Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Undangan pernikahan cris


__ADS_3

Saat ini ria dan kerabat serta tetangganya tengah sibuk menyiapkan acara pengajian 40 hari mendiang nenek ijah.


Saat sore hari ria menyalami para tetangga dan kerabatnya yang bertakziah ke rumah ria. Tanpa disadari ada tamu yang mencuri perhatian ria dan ayu, siapa lagi kalau bukan cris sang kekasih yang tiba-tiba datang tanpa memberi kabar.


Ria dan ayu menghampiri cris yang hanya berdiri didepan pagar rumahnya, entah kenapa cris tak kunjung masuk kedalam.


"Cris, ayo silahkan masuk..." Ucap ria mempersilakan cris masuk ke dalam rumahnya.


"Tak usah ria, aku hanya sebentar disini.." Jawab cris dengan ragu.


"Oh... Jadi ini yang namanya cris pacarnya tante ria.." Ucap ayu yang berdiri disampingnya ria.


"Dia siapa...?" Tanya cris.


"Aku ayu, ponakannya tante ria yang ada dikota L..." Jawab ayu sambil tersenyum.


"Oh.." Ucap cris.


"Cris ada apa kamu kemari dan kenapa tak memberi kabar terlebih dahulu.." Ria bertanya karena sikap cris yang terlihat aneh.


"Ria ini ada apa rame banget disini..." Cris tak menjawab pertanyaan ria mala balik tanya.


"Acara 40 harinya nenek ijah, cris ada apa kau kesini..." Ria kembali bertanya kepada cris soal tujuannya datang tiba-tiba.


"Besok saja, aku pulang dulu permisi.." Ucap cris langsung pergi begitu saja.


"Eh... Kok malah pulang.." Ucap ayu heran.


"Cris...!!" Ria memanggil dan mengejar cris namun cris sudah melajukan motornya.


Ria pun kembali masuk rumah bersama ayu, saat acara mulai hingga selesai ria tetap tak fokus karna memikirkan cris yang bersikap aneh kepadanya, fikirannya melayang kemana-mana namun ria tetap mencoba berfikir positif.


Setelah acara pengajian selesai ayu sekeluarga memutuskan untuk pulang ke kota L karena besok mereka harus menghadiri acara resepsi pernikahan tetangga sebelah rumahnya.


"Kami pulang dulu ya, kalian kalau butuh sesuatu bilang sama kami saja..." Ucap agung berpamitan kepada ria dan saudarinya.


"Iya kak.." Ucap ria dan mita bersamaan.

__ADS_1


"Baiklah kami pulang dulu tante ria, tante mita dan adek nita jika ada waktu mampir ke rumahku ya..." Ucap ayu sambil tersenyum.


"Iya, hati-hati dijalan ya..." Ucap ria.


Sebelum tidur hari ria mengirimkan pesan chat untuk cris dia masih penasaran dengan sikap cris.


"Cris... Ada apa denganmu, kenapa tadi aku merasa sikapmu aneh sekali.." (Terkirim✓✓ warna biru).


Ria mengirimkan pesan chat hingga berulangkali namun tak tetap tak ada balasan padahal sudah masuk dan tandanya juga biru.


"Cris.. Apa kamu sudah tidur.." (Terkirim✓✓ warna biru.)


Karena tak ada balasan akhirnya ria memutuskan untuk tidur, dan berharap semoga besok cris bisa membalas pesan chat yang dikirimnya.


Di pagi hari ria tengah asik bersih-bersih rumah bersama mita dan nita yang duduk bermain, saat ria menyapu didepan pintu rumah, tiba-tiba cris datang dengan menggandeng seorang wanita cantik yang terlihat sedang hamil sekitar 5 bulan.


"Cris, siapa dia..?" Tanya ria dengan nada heran, kak mita yang sedang mengelap jendela pun ikut berdiri disamping ria karena merasa ada yang tak beres dengan cris.


"Ini untukmu, aku harap kau bisa hadir dua minggu lagi.." Ucap cris sambil memberikan sebuah undangan pernikahan berwarna biru muda.


"Aku Wulandari calon istri cris, kami akan menikah dua minggu lagi dan anak diperutku adalah anak cris.." Ucap gadis yang datang bersama cris sambil mengusap perut buncitnya.


