
Hari ini adalah hari pertama Ria sekolah, karena waktu taman kanak-kanak ria tidak disekolahkan alasan karena sekolahannya jaraknya jauh. Dan nek Ijah tidak ada waktu untuk antar jemput Ria.
Namun Ria selalu ikut belajar teman-temannya, dan mereka mengajari ria semua yang mereka tau, bahkan anak yang lebih dewasa juga suka mengajari ria belajar, karna ria anak yang aktif dan suka belajar.
Ria memiliki banyak peralatan dan buku sekolah mulai dari kelas TK sampai kelas 6 SD itu semua buka dari temannya Ria yang sudah tidak terpakai.
Ria selalu semangat belajar setiap ada waktu dan itu membuat nenek Ijah semakin sayang kepadanya.
"Ria nenek tinggal dulu ya, kamu tidak masalahkan kalo nenek pergi jualan ke pasar."
Nenek Ijah berkata saat sampai di gerbang sekolah Ria.
"*Tidak nek, makasih sudah mau sekolahin Ria, Ria sayang nenek."
"Iya sayang, nanti kalo nenek lama jemputnya ria pulang sendiri tidak apa kan.."
"Tidak masalah nenekku, semangat kerjanya ya, nenek hati-hati dijalan ya."
"Iya cucuku tersayang, sudah kamu masuk sana, belajar yang rajin ya, semangat*."
Sambil mencium kening cucunya, nek Ijah sangat bahagia memiliki Ria.
"Dah.. Nenek, Ria sayang nenek."
Ria melambaikan tangan dan berlari menuju kelasnya.
Didepan kelas 1, Ria melihat banyak orang tua yang mengantar anaknya, bahkan seorang anak yang tidak mau ditinggal mamanya pulang.
Disitu ria merasakan sakit, dia juga ingin punya mama, yang ada didekatnya mengantar sekolah, memberi semangat dan memilihkan tempat duduk.
"Hai...Ria sayang."
Seketika ria tersadar dari lamunannya dan kemudian menoleh ternyata Bayu dan kedua orang tua nya.
"Hai... Bayu, Tante cantik dan om siapa ya."
Seketika Bayu dan mamanya langsung menoleh ke arah papanya Bayu.
"Hai... Anak cantik, kenalkan saya papanya Bayu, kamu pasti ria temannya Bayu."
"Hai...Om tampan, aku ria temannya Bayu."
"Ria jangan genit nanti mamaku cemburu*"
Bayu sangat tidak suka mendengar panggilan ria untuk papanya.
"Enggak, mama gak cemburu iyakan ma."
"Iya Bayu, mama gak cemburu, jangan-jangan Bayu yang cemburu nih."
Seketika Bayu diam dengan wajah cemberut, ria hanya tertawa melihat Bayu yang cemberut terus digoda orang tuanya.
"Sudah mama dan papa pulang aja, Bayu bisa cari tempat duduk sama ria."
__ADS_1
"Baiklah, tapi ria tadi disini dengan siapa, mana neneknya Ria." Mamanya Bayu bertanya karena tidak melihat siapapun di samping ria.
"Ria tadi diantar nenek sampai gerbang, nanti baru dijemput nenek pulangnya, itupun kalo nenek pulangnya tidak kesiangan."
"Nanti kalo tidak dijemput, Tante anterin aja ya, pake sepeda motor."
"Terimakasih Tante cantik, Ria sayang Tante."
"Iya sayang." balas mama Bayu.
"Masak ria sayangnya sama Tante aja, kalo sama om, Ria sayang gak.."
"Ria juga sayang om."
"Terus kalo sama Bayu sayang apa enggak."
"Ria sayang banget sama Bayu."
"Bayu juga sayang banget sama ria."
"Baiklah kalian masuk kelas sana, om dan Tante pulang dulu, Bayu jangan nakal ya nak, kalian harus belajar yang rajin."
"Siap om, siap pa." Ria dan bayu menjawab bersamaan.
Setelah orang tua bayu pulang, ria dan bayu mencari tempat duduk paling depan, awalnya Bayu menolak tapi karna dipaksa ria, jadinya mau tidak mau Bayu menurut saja.
