ucap suami ayu sedikit emosi.
"Gak ada, lebih cepet gak sih mobil baru tapi lambat banget,..." Ucap ria.
"He... Kau mau balapan kalau mau mati jangan ajak aku...!!" Teriak ria ketakutan.
"Hahaha... Masih berani meremehkan mobilku, dasar perawan tua.." Ucap suami ayu.
"Ih... Ponakan ipar gak ada ahlak..." Jawab ria.
Setelah sekian lama diperjalanan akhirnya mereka sampai didepan rumah ayu, ayu dan kedua orangtuanya sudah berdiri menyambut kedatangan mereka dengan senyum yang tak lepas dari wajah mereka.
"Akhirnya kalian sampai juga, tante ayo cuci tangan dan masuk..." Ucap ayu sambil menggandeng tangan ria.
"Iya, hai kak agung dan kakak ipar.." Sapa ria dikala berpapasan dengan kedua orang tua ayu.
__ADS_1
"Hai.. Ria selamat datang di rumah kami semoga kau betah tinggal disini..." Jawab kedua orang tua ayu.
"Iya... Terimakasih.." Jawab ria sambil tersenyum.
Saat koper ria masuk ke kamar yang sudah disiapkan keluarga ayu, ayu membantu ria mengemasi isi koper itu ayu terkejut karena ria hanya membawa baju sedikit dan beberapa alat makeup padahal ayu meminta ria untuk tinggal bersamanya dalam waktu yang lama.
"Kenapa cuma bawah barang sedikit jangan bilang tante hanya menginap dua minggu..." Ucap ayu tiba-tiba dan membuat ria menghentikan menata barang.
"Maaf ayu, aku tak bisa tinggal lama denganmu, aku masih ada tanggung jawab dengan laundry." Jawab ria memberi alasan karena sebenarnya jika nanti ada kabar atau info soal mama kandungnya di kota P maka hari itu juga ria berencana pergi mencarinya dan meninggalkan rumah ayu.
"Tante jahat, tante biar urusan laundry di kota S menjadi tanggung jawab tante mita, tante disini saja bantu aku jaga toko, bagaimana...?" Ucap ayu.
"Nanti biar aku pikirkan soal itu, yang penting sekarang aku ada disini menemanimu..." Jawab ria sambil tersenyum.
"Oke.. Aku harap tante tak kembali lagi ke kota S dan tinggal disini terus..." Ucap ayu.
"Kenapa kau sangat ingin aku tinggal denganmu...?" Ria bertanya karena heran dengan ayu.
"Sejak kecil aku ingin memiliki seorang kakak, aku punya kakak sepupu yang selalu menjaga aku tapi aku tak punya sahabat untuk curhat, berbeda denganmu yang memiliki banyak teman entah itu perempuan atau laki-laki, kau memiliki semuanya, sedangkan aku anak tunggal yang selalu dikurung dalam rumah dan diawasi orang tua,.." Ucap ayu menjelaskan semuanya isi hatinya selama ini.
"Justru aku yang iri kepadamu ayu, kamu memiliki orang tua yang sangat sayang dan perhatian kepadamu, karna sayangnya mereka selalu merasa khawatir denganmu takut kehilangan dan takut kau kenapa-kenapa, maka dari itu mereka selalu ingin melihat mu ada disamping mereka.." Jawab ria.
"Tapi karena itu aku jadi kurang pergaulan dan kurang teman.." Ucap ayu.
"Percayalah kamu sangat beruntung daripada mereka yang suka bergaul dan banyak teman tapi selalu diabaikan orang tuanya, pesanku hanya satu untukmu sayangilah kedua orang tuamu sebagai mereka menyayangimu, bersyukurlah kamu karena memiliki orang tua seperti mereka..." Ucap ria menjelaskan kepada ayu agar dia tak selalu merasa tertekan memiliki orang tua yang over protective kepadanya.
"Iya tante benar, mereka orang tua terbaik bagiku..." Jawab ayu, ria hanya tersenyum melihat ayu yang akhirnya sadar.
"Tapi mendengar ucapan tante aku jadi teringat dengan seseorang didalam dunia online..." Ucap ayu.
"Siapa...??" Tanya ria.
__ADS_1
"Emmmbz... Kakak online ku yang baru ku kenal beberapa bulan yang lalu tapi dia sudah menjauh, sudahlah aku tak ingin membahasnya.." Ucap ayu.
"Baiklah..." Jawab ria namun sebenarnya ria masih penasaran dengan sosok kakak online yang dimaksud ayu.