"Apaaa... Cris kau jahat, brengsek... Kau hianati cintaku bahkan kau menghamili wanita lain..!! Dan kau ingin aku hadir di pernikahanmu...!! Kau jahat cris.. Hiks..hiks..!!!" Ucap ria sambil menangis dipelukan mita.


"Maafkan aku ria.." Ucap cris dengan wajah sedih melihat ria menangis tersedu-sedu.


"Kalian berdua pergi dari sini...!! Jangan kotori rumah kami dengan kedatangan kalian, pergi kalian...!!" Mita berteriak sambil mengusir cris dan wanita pelakor.


Setelah cris dan wanita pelakor itu pergi mita memapah ria dan mengajaknya masuk kedalam rumah, mita mendudukkan ria sambil terus mengusap lembut air matanya.


"Sudahlah ria jangan tangisin lagi pria brengsek itu.." Ucap mita.


"Kak mita, kenapa disaat ria bisa buka hati cris mala mendua bahkan dia menghamili wanita itu, hiks..hiks..!!" Ucap ria sambil menangis.


"Sudahlah, kamu wanita beruntung ria, coba kalau kamu sudah menikah dengan dia dan baru tahu kebusukannya mau jadi apa hidupmu..." Ucap mita.


"Kakak benar tapi aku masih sakit hati dengannya kak.."

__ADS_1


"Lupakan dia dek, jangan kau buang air matamu yang berharga hanya untuk menangisi pria tak tahu diri itu.." Ucap mita kembali menyemangati ria.


Mendengar nasehat sang kakak ria hanya diam dan sejak hari itu ria tak lagi ceria hari-hari ria dihabiskan untuk berdiam diri, menangis dan melihat video serta foto kenangan dia dan bayu.


Entah mengapa ria tak lagi bersedih karena cris namun justru dia lebih menutup diri dengan cara mengingat kembali memori antara dia dan bayu.


"Ria sudah hampir satu minggu kamu murung dan hanya melihat kenangan dengan bayu, kakak gak suka melihatmu begini dek..." Ucap mita sambil masuk membawa nampan berisi makanan, karna sejak ria putus dengan cris dia tak lagi berselera makan dan dengan terpaksa mita yang harus mengantar makanan bahkan menyuapinya.


"Ini semua karma untukku, aku mengkhianatimu cinta bayu dan sekarang aku dikhianati cris.." Ucap ria sambil berbaring dikasur dengan melihat bingkai foto bayu.


"Tidak ria, ini semua sudah takdir dan kakak yakin masih ada kebahagiaan yang sedang menantimu.." Ucap mita.


"Tidak ada kebahagiaan untuk ria kak, kebahagiaan ria sudah pergi untuk selamanya.." Ucap ria.


"Ingat pesan nenek ijah dia berpesan kepadamu untuk mencari mama mu kan, carilah dia semoga dengan mencarinya kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang tiada habisnya.." Ucap mita.


"Kakak benar, sudah saatnya ria pergi mencari mama meskipun aku tak tahu harus mencari kemana tapi paling tidak aku harus berusaha.." Ucap ria.


"Iya itu baru adikku.." Jawab mita sambil tersenyum.


"Kakak bisakah aku minta tolong.." Ucap ria.


"Iya." Jawab mita kemudian ria turun dari kasur dan mengambil map serta dompetnya.


"Kak aku titip surat perjanjian ruko ini dan juga didalam kartu kredit ini ada beberapa uang untuk biaya sekolah adek nita, ria serahkan laundry kepada kakak, tolong diterima kak.." Ucap ria sambil menyerahkan map dan kartu ATM.


"Tapi ini semua milik kamu dek, dan ATM ini juga hasil tabungan kamu dek.." Ucap mita menolak ria.


"Kakak aku mohon terimalah ini semua kak, demi ria tolong jangan ditolak kak.." Ucap ria.


"Tapi dek, ini terlalu banyak dek, begini saja jika suatu saat kamu butuh bantuan kakak, kamu langsung bilang kakak saja ya.." Ucap mita.


"Terimakasih kak.." Ucap ria sambil memeluk mita.


"Kakak yang harusnya berterimakasih karena kamu sangat baik kepadaku dan nita.." Ucap mita sambil menangis dipelukan ria.


"Kita saudara memang seharusnya saling membantu dan mendukung satu sama lain." Ucap ria.

__ADS_1


__ADS_2