Sekolahan ria merupakan salah satu sekolah elit, dan mayoritas yang bersekolah anak orang kaya.
Awalnya nenek Ijah keberatan ria sekolah disana namun mendengar ucapan tetangga didekat rumahnya, yang berkata bahwa jika ria anaknya pintar dia akan mendapatkan beasiswa sampai kelas 6 SD.
Saat jam sekolah masuk banyak anak yang masih didampingi ibunya, tapi ada juga yang sudah ditinggal pulang ibunya.
Bu guru masuk dan memperkenalkan diri, serta memberikan selembar kertas untuk diisi nama dan alamat rumah mereka.
Ria dan bayu pun mengisi kertas tersebut, namun tulisan Bayu tidak terlalu rapi, karena Bayu baru bisa menulis saat mau naik kelas SD, berbeda dengan ria meskipun dia tidak pernah sekolah TK namun tulisannya sangat rapi, karena setiap hari dia selalu ikut belajar dengan anak tetangganya yang lebih tua.
Banyak anak yang belum bisa menulis, terbukti saat dikasih kertas ada yang masih kosong, dan ada juga yang masih diisikan oleh ibunya.
"*Ria anak pintar, tulisan kamu rapi, ibu bangga sama kamu." Ucapan Bu guru saat melihat dan membaca kertas ria.
"Terimakasih Bu."
"Bayu semangat lagi ya menulisnya."
"Iya Bu, terimakasih*."
Setelah sesi pengenalan melalui tulisan, kemudian dilanjutkan sesi pengenalan ke depan agar semua murid bisa saling mengenal satu sama lain.
Ria maju lebih dulu dan kemudian disusul Bayu. Kini giliran teman yang lainnya, ada yang malu-malu, ada yang takut, ada yang minta ditemani ibunya, tapi banyak juga yang langsung maju seperti Ria dan Bayu.
Saat jam istirahat, ria tidak ikut ke kantin sekolah, meskipun membawa uang saku 1.000 rupiah.
(untuk ria dulu uang segitu sudah banyak ya)
__ADS_1
Namun ria lebih memilih makan bekal kue yang dibawahnya, dan menyimpan uangnya untuk ditabung.
Bayu yang melihat ria tidak ke kantin, ikut duduk didalam kelas, dan melihat ria membuka bungkus kue yang dibawahnya.
"Enak tuh.."
"Bayu mau, ini ria bagi untuk Bayu, ria bawah dua tadi."
"Benar ini untuk Bayu."
"Iya cepat makan."
"Terimakasih ria sayang."
"Sama-sama Bayu sayang."
Mereka memakan kue itu didalam kelas, sambil memakan kue mereka membaca buku.
"*Ria kenapa gak jajan ke kantin, apa ria tidak bawah uang saku."
"Enggak, ria bawah ini." Ria berbicara sambil memperlihatkan uang 1.000 rupiah miliknya.
"Ria cuma dikasih uang jajan 1.000, kalo Bayu 10.000 ria."
"Iya Bayu, dan ini mau ria tabung buat masa depan ria, mangkanya ria tidak jajan ke kantin."
"Ini uang Bayu buat ria aja."
"Tidak ria bukan pengemis, mending uang ini Bayu tabung, buat masa depan Bayu."
"Ya sudah deh, mulai besok Bayu juga bakal bawah bekal, nanti Bayu bagi ria ya."
"Makasih Bayu."
"Nanti pulang sekolah Bayu main kerumahnya ria, terus kita ambil sepeda lama Bayu."
"Buat apa ambil sepeda."
"Bayu kan sudah janji bakal kasih sepeda lama Bayu untuk ria."
"Nanti Tante dan om marah loh."
"Tidak, lagian sepeda itu tidak pernah Bayu pakai, karna warnanya pink, jadi Bayu minta belikan lagi."
"oh.. Baiklah ria mau, Makasih Bayu."
"Sama-sama ria*."
Bel masuk pun datang semua murid masuk dan duduk di bangku masing-masing. Pelajaran pun dimulai, ria dan bayu pun kembali fokus belajar.
Hai... Para reader yang tercinta,
Terimakasih sudah mau mampir dan kasih Vote, like, komentarnya...
__ADS_1
Dukungan kalian semangat untukku 😘😘