
"Apa yang harus aku lakukan ya tuhan tolong hamba mu ini.." Ucap ria dalam hati.
Hingga akhirnya dia memiliki ide, saat desi pergi menjauh dengan teman prianya dan meninggalkan ria namun tetap mengawasi meja ria, ria mengeluarkan dompet dan ponselnya dari tas ranselnya, kemudian memasukkannya kedalam saku celananya.
"Ria kamu disini dulu dengan om ini, aku mau angkat telepon dulu diluar..." Ucap desi meningkatkan ria dan teman prianya.
"Tapi des.." Ucap ria.
"Aku gak lama kok, dan om aku titip ria dulu tolong jangan dia.."Ucap desi sambil tersenyum kepada pria itu.
"Tenang saja desi, aku akan menjaganya dengan baik malam ini.."Ucapan pria itu membuat ria semakin merinding ketakutan.
"Desiiii...!!!" Ucap ria kemudian mau berdiri namun pria tua itu langsung menarik tangan ria hingga ria duduk lagi.
"Sial desi wanita iblis dia mau menjebak ku dengan pria hidung belang ini, awas kau des..!! Aku harus bisa kabur dari tempat terkutuk ini.." Ucap ria dalam hati sambil mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
"Sayang jangan diam saja, ini minumlah dulu..." Ucap pria itu sembari menuangkan minuman dari dalam botol minum keras.
"Maaf om... Aku pengen pipis, aku ke toilet dulu ya..." Ucap ria dengan ekspresi orang kebelet ke toilet.
"Hei.. Jangan bohong, kau kira aku bodoh bisa kau bohongi dengan trik murahan itu.." Ucap pria hidung belang itu.
"Aku beneran om, aku sudah gak kuat pengen ke toilet, kalau om khawatir aku kabur pegang tas aku, aku gak mungkin kabur tanpa membawa tas yang berharga ku..." Ucap ria serius dengan keringat dingin karena takut ketahuan jika dia berencana kabur.
"Baiklah tas kamu aku pegang, ingat jangan coba-coba kabur dariku..." Ucap pria hidung belang itu dengan senyum menjijikkan.
Saat ini ria sudah ada didalam toilet wanita sambil memikirkan cara untuk keluar, akhirnya ria nekat keluar toilet namun saat ria sudah lewat depan toilet pria.
Tiba-tiba ria dihadang pria mabuk dia menggenggam tangan ria dan mengapit tubuh ria ke tembok, ria memberontak ketakutan dan minta tolong hingga akhirnya seorang pria tampan datang dari belakang ria langsung menghajar pria mabuk itu hingga tersungkur ke lantai.
"Ceria.." Ucap pria penolong itu namun tak begitu ria dengarkan.
__ADS_1
"Tolong aku...!!! Kak... Tolong bawah aku keluar dari tempat ini aku takut.." Ucap ria sambil memeluk tubuh pria penolong itu dengan tubuh merinding, meskipun ria tak kenal bahkan baru pertama bertemu dengan pria itu tapi entah mengapa ria merasa nyaman dan yakin jika pria yang dipeluknya adalah orang baik.
"Pakai jaket ku dan sembunyikan wajahmu didalam pelukanku..." Ucapnya sambil mengenakan jaketnya ke tubuh ria dan kemudian menggendong ria keluar.
Ria memeluk leher pria yang saat ini sedang berjalan keluar dengan menggendong tubuh ria, ria menyembunyikan wajahnya di dada pria itu, di dalam gendongannya ria merasakan kehangatan dan suara detak jantung yang sangat kencang membuat ria merasakan kenyamanan dan ketenangan.
Saat sampai diparkiran pria itu langsung menurunkan ria dari gendongannya, dan terus menatap ria begitu juga dengan ria terus menatap wajah pria itu.
"Terimakasih kak.." Ucap ria.
"Alex.., panggil aku alex.." Ucap pria yang menolong ria sambil menjulurkan tangannya.
"Baiklah... Terimakasih kak alex, aku ceria.." Ucap ria sambil tersenyum.
