Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Hadiah sederhana penuh makna


__ADS_3

Setelah menunggu sedikit lama, akhirnya bayu berjalan turun dari atas tangga dengan salah satu tangannya disembunyikan kebelakang dan tersenyum ke arah ria dan mamanya.


Saat sampai didepan ria, bayu langsung menarik tangan ria dan meninggalkan mama bayu diruang tamu, kemudian mengajak ria berjalan ke taman bunga miliknya.


Ria duduk diatas ayunan sedangkan bayu berdiri langsung berjongkok didepan ria dengan memberikan kotak hadiah kecil yang berwarna merah dan berpita putih.


"Apa ini bayu, dan kotak ini untuk siapa.." Ria yang tidak peka merasa heran dengan sikap bayu.


"Ini kotak hadiah untuk ria ambilah." Bayu memberikan kotak itu kepada ria.


Ria mengambil kotak dari tangan bayu kemudian membuka pitanya dan membuka kotak hadiah itu dengan hati-hati.


Dilihatnya isi kotak itu ternyata isinya gelang manik-manik berwarna putih bening seperti berlian, ria tersenyum melihat gelang tangan itu.


"Apakah ria suka." Bayu bertanya kepada ria.


"Sangat suka, ini sangat indah bayu." Ria melihat gelang tangan itu sambil tersenyum.


"Maaf ria, bayu hanya bisa memberikan ria perhiasan imitasi ini." Bayu berbicara sambil menundukkan kepalanya.


Kemudian ria berdiri dan mengangkat tubuh bayu. Seketika bayu dan ria saling bertatap muka, jantung ria berdetak kencang.


"Kenapa hari ini jantung ria berdebar saat melihat bayu". Batin ria.


"Apakah ria marah dan kecewa dengan hadiah dari bayu, bayu minta maaf ya." Bayu bertanya kepada ria dengan nada terdengar sedih.


"Kenapa ria harus marah dan kecewa." Ria berbicara sambil menatap bayu.


"Ya.. Karena bayu memberikan ria hadiah perhiasan murah."


"Siapa yang bilang ini perhiasan murah."


"Maksudnya.." Bayu bertanya dengan wajah herannya.


"Gelang ini adalah gelang terindah dan termahal bagi ria."


"Ria pasti bercanda, di pasar bahkan masih banyak yang lebih bagus dan lebih mahal."


"Ria serius bayu, kamu tau alasan yang membuat gelang ini indah dan mahal."


"Apa.."


"Karena gelang ini dibuat dengan cinta dan kasih sayang dari bayu."


"Maksudnya.."


"Ria tau kemarin bayu beli manik-manik di pasar dengan mama, dan kemudian merangkainya menjadi gelang cantik ini kan."


"Darimana ria tau."

__ADS_1


"Dari mama, terimakasih bayu gelang ini adalah gelang terindah dalam hidup ria."


"Apakah ria sangat suka dengan gelang itu."


"Iya ria sangat suka gelang ini." Ria berbicara dengan senyum terukir diwajahnya, begitupun bayu juga tersenyum mendengar jawaban ria.


"Sini, biar bayu pakaian untuk ria." Bayu menarik tangan ria dan memakai gelang itu ditangan ria.


"Gelangnya sangat cantik, ria tidak akan pernah melepaskan gelang ini." Ria berbicara sambil memandang gelang tangan itu.


"Kenapa..?"


"Karena gelang ini akan menemani ria jika bayu tak disampingku."


"Benarkah kalau begitu ria harus selalu menjaga gelang ini, jangan sampai putus apalagi hilang."


"Ria pasti akan selalu menjaga gelang ini."


"Ria sebenarnya bayu masih ada hadiah spesial buat ria tapi hadiah itu akan bayu berikan saat waktu nya tiba."


"Bayu mau memberikan hadiah apa, bikin penasaran saja."


"Emmbz...Cincin pernikahan."


"Haa.. Ap..Pa ria tidak salah dengar, bayu ingin memberikan hadiah cincin pernikahan." Ria bertanya dengan wajah sangat terkejut.


"Tapi untuk apa bayu..." Ria semakin penasaran dengan ucapan bayu.


"Bayu ingin serius dengan ria." Kali ini ucapan dan raut wajah Bayu sangat terlihat serius.


"Tapi kita masih kecil bayu.."


