Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Menjadi tukang parkir


__ADS_3

Saat ini ria sedang duduk sambil menghitung uang yang didapatnya, ria menata rapi uang hasil jaga parkiran.


"Wah... Banyak banget uang kau, pasti dari para penggemar kau ya.." Tanya bang yoga yang tiba-tiba datang.


"Eh.. Abang, ini tadi banyak yang gak mau dikasih kembalian, emang orang kaya semua gitu ya bang."


"Ya gak semua sih, tapi biasanya kalo yang pake mobil emang gitu suka kasih lebih." Jawab bang yoga.


"Oh.. Ini uangnya mau ditaruh dimana bang, tas ria sudah penuh."


"Sini, biar abang taruh di laci." Jawab bang yoga kemudian menaruh uang itu ke laci dan dikunci.


"Kau makan siang dulu sana, biar tempat kau aku yang handel dulu.."


"Enggak usah deh, abang saja yang makan siang dulu, ria belum laper lagian bagian ria masih banyak ria gak mau ngerepotin abang."


"Baiklah, biar abang pesankan pemilik warung saja gimana, kau mau makan apa...?"


"Terserah abang aja deh.."


"Lele penyet mau gak,.." Tanya bang yoga sambil memegang hpnya.


"Boleh, tapi minumnya es jeruk ya." Jawab ria sambil tersenyum.


"Siap... Tunggu sebentar biar abang telpon pemilik warung dulu ya."


"Iya bang.."


Setelah selesai menelpon bang bayu duduk disamping ria, suasana canggung terasa disana.


"Abang sudah lama jadi tukang parkir..?" Ria bertanya untuk memecah keheningan.


"Sudah sejak lulus SMA.."


"Kenapa abang gak melanjutkan kuliah..?"


"Sempat kuliah cuma dua bulan, eh bentar nanti dilanjutkan lagi abang ke sana dulu ya." Bang yoga menjawab sambil berlari menghampiri pengendara mobil yang baru masuk.


"Orang ini misterius sekali, aku harus menyelidikinya." Ria berbicara dalam hati.


Tak lama kemudian bang yoga kembali dengan membawa dua nasi kotak dan dua es jeruk yang ditaruh dalam kresek putih.


"Ini makanlah..." Ucap bang yoga.


"Itu tadi pemilik warung makan didepan ya bang..." Ria bertanya sambil membuka nasi kotak yang berisi nasi dengan lauk lele penyet.


"Iya, itu tadi pemilik warung makan didepan, dia buka warung bersama suaminya dan sudah hampir enam tahun."


"Oh... Abang sering makan disana.." Ria bertanya sambil makan.


"Kalo ada waktu yang makan disana, kalo gak ada ya pesan seperti sekarang ini."


"Oh.. Abang kenapa gak melanjutkan kuliah, apa mungkin karna gak punya biaya..?" Tanya ria tiba-tiba hingga membuat yoga kaget dan tersedak.

__ADS_1


"Uhuk..uhuk.."


"Eh.. Maaf bang, ini minum dulu." Ria berbicara dengan panik sambil memberikan es jeruk yang ada didepannya dan mengelus punggung yoga.


"Maaf ya bang, karna ria abang sampai tersedak.." Ria berbicara sambil terus mengelus punggung yoga.


"Iya, tidak apa, terimakasih ya, abang berhenti kuliah bukan karena gak ada biaya.." Jawab yoga setelah meminum es jeruk dari ria.


"Terus karena apa abang berhenti kuliah, maaf ria kepo nih, hehe.."


"Hemmbz... Dasar..!! Ceritanya panjang cuma.."


"Eh.. Bentar bang, ria ke sana dulu,.." Ria memotong pembicaraan karena ada mobil yang ingin keluar parkiran.


"Kamu makan aja, biar abang aja yang urus.."


"Tidak bisa gitu ini tanggung jawab ria.." Jawab ria sambil berlari mendekati mobil itu.


Karena kondisi parkiran yang ramai, akhirnya mereka pun hanya makan siang tanpa melanjutkan pembicaraan mengenai alasan yoga tidak melanjutkan kuliahnya.


Saat sore hari ria sudah siap untuk pulang karena tukang parkir sip sore sudah datang.


"Bang, ria pulang dulu ya.." Ria menyapa para rekan sesama tukang parkir yang rata-rata seorang pria.


"Iya ria hati-hati, sampai bertemu besok.." Jawab mereka bersamaan.


Ketika hendak menyalakan motornya tiba-tiba bang yoga mendekati ria.


"Ria... Kau bisa gak antar abang ke kafe xx dijalan xxx..." Ucap bang yoga.


