
Sudah satu bulan Sarah menjadi teman sekelas ria, namun sama sekali Sarah tak menunjukkan sikap baik kepada ria.
Meskipun begitu Ria tetap bersikap baik kepada Sarah, karena ria tak ingin menyakiti ataupun bermusuhan dengan siapapun.
Sifat ria yang selalu tegar dan baik kepada semua orang membuat ria selalu mendapatkan perlakuan baik oleh siapapun.
"*Ria nanti pulang bareng ya."
"Tidak bisa Bayu, nanti ria mau ketempat nenek jualan dulu."
"Apa perlu Bayu temani.."
"Tidak usah, Bayu langsung pulang aja, nanti siang habis ngaji, ria main ke rumah Bayu, kita belajar bersama."
"Baik Bayu sudah tidak sabar ingin belajar bersama ria."
"Iya Bayu, ya sudah fokus belajar nya."
"Siap ria cantik."
(Ria hanya tersenyum dan kembali fokus dengan pelajaran*.)
Saat jam pulang tiba, Bayu pulang lebih dulu dengan menggunakan sepedanya, sedangkan ria masih harus pergi ke pasar.
Ditengah perjalanan ketempat nenek Ijah, ria dihadang oleh Sarah dan perempuan yang sudah berumur, kemungkinan mamanya Sarah.
"*Permisi Sarah, ria mau lewat."
"Permisi kamu bilang, jauhi Bayu jangan pernah dekat dengan Bayu, kamu fikir kamu siapa berani sekali merebut tunangan anak saya." Perempuan paruh baya itu berbicara sambil menarik rambut ria.
"Ampun Tante sakit Tante, Ria minta maaf Tante jika ria bersalah." Ria berbicara sambil mengeluarkan air matanya karena rasa sakit di rambutnya.
"Minta maaf kamu bilang, ini rasakan ini." Mamanya Sarah mendorong ria sampai jatuh tertimpa sepedanya.
"Hiks..hiks..hiks.." Ria terus menangis tanpa berani berdiri.
Sedangkan mama Sarah dan Sarah malah tertawa tanpa ada rasa kasihan.
"Ingat ria itu akibatnya jika kamu berani dekat dengan Bayu, Bayu itu hanya milik Sarah."
"Hiks..hiks..hiks.." Ria hanya diam dan menangis*.
Dari kejauhan nenek Ijah melihat gadis yang seperti cucunya sedang terjatuh dan ada dua perempuan seperti ibu dan anaknya, yang hanya diam melihat ria terjatuh.
Nenek ijah pun berlari dan mendekati cucunya itu, serta membantu cucunya berdiri, saat nenek Ijah berdiri dan melihat siapa orang yang tega berbuat kasar dengan cucunya.
Betapa terkejutnya nenek Ijah saat melihat wanita itu ternyata tetangga dikontrak lama, yang dulu pernah menghina ria anak gak jelas, anak dari perempuan mal*m.
"*Nenek Ijah.."
"Kamu.."
__ADS_1
"Iya ini aku Ningrum tetangga nenek dulu."
"Kenapa kamu mengganggu cucuku*."
"Jadi dia cucu nenek Ijah, jangan bilang dia bayi itu, bayi yang didalam kardus depan rumah nenek."
"Bukan urusanmu, ayo ria sayang kita pulang."
Nenek Ijah pun menggandeng tangan ria sambil menuntun sepeda milik ria. Diperjalanan pulang hingga sampai rumah ria masih penasaran dengan siapa orang tadi.
"Nenek.. Tadi itu siapa, apa nenek kenal dengan dia."
"Bukan siapa-siapa."
"Nenek jujur sama ria, ria sudah besar, maksudnya Tante tadi apa."
"Jangan banyak bertanya lebih baik kamu kerjakan PR saja."
"Tidak nenek, nenek jelaskan dulu soal bayi dalam kardus itu."
Nenek Ijah hanya diam sambil menatap wajah ria dengan raut wajah sedih. Ria terus saja merengek memaksa ingin tahu.
Kemudian nenek Ijah masuk ke kamarnya dan keluar dengan membawa kotak yang berdebu.
"Ria kemarihlah.." Ria kemudian berjalan mendekat dan duduk di samping nek Ijah.
"Apa ini nek." Ria menunjuk ke arah kotak kayu yang ada dipangkuan nek Ijah.