"Maka dari itu bayu bilang akan memberikan hadiah itu jika waktu nya tiba."


"Tapi,.. Bagaimana jika saat dewasa nanti bayu tidak mencintai ria." Ria berbicara dengan raut wajah sedih membayangkan jika bayu bersanding dengan wanita lain.


"Ria tak perlu khawatir, bayu hanya mencintai satu wanita yaitu ria, hanya ria yang ada di hati bayu."


"Tapi bayu, ria sudah berjanji kepada diri ria sendiri, bahwa ria tidak akan menikah sebelum menemukan mama, meskipun isi dalam surat mama memperoleh ria menikah saat ria berusia 21 tahun."


"Bayu paham ria, bayu akan selalu mendukung keputusan ria dan akan menunggu ria sampai bersedia menikah dengan bayu."


"Benarkah itu, apakah bayu bersedia menunggu dan mencintai ria."


"Iya bayu bersedia, karena bayu hanya mencintai ria."


"Sampai kapan bayu akan mencintai ria."


"Selamanya bayu akan mencintai ria, meskipun nyawa taruhannya cintaku hanya untukmu."

__ADS_1


Mendengar ucapan bayu membuat hati ria terharu bahkan sampai menitipkan air mata.


"Ya Allah.. Terimakasih, kau telah mempertemukan ria dengan bayu, pria yang sangat tulus mencintaiku bahkan rela menukar nyawanya hanya untuk mencintaiku." Batin ria.


Bayu mengusap air mata ria dengan lembut, meskipun masih muda tapi namanya cinta tidak pandang umur.


Ria dan bayu memang saling mencintai dan saling menyayangi, namun mereka memutuskan untuk tidak pacar karena bagi mereka sekolah adalah hal terpenting saat ini.


"Ria dengarkan bayu, mulai saat ini ria tidak boleh bersedih apalagi menangis."


"Kenapa bayu.."


"Karena jika ria menangis hati bayu terasa sakit." Bayu berbicara sambil mengusap air mata ria.


"Baik bayu, ria janji gak akan menangis selama bayu ada disisi ria."


"Bayu akan selalu bersama ria, gelang ini sebagai janji bayu, selama gelang ini ada ditangan ria, berarti bayu juga ada didekat ria."


"Ria akan menjaga gelang ini, dan tak akan melepaskan gelang ini." Ria berbicara sambil melihat ke arah gelang ditangannya.


Setelah asik mengobrol di taman, ria dan bayu pun mengabadikan momen bersama dengan berfoto bersama di taman menggunakan kamera milik papanya bayu.


Setelah berfoto bersama mereka pun pergi ke tukang cetak foto, seperti itulah ria dan bayu jika mengabadikan momen indah bersama.


Setelah membagi cetak foto, bayu mengantarkan ria pulang menggunakan motor matic milik bayu.


Bayu memang sudah bisa mengendarai motor sejak kelas 6 SD, bahkan sudah memiliki motor sendiri, hadiah dari orang tuanya saat ulang tahunnya.


Namun saat sekolah bayu masih menggunakan sepeda kesayangannya. Karena bayu lebih suka berangkat bersama ria dengan mengendarai sepeda.


Saat sampai didepan rumah ria, bayu langsung pamit pulang karena hari sudah sore. Setelah kepulangan bayu, ria langsung masuk dan mencari neneknya ternyata sang nenek sedang membersihkan rumah.


Ria pun langsung menyuruh neneknya untuk duduk di kursi ruang tamu, dan mengganti pekerjaan sang nenek untuk membersihkan rumah.


Setelah membersihkan rumah dan membersihkan diri, ria langsung masuk ke kamarnya sambil memajang fotonya bersama bayu.


Ria selalu memajang fotonya kebersamaannya dengan bayu didalam kamar, hampir setiap sudut kamar ria terdapat foto kebersamaan ria dan bayu.


*Sampai disini dulu ya kebahagiaan ria dan bayu..


Mungkin di beberapa bab selanjutnya kalian akan dibuat kesal, kecewa, terharu dan bahkan menangis tentang kisah cinta ria dengan bayu.


Tetap setia dengan karya saya ya,..


Terimakasih atas dukungan kalian..


Jangan lupa untuk memberikan rate 5 like dan komentarnya..


Serta memberikan VOTE ya..😍*

__ADS_1


__ADS_2