"Iya.. Maaf merepotkan mu, motor abang ada di bengkel dan sore ini abang ada jadwal manggung.."


"Wah.. Abang seorang musisi tapi bang, ria hanya ada satu helm.."


"Bukan musisi, abang hanya seorang gitaris, bentar helm abang ada di loker, abang ambil dulu kau tunggu disini.." Jawab bang yoga sambil berjalan menuju locker.


"Oke bang.."


Saat diperjalanan yoga terus mengajak ria mengobrol banyak hal.


"Ria.. Kenapa kau mau berkerja jadi tukang parkir...?" Yoga bertanya sambil menyetir.


"Biasa bang tuntutan ekonomi yang memaksa.."


"Emang orang tua kau tak melarang..?" Yoga terus bertanya kepada ria.


"Ria tak punya orang tua sejak bayi bang.."


"Oh.. Maaf abang tak tau kalau kau anak yatim piatu.." Yoga berbicara dengan nada menyesal.


"Hahaha... Masih mending jika ria anak yatim, paling tidak ria tau siapa dan seperti apa orang tua ria, tapi sayangnya p ria hanya seorang putri yang dibuang didepan rumah orang."


"Maksudnya...?" Yoga bingung dengan ucapan ria.

__ADS_1


"Ria adalah putri yang dibuang bang, ria ditemukan didepan pintu rumah nenek angka ria." Ria menjawab dengan nada datar.


"Apa... Kau jangan bercanda gak lucu.." Jawab yoga.


"Hidup yang ku jalani bagaikan lelucon bang, sejak kecil sudah dibuang, dihina, disaat ku merasa bahagia karna memiliki pacar yang baik namun tuhan sudah menjemputnya."


"Sabar ria.., semua sudah takdir tetap semangat dan bersyukur, semua indah pada waktunya.."


"Iya bang, terimakasih, ria selalu bersyukur masih banyak kebahagiaan yang ria rasakan, meskipun ria pernah kehilangan dan menangis."


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai didepan cafe xx.


"Ria, kau mau mampir apa langsung pulang.." Tanya bang yoga.


"Pulang saja deh, ria belum mandi, abang manggung sampai jam berapa.."


"Emmbz sampai jam sembilan malam, kenapa...?" Jawab yoga.


"Tak apa, nanti kalau ada waktu ria mau mampir kesini.."


"Baik, ku tunggu kehadiranmu, abang kedalam dulu mau mandi sekaligus siap-siap buat nanti.." Jawab yoga.


"Oke.. Sukses dan semangat bang.."


"Iya.. Kau juga hati-hati ya.." Jawab yoga masih berdiri didepan ria.


"Iya... Bye abang.." Ria menjawab sambil menjalankan motornya pergi meninggalkan yoga.


Setelah mengantar yoga ke kafe ria melajukan motornya ke warung tempat menitipkan kuenya dan kemudian pulang ke rumah, saat sampai didepan rumah nenek ijah sudah duduk di teras menunggu kepulangannya.


"Assalamualaikum nenek ku sayang.." Salam ria sambil menyalami neneknya.


"Walaikumsalam baru pulang nak, gimana kerjanya capek gak.." Tanya nenek ijah.


"Lumayan capek nek, tapi alhamdulilah semua teman ria baik jadi capek pun tak terasa, apalagi sekarang ria lihat senyum manis nenek yang membuat semua capek hilang seketika."


"Sudah sana mandi, jangan godain nenek, nenek sudah tua jangan digoda terus.." Jawab nenek ijah sambil tersenyum malu.


"Siap nenekku, ini nek uang hasil kue dan upah jadi tukang parkir." Ria memberi uang hasil berjualan dan kerja hari ini kepada neneknya.


"Banyak banget nak,.." Nenek ijah merasa heran kenapa upah jadi tukang parkir sebanyak ini.


"Alhamdulillah nek, tadi ria dapat banyak tips dari pelanggan, mereka gak mau dikasih kembalian jadi uangnya terkumpul banyak, dan itu bonus buatku, kata bosnya ria." Ria menjelaskan semuanya agar sang nenek tak salah paham.


"Oh.. Gitu ya, bos kamu baik nak.."


"Iya nek, bos ria emang baik dan masih muda lagi, ya sudah nek, ria mau mandi dulu sudah lengket nih badan ria.."


"Iya sayang..."


Terimakasih sudah mampir...


Jangan lupa untuk memberikan like dan komentarnya..

__ADS_1


Dukungan kalian berarti bagiku 😘😘


__ADS_2