Nenek Ijah membuka kotak itu, didalam kotak itu ada selimut bayi, foto gadis cantik, dan kalung emas love yang seperti dibuat khusus dan dua lembar surat.
"Baca ini." Nenek Ijah menyerahkan surat dari rumah sakit yang berisi tes DNA ria.
Ria membaca surat yang isinya menyatakan bahwa ria bukan cucu kandung nenek Ijah.
Seketika air mata ria mengalir sendirinya, ada rasa syok dan sedih dihatinya.
"Ini maksudnya ria bukan cucu nenek."
Sejak kecil yang ria tau, nenek ijah adalah nenek kandungannya, dari anaknya yang sudah meninggal sebelum ria lahir, dan dirman terpaksa menjadi ayah kandung di akta lahir ria agar ria punya akta lahir.
"Benar ria, tapi sampai kapanpun ria adalah cucu nenek tersayang." Nenek Ijah memeluk ria sambil menangis.
"Nenek siapa orang tua kandung ria."
"Kamu baca ini sayang." Nenek Ijah menyerahkan surat yang dia temukan di kardus dulu.
Ria membaca surat itu dengan air mata mengalir, hatinya sangat hancur.
"Nenek kenapa mama ria membuang ria, apa salah ria nek.." Ria berucap sambil menangis.
"Sabar sayang, Allah sedang menguji mu nak."
__ADS_1
"Nenek, ria ingin ketemu mama."
"Sabar sayang, tunggu saja, bukankah disurat itu mamamu akan menjemput mu."
" Iya nenek, nek apa yang harus ria lakukan sekarang."
"Berdoalah nak, semoga Allah bisa secepatnya mempertemukan mu dengan mamamu."
"Iya nenek."
"Jangan pernah membencinya, setega apapun, dia tetap ibu kandungmu, surga anak terletak di telapak kaki ibu."
"Iya nenek ria tidak akan membenci mama, ria akan menyayangi nya meski dia tak sayang ria."
Mereka pun berpelukan sambil menangis, sebenarnya banyak rasa sakit di hati ria, hatinya menangis namun tetap tegar.
Jam satu siang ria pergi ke mushola untuk mengaji, namun saat Bayu melihat wajah sedih ria.
Bayu menarik tangan ria dan mengajak ria ikut dengannya, ria hanya dia bagaikan boneka yang tak bernyawa.
Bayu membonceng Ria menggunakan sepeda nya. Diperjalanan Bayu mencoba mengajak ria bicara namun ria tetap diam melamun.
Sampai akhirnya Bayu sampai di tempat mereka suka bertemu. Bayu duduk di samping ria dan mencoba berkomunikasi dengan ria.
"Ria cantik.." Ria tetap diam seperti patung.
"Ria ada apa jelaskan..." Bayu berbicara dengan nada tinggi agar ria sadar.
"Bayu.. Hiks..hiks.. Apa salahku kenapa.. hik..hik.." Ria bicara sambil menangis dan memeluk Bayu.
"Jelaskan dengan tenang." Bayu berbicara sambil mengusap air mata ria.
"Bayu... Hiks..hiks.. Ria bukan cucu nenek.. hiks..hiks.."
"Maksud ria apa..?" Bayu mencoba memahami perkataan ria.
"Ria... Dibuang sama mama ria...hiks..hiks.. Saat ria masih bayi.. hiks..hiks.."
"Terus.."
"Ria dibuang didepan rumahnya nenek, dan Bayu baca ini." Ucap ria sudah mulai tenang dan menyerahkan dua lembar surat dari neneknya kepada Bayu.
Bayu membaca surat itu dengan wajah terkejut dia mengusap air mata ria, sambil memeluknya.
Dia merasakan apa yang dirasakan oleh ria, seorang anak perempuan yang baru lahir sudah ditinggal ibunya didepan rumah orang asing, bagaikan anak kucing yang dibuang pemiliknya.
Sungguh malang nasib ria namun begitulah kenyataannya. Melihat ria yang terus meneteskan air mata membuat hati Bayu teriris bagai disayat pisau.
Bayu berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan slalu menjaga dan melindungi serta mencintai ria selamanya.
Hai para reader tercinta...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ke karya aku.
Jangan lupa untuk memberikan vote, like dan komentarnya..🤗🤗🤗