"Aku tahu namamu ceria putri lestari dan biasa dipanggil ria..." Jawab alex membuat ria heran darimana dia tau nama lengkap ria bahkan dia tahu nama panggilannya, padahal ini baru pertama kalinya mereka bertemu.
"Darimana kamu tau namaku, apa kita pernah bertemu.." Ucap ria heran.
"Tidak usah terimakasih aku bisa pulang sendiri.." Tolak ria karena takut jika pria yang sudah menolongnya ini punya niat buruk.
"Jangan takut, ini dompet dan ponselku didalam situ ada KTP, SIM, kamu lihat saja aku orang baik dan ini ponselku, kamu bisa menelpon polisi jika aku sampai menjahati mu.."Ucap alex sambil menyerahkan dompet dan ponselnya kepada ria.
Ria melihat KTP milik alex dan ternyata alex adalah seorang dokter, dia merasa sedikit lega akhirnya ria pun mau naik ke motor alex.
Saat ria sudah naik motor alex desi dan beberapa pria berotot mengejar ria, dengan cepat alex melajukan motornya, karena refleks ria pun memeluk alex sambil memejamkan matanya karena takut.
"Ria kita turun dulu..." Ucap alex membuat ria malu karena masih dalam keadaan memeluk tubuh alex.
"Kak alex kenapa kita berhenti di taman..." Ucap ria sambil melihat pemandangan malam di taman yang terdapat banyak bunga dan lampu yang menyala.
"Ayo kita duduk disana..." Ucap alex menarik lembut tangan ria, alex mengajak ria duduk dibangku taman yang kebetulan sebelahnya ada penjual teh hangat dan mie cup.
__ADS_1
"Kak alex... Aku ingin pul..." Ucapan ria terpotong karena alex berjalan mendekati penjual teh dan mie.
Ria melihat alex berbicara sambil tersenyum kearah penjual itu, membuat ria yang melihatnya merasa terpesona akan ketampanan alex seorang pria baik hati yang menjadi pahlawannya.
"Hei... Kenapa melamun, ini minum teh hangat dulu, kemudian makanlah mie ini.." Ucap alex sambil membawa nampan berisi dua teh hangat dan dua mie cup yang baru saja matang.
"Terimakasih kak alex...." Ucap ria sambil mengambil teh hangat itu.
Ria tak minum maupun makan mie yang diberikan oleh alex yang ria lakukan hanya mengaduk-aduk teh sambil melamun.
"Ada apa, apa kamu gak suka makan dipinggir jalan begini, bagaimana kalau kita cari restoran..." Ucap alex sambil menggenggam tangan ria.
"Buk..Bukan begitu kak, ria hanya bingung sekarang harus bagaimana dan kemana.." Ucap ria sambil menundukkan kepalanya.
"Hei... Ceritakan semua masalahmu kepadaku agar aku bisa membantumu..." Ucap alex sambil mengangkat dagu ria agar ria berbicara sambil menatapnya.
Mendengar ucapan alex akhirnya ria menceritakan semua masalahnya dengan mulai dari alasan ke kota P sampai dijebak desi sahabatnya sendiri, sedangkan alex yang hanya mendengar sambil mengepalkan tangannya seakan marah mendengar curhatan hati ria.
"Bagaimana menurutmu apa yang harus aku lakukan, kalau aku kembali ke tempat desi bisa saja dia akan melemparkan ku kepada pria hidung belang, dan kalau aku mau cari tempat tinggal sekarang sudah tengah malam mana ada kontrakan atau penginapan di jam segini.." Ucap ria sambil menatap alex.
"Ikut denganku tinggalah ditempatku dan jangan pernah kembali ketempat iblis bernama desi itu,..." Jawab alex.
Menurut kalian apa jawaban ria soal perkataan Alex...??
a.) Aku mau banget apalagi kamu dokter tampan, keamanan dan kesehatanku pasti terjamin jika aku tinggal denganmu.
b.) Gak mau, aku wanita baik-baik mana boleh tinggal bersama pria.
c.) Ada pilihan lain gak..??
d.) Bingung jawab apa.
__